• News

  • Politik

Pasca Debat Ke-2, Pengamat Ini Prediksi Angka Golput Bakal Meningkat

Pngamat Komunikasi Politik dari Universitas Budi Luhur, Umaimah Wahid
NNC/Dominikus Lewuk
Pngamat Komunikasi Politik dari Universitas Budi Luhur, Umaimah Wahid

JAKARTA, NNC - Pasca debat capres kedua yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Hotel Sultan, Jakarta. Minggu (17/2/2019) kemarin memunculkan banyak prediksi. Namun, prediksi tersebut bukan siapa yang unggul atau siapa yang tidak. Melainkan prediksi itu soal golongan putih (Golput) di pemilu 2019 justru akan bertambah.

Menurut pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Budi Luhur, Umaimah Wahid, dirinya memprediksi angka Golput atau pemilih yang tidak mencoblos pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berpotensi meningkat.

Pernyataan itu setelah menyaksikan Debat Pilpres ke-2 antara calon presiden (Capres) nomor urut 01, Jokowidan Capres nomor urut 02, Prabowo Soebianto.

"Peluang adanya golput itu tetap ada. Sekitar 20-30 persen. Dan bisa dikatakan bisa naik dari tahun lalu," kata Umaimah kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/02/2019).

Menurut Umaimah, adalah performa para Capres yang kurang optimal saat debat.

"Misalnya Jokowitampil agresif, tapi ada masalah dengan data. Sedangkan  Pak Prabowo juga mengungkapkan konsep visi misi tapi kurang tegas," jelasnya.

Meski demikian, kata dia, masih ada waktu kurang lebih dua bulan hingga hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019) nanti. Karena itu,  KPU dan kubu kedua Pasangan Calon (Paslon) diharapkan maksimal untuk bersosialisasi agar angka golput ini dapat berkurang.

"Jangan hanya menggunakan medsos (media sosial) tapi juga gencar sosialisasi ke masyarakat, Parpol pengusung juga punya tanggungjawab dalam hal ini," imbuh Umaimah.

Dijelaskan lagi bahwa, tugas KPU dan partai politik (Parpol) untuk menyosialisasikan Pemilu kepada Pemilih guna menurunkan potensi Golput. Selain KPU dan Parpol, juga unsur tokoh masyarakat dan media massa untuk membantu mempublikasikan informasi-informasi terkait pentingnya pemilu.

"Saya pikir ini tanggung jawab kita semua. Kalau nggak, ini akan sayang anggaranya sampai ratusan miliar bahkan triliun untuk pemilu ini," ujarnya.

"Masyarakat harus diberi tahu bahwa pemilu ini penting untuk masa depan bangsa," dia menambahkan.

Ditegaskan lagi, bahwa untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pemilu untuk menggunakan hak pilihnya, bukanlah persoalan yang mudah. Karena itu, Parpol dan para Calegnya-juga media, harus mengambil sikap dan peran lebih besar mengedukasi masyarakat.

"Jadi, sangat disayangkan, kalau golputnya tinggi maka sangat merugikan," tutup Umaimah Wahid.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?