• News

  • Politik

Jelang Debat Kedua, Rizal Ramli Minta Pasangan Capres Perhatikan Ekonomi dan Pangan

Ekonom senior Indonesia Dr. Rizal Ramli gelar obrolan siang
NNC/ Dominikus
Ekonom senior Indonesia Dr. Rizal Ramli gelar obrolan siang

JAKARTA, NNC - Ekonom senior Indonesia Dr. Rizal Ramli menggelar acara obrolan siang bersama para jurnalis. Acara berlangsung santai di kediamannya Jalan Bangka Raya IX Nomor 49 R, Kemang. Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2019) siang.

Adapun tema obrolan dengan Mantan Kepala Bulog era Presiden RI ke-4, Abdulrahman  Wahid itu menjelang debat pilpres, seputar Pilpres 2019 dan dinamika perpolitikan nasional.

"Kebohongan pribadi korbannya adalah orang per orang. Namun kebohongan publik  maka korbanya adalah masyarakat atau rakyat pada umumnya," kata Rizal Ramli mengawali pemaparannya di kediamanya.

"Sampai saat ini proses pilpres sudah di jalan. Namun, kami sangat berharap agar kedua calon presiden ini menawarkan menu yang lebih baik di meja makan rakyat Indonesia. Baik dalam bidang ekonomi, hukum, sosial karena kedua capres harus berbeda dalam pikiran analisa dan dalam strategi. Sebab jika  tidak maka pilpres ini tidak ada artinya," tegas mantan Menko Maritim itu.

Karena itu kata Rizal, pihaknya mendorong dengan sungguh-sungguh agar menu makanan yang ditawarkan kepada rakyat Indonesia tidak hanya tahu dan tempe yang semuanya bahannya impor tetapi juga bisa menawarkan di meja makan rakyat Indonesia dengan daging ayam, ikan. Sesekali rakyat kita makan kalau ingin rakyat kita menjadi hebat lebih makmur tidak bisa dengan menu-menu yang biasa seperti hari ini, kita pasti ketinggalan terus," ceritanya.

"Dalam hal itu kami ingin menyatakan kalau kebohongan pribadi korbannya adalah orang per orang, sebetulnya tidak benar itu pun tetapi dampaknya relatif kecil dibandingkan dengan kebohongan publik," lanjut dia.

Dia menghimbau agar pejabat publik memberikan informasi yang benar. Jika bohong maka dampaknya itu bukan hanya pribadi-pribadi tetapi rakyat keseluruhan atau sebagian besar rakyat.

Selain itu, Rizal Ramli juga menyoroti soal petani pangan impor. Dijelaskan, jika pangan  berkurang maka ia akan menanam lebih banyak. Ternyata begitu waktu panen impornya jor-joran kerugiannya sangat luar biasa itu terjadi di petani beras, petani garam dan sebagainya.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?