• News

  • Politik

Sebut Dhani Diperlakukan Tak Adil, Lieus dan Mulan Akan Temui Komnas HAM

Mulan Jameela sambangi Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM)
tribunnews
Mulan Jameela sambangi Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM)

JAKARTA, NNC - Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma, bersama istri musisi Ahmad Dhani, Mulan Jameela, akan menyambangi Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM) pada Kamis (7/2/2019) siang ini dan bertemu dengan Ketua Komisi Nasional Hak Azazi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan.

Tujuan keduanya ke Komnas HAM adalah untuk melaporkan perlakuan tidak adil yang diterima Ahmad Dhani sejak ia terjerat kasus hukum atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian.

Menurut Lieus, pihaknya merasa penting untuk menyampaikan pada Komnas HAM tentang sejumlah kejanggalan dalam proses hukum yang dialami pentolan grup band Dewa 19 itu.

“Baik kejanggalan menyangkut vonis hakim dan perintah segera ditahan, hingga upaya memindahkannya ke LP Madeang Surabaya,” ujar Lieus kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Lieus melihat apa yang dialami Dhani bukan saja kejanggalan, tapi juga ketidakadilan. “Kita menangkap kesan yang kuat ada upaya rekayasa hukum terhadap Dhani sejak dari vonis hingga penahanannya,” tambah  juru bicara keluarga Ahmad Dhani ini.

Lihat saja, lanjut Lieus, tanggal 28 Januari Dhani divonis PN Jakarta Selatan 18 bulan penjara atas pelanggaran Pasal 28 UU ITE terkait tuduhan ujaran kebencian.

“Anehnya Dhani langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang meskipun keputusan itu belum mempunyai kekuatan hukum tetap. Apalagi saat itu juga Dhani langsung menyatakan banding atas vonis hakim,” ujarnya.

Yang lebih aneh, tambah Lieus, tiga hari kemudian, yakni 31 Januari, muncul ketetapan baru dari Pengadilan Tinggi bahwa Dhani ditahan selama 30 hari tanpa alasan penahanan yang jelas.

Lebih aneh lagi, Lieus menyebut, di hari yang sama, muncul lagi ketetapan baru dari Pengadilan Tinggi yang isinya Dhani dipindahkan ke LP Madaeng Surabaya sampa proses persidangannya untuk kasus pelanggaran Pasal 27 UU ITE tentang pencemaran nama baik selesai.

“Ini ‘kan luar biasa janggal dan aneh. Dalam satu hari keluar dua keputusan yang berbeda dari Pengadilan Tinggi. Padahal kasus yang di Surabaya itu ancaman hukumannya maksimal hanya 4 tahun, yang berarti tidak bisa dilakukan upaya penahanan terhadap tersangka,” tegasnya.

Karena kejanggalan-kejanggalan dalam proses hukum itulah, Ketua Pelaksana Harian Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi ini merasa penting untuk menyampaikan masalah yang dihadapi Dhani ke Komnas HAM.

“Ya, terus terang saja kita merasakan sekali ada ketidakadilan hukum terhadap Ahmad Dhani. Keluarga merasa apa yang dialami Dhani bukan upaya menegakkan hukum demi kebenaran dan keadilan, tapi lebih sebagai upaya balas dendam,” jelas Lieus.

Karena itulah, Lieus dan keluarga Dhani mendatangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan.
Dhani, tambah Lieus, selama menjalani proses persidangan sangat kooperatif, tidak pernah mempersulit persidangan dan berlaku tertib.

“Ia sendiri sangat mendukung upaya penegakan hukum di Indonesia. Jadi, sebenarnya tidak ada alasan untuk menahan Dhani karena alasan kelancaran jalannya persidangan. Apalagi seluruh keluarga menjamin Dhani tidak akan melarikan diri hanya karena kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepadanya itu,” tandasnya.

Lieus menyebut, keluarga sangat berharap Komnas HAM bisa berperan aktif untuk mengembalikan hak hukum dan hak azazi setiap warga Negara yang terdzalimi. “Termasuk hak hukum dan hak azazi Ahmad Dhani yang kini dirampas secara sewenang-wenang atas nama penegakan hukum itu sendiri,” pungkas Lieus.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?