Senin, 01 Mei 2017 | 11:20 WIB

  • News

  • Politik

Apa Sih Bela Negara? Ini Kata Abdillah Toha

Rabu, 11 Januari 2017 | 12:17 WIB
Illustrasi. TNI gelar latihan bersama bela negara dengan FPI di Lebak Banten. (istimewa)
Illustrasi. TNI gelar latihan bersama bela negara dengan FPI di Lebak Banten. (istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bela negara seolah rohnya kembali menyusul kasus latihan bersama TNI dengan FPI yang dikemas dalam acara bela negara di Lebak, Banten baru-baru ini. Namun, pelatihan tersebut malah berujung pencopotan Komandan Distrik Militer (Dandim) 06/03 Lebak, Letkol Czi Ubaidillah. 

Bahkan, Panglima Kodam III Siliwangi Mayjen M Herindra memimpin pelaksanaan serah terima jabatan Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Serang dari Kol Inf Wirana Prasetya Budi kepada Kol Czi Ito Hediarto di alun-alun Barat Kota Serang, Senin (9/1/2017).

Pencopotan yang dilakukan pimpinan TNI tersebut, segera saja mengundang polemik. Apakah ormas tidak dibolehkan mengikuti bela negara, termasuk yang radikal.

Di media sosial pun Netizen bernama Muhamad Ikhsan dengan akun twitter @INAMULHASAN bertanya kepada pakar hukum tata negara Prof Mahfud MD begini:

@mohmahfudmd prof apakah ada kualifikasi ormas yang boleh ikut bela Negara? apakah ormas yang dikatakan radikal tidak boleh ikut bela Negara.

Mahfud MD dengan akun ‏@mohmahfudmd menjawab Muhamad Ikhsan demikian:

Mnrt UUD setiap warga negara berhak dan wajib membela negara.Mahfud MD.

Sementara itu, Abdillah Toha ‏di akun twitternya @AT_AbdillahToha yang sebelumnya mempertanyakan latihan bersama TNI dan FPI di Lebak tersebut menulis seperti ini:

Bela negara itu bukan sekadar bela kedaulatan. Bela negara bela nilai2 bangsa yg kita junjung tinggi spt kerukunan, kebersamaan,dan keadilan.

Politisi senior ini lewat twitternya mengaku mendapat banyak respons positif dari netizen. Tetapi, ada pula yang berbeda. Dia menulis ini:

Bagian besar respons tweep saya alhamdulillah positif. Tapi ada juga dari mereka yg otaknya sdh rusak dan hatinya terkunci. Kasian, mrk sakit

Ada orang sehat yg merasa sakit dan ada orang sakit yg tak sadar dirinya sakit. Yang terakhir ini berbahaya utk dirinya dan orang lain.

Sebagai warga Negara Indonesia kita wajib untuk membela Negara kita dari setiap ancaman. Indonesia telah merdeka, tugas kita sekarang yaitu mengisi kemerdekaan.

Warisan dari pendiri bangsa ini, yaitu Pancasila dan Undang-Undang Dasar harus kita jadikan pedoman dalam mengisi kemerdekaan ini.

A. Pengertian Bela Negara

Bela Negara adalah tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh, dan terpadu serta dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup Bangsa dan Negara.

Dasar hukum undang-undang tentang upaya bela negara yaitu:

Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

B. Fungsi dan Tujuan Bela Negara

Tujuan bela negara, di antaranya:

  • Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
  • Melestarikan budaya
  • Menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945
  • Berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
  • Menjaga identitas dan integritas bangsa/ negara
  • Sedangkan fungsi bela negara, di antaranya:
  • Mempertahankan Negara dari berbagai ancaman; 
  • Menjaga keutuhan wilayah negara; 
  • Merupakan kewajiban setiap warga negara.

Merupakan panggilan sejarah; 

Ada pun kriteria warga negara yang memiliki kesadaran bela negara adalah mereka yg bersikap dan bertindak senantiasa berorientasi pada nilai-nilai bela negara. Apa yang dilontarkan Abdillah Toha bahwa bela negara tidak sekedar mempertahankan kedaulatan memang benar demikian.

Nilai-nilai bela negara yang dikembangkan adalah Cinta Tanah air, yaitu mengenal, memahami dan mencintai wilayah nasional, menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia, melestarikan dan mencintai lingkungan hidup, memberikan kontribusi pada kemajuan bangsa dan negara.

Menjaga nama baik bangsa dan negara serta bangga sebagai bangsa indonesia dengan cara waspada dan siap membela Tanah Air terhadap ancaman tantangan, hambatan dan gangguan yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa serta negara dari mana pun dan siapa pun.

Nilai yang kedua adalah Sadar akan berbangsa dan bernegara, yaitu dengan membina kerukunan menjaga persatuan dan kesatuan dari lingkungan terkecil atau keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan dan lingkungan kerja, mencintai budaya bangsa dan produksi dalam negeri, mengakui.

Menghargai dan menghormati bendera merah putih, lambang negara dan lagu kebangsaan indonesia raya, menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, keluarga dan golongan.

Nilai ketiga adalah yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, yaitu memahami hakekat atau nilai dalam Pancasila, melaksanakan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan negara serta yakin pada kebenaran Pancasila sebagai ideologi negara.

Nilai keempat rela adalah berkorban untuk bangsa dan negara, yaitu bersedia mengorbankan waktu, tenaga dan pikiran untuk kemajuan bangsa dan negara, siap mengorbankan jiwa dan raga demi membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman, berpastisipasi aktif dalam pembangunan

masyarakat, bangsa dan negara, gemar membantu sesama warga negara yang mengalami kesulitan dan yakin dan percaya bahwa pengorbanan untuk bangsa dan negara tidak sia-sia.

Untuk nilai yang terakhir memiliki kemampuan awal bela negara secara psikis dan fisik. Secara psikis, yaitu memiliki kecerdasan emosional, spiritual serta intelegensia, senantiasa memelihara jiwa dan raganya serta memiliki sifat-sifat disiplin, ulet, kerja keras dan tahan uji. 

 

 

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Berbagai Sumber

Apa Reaksi Anda?