• News

  • Politik

Mantan Kepala BAIS Ungkap Teror dan Intimidasi Pemilu 2019, Apa Saja?

Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Soleman B Ponto
dok.Twitter/@ponto78
Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Soleman B Ponto

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) Laksamana Muda TNI (Purnawirawan) Soleman B Ponto mengungkapkan soal maraknya teror dan intimidasi di Pemilu 2019 melalui dunia maya.

"Kalau bentuk sekarang yang banyak lewat WA, Instagram, Twitter kan banyak. Jadi memang paling banyak ya lewat dunia maya, mau lewat mana lagi," kata Soleman dalam diskusi publik bertajuk 'Selamatkan Demokrasi, Melawan Segala Bentuk Intimidasi Politik' di kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (25/3/2019).

Sebagai contoh, ia menyebut adanya intimidasi dengan menakut-nakuti pemilih agar tidak ke tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Banyak, misalnya 'lebih baik memilih yang tertentu, kalau kesana nanti di TPS akan terjadi keributan, kalau memilih ini akan ribut' kan banyak itu sekarang beredar. Kita bisa lihat dari macam-macam itu, memang sengaja supaya orang tidak ke TPS sehingga ada yang bisa ambil keuntungan dari itu," ungkapnya.

Contoh lain, Soleman menyinggung soal larangan mensalatkan jenazah jika memilih calon tertentu seperti yang terjadi di Pilkada DKI 2017 lalu.

"Teror langsung saya gak amati, tapi kalau dari yang tertulis misalnya lagi 'nanti kalau mati gak disholatkan.' Saya mengamati dari yang tertulis-tertulis, sedangkan kalau sudah terjadi saya gak lihat lagi, itu sudah pelanggaran hukum. Teror itu kan sebelum terjadi, kalau sudah terjadi itu tidak teror lagi namanya, tapi pelanggaran hukum," ungkapnya.

Menurut Soleman, teror seperti ini bisa mengacaukan pesta demokrasi lima tahunan itu. "Itu kan pesan yang bisa mengacaukan kalau memang itu terjadi. Jadi teror itu sesuatu yang belum terjadi, baru ancaman untuk membuat orang merasa takut," imbuhnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?