• News

  • Politik

BPN: Amin Tidak Siap Debat, Pertanyaan Pesanan dan Pakai Contekan

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.
NNC/Adiel Manafe
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade.

Berita Terkait

JAKARTA, NNC - Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima menilai, Cawapres 01 Sandiaga Uno gagal memahami pertanyaan Ma'ruf saat debat Cawapres, sehingga jawaban yang diberikan tidak nyambung.

Aria mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai bersama juru bicara Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, usai debat Cawapres di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019) malam.

"Menurut saya Pak Sandi banyak hal, bukan gagal jawab tapi gagal mendengar pertanyaan. Ini yang saya sangat sayangkan. Dan Kyai Ma'ruf walau beliau lebih sepuh, cukup mampu menjawab karena pertanyaan yang disampaikan panelis maupun Pak Sandi, Kyai Ma'ruf lebih bisa mendengarkan sehingga jawaban beliau bisa menjawab persoalan yang ada," kata Aria.

Ketika ditanya pada bagian mana Sandi gagal paham dengan pertanyaan Ma'ruf, Aria menyebut saat tanya jawab tentang anggaran pendidikan, dimana Ma'ruf bertanya ke Sandiaga soal instrumen apa yang bakal digunakan untuk memantau efektivitas penggunaan dana transfer daerah. 

“Soal pengawasan transfer daerah maupun soal pengawasan dari pusat daerah seperti apa. Apa yang Kyai Ma’ruf inginkan dan ditanyakan kepada Pak Sandi, banyak yang tidak nyambung tadi apa yang dimaksud (dari jawaban Sandi)," ujarnya.

Mendengar pernyataan Aria Bima, Andre justru menilai Ma'ruf yang tidak siap dalam debat tersebut. Ia kemudian menyinggung Ma'ruf yang melihat catatan saat melontarkan pertanyaan ke Sandi.

"Kyai Ma'ruf terlihat tidak siap. Ini pertanyaan pesanan bahwa bertanya pakai contekan, menjawab pun pakai contekan," ungkap Andre.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?