• News

  • Rebranding

Mengapa Presiden Jokowi Tidak Mengagendakan Perubahan Sang Saka Merah Putih?

Pengibaran Sang Saka Merah Putih
inovasee
Pengibaran Sang Saka Merah Putih

JAKARTA, NNC - Mengubah bendera negara bukanlah persoalan tabu. Bila memang diperlukan, simbol identitas suatu bangsa juga bisa diubah. Contohnya adalah negara Amerika yang pernah melakukan rebranding bendera sebanyak 26 kali.

Bangsa Indonesia tentu sangat menghargai Sang Saka Merah Putih. Sejak Indonesia merdeka, bendera itu telah menjadi simbol bersama dan mempersatukan rasa nasionalisme dari Sabang sampai Merauke. Namun, harus diakui, bendera merah putih bukan hanya milik Indonesia.

Di dunia ada negara lain yang juga menggunakan bendera merah putih yaitu Monako. Negara lain yang mirip hanya posisinya saja yang berbeda (putih merah) adalah Polandia.

Artinya, sebagai identitas bangsa, bendera merah putih tidak lagi memberikan ciri khas yang tunggal dan tak ada duanya. Sang Saka Merang Putih dalam konteks ini menjadi tidak spesial dan istimewa.  Justru karena ada duanya.

Mengapa bangsa Indonesia tidak berkenan melakukan rebranding? Mengapa bendera merah putih tidak ditambah simbol khas Indonesia yaitu lambang Garuda Pancasila?

Padahal, apabila lambang Garuda Pancasila disematkan dalam bendera merah putih, dengan sendirinya menjadi tidak sama dengan bendera Monako. Dan hal ini semakin menambah poin lebih bagi Indonesia.

Dengan tambahan lambang itu, maka Indonesia semakin dikenal sebagai negara berlandaskan Pancasila.  Dasar negara Pancasila tak ada duanya di dunia. Pancasila adalah jatidiri Indonesia sebagai negara beragam suku, agama, dan budaya.

Poin lebih lainnya adalah bahwa bendera merah putih yang telah disematkan lambang Garuda Pancasila bisa mengunci perdebatan panjang dan berlarut tentang sifat negara Indonesia.

Indonesia yang berdasar Pancasila adalah final dan tidak perlu diperdebatkan. Dan buktinya tercantum dalam bendera.

Semua gagasan dan pemikiran tentang rebranding bendera di atas telah berulang kali disampaikan oleh seorang pengusaha bernama Ricky Sutanto. Ia yang merupakan salah satu pendiri Blossom Group dan Netralnews, tak lelah menyuarakan pentingnya perubahan (baca: penyempurnaan) bendera Indonesia.

Menurut Ricky, "Di dunia ini, setidaknya ada empat negara yang memiliki bendera mirip, bahkan ada yang sama dengan Indonesia." Negara mana saja yang beliau maksud?

Pertama adalah Polandia yang telah menggunakan bendera putih merah sejak 1919.

Kedua adalah Singapura. Bendera Singapura juga berwarna merah putih. Bedanya, pada sudut kiri atas  terdapat lima bintang dan bulan sabit. Bendera ini diperkenalkan pada rakyat Singapura sejak 3 Desember 1959.

Ketiga, tentu saja adalah negara Monako. Warna bendera Monako sama persis dengan bendera Indonesia. Perbedaan hanya pada ukuran atau perbandingan antara panjang dan lebarnya saja.

Di negara Monako, warna merah dan putih sudah menjadi corak khas bagi keluarga Grimaldi (Keluarga Penguasa Monako), paling tidak sejak 1339, namun dengan desain yang berubah-ubah.

Jadi, bila melihat tahunnya, bendera merah putih lebih dahulu digunakan oleh Monako ketimbang Indonesia? Tunggu dulu! Jangan terburu-buru menyimpulkan, sebab menurut Prof H Muhammad Yamin dalam bukunya “6.000 Tahun Sang Merah Putih” (2017: 8-48), merah putih sudah dikenal bangsa Nusantara ribuan tahun lalu.

Keempat adalah bendera negara Malta. Bendera Malta juga mengadopsi warna putih dan merah dengan formasi berjajar atau menyamping. Bendera itu diberlakukan sejak 21 September 1964. Bendera dwiwarna putih merah negara Malta dibubuhi sebuah Salib George di kiri atas.  

Namun, selain keempat negara di atas, negara Jepang sebenarnya juga menggunakan warna yang sama yaitu putih dan merah. Warna putih lebih dominan dan bulatan merah ada di tengahnya sebagai simbol matahari.

Kembali kepada persoalan awal. Bendera Merah putih Indonesia sebaiknya ditinjau ulang bersama. Dan persoalan ini patut disimak bersama. "Walau bukan bersifat urgent, namun apabila perubahan (seperti dijelaskan di atas, red) bisa terwujud, niscaya akan memperkuat identitas kebangsaan Indonesia," kata Ricky kepada NNC.

Dalam UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan telah diatur mengenai betapa terhormatnya lambang negara Indonesia. Sang Saka Merah Putih tidak boleh disepelekan.

Dalam Pasal 24 a jo Pasal 66 disebutkan, “Setiap orang dilarang: (a) merusak, merobek, menginjak-injak, membakar, atau melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Bendera Negara dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00.”

Pasal di atas adalah contoh bagaimana bangsa Indonesia memuliakan Sang Saka Merah Putih. Dan penghormatan itu rasanya akan semakin lengkap apabila sebagai negara Pancasila, pada Sang Saka Merah Putih disematkan lambang Garuda Pancasila.

Pertanyaannya, mengapa Presiden Joko Widodo, hingga detik ini tidak pernah melirik, mengagendakan perubahan, atau menyinggung sedikit pun tentang persoalan ini?

Apakah Presiden Jokowi tidak setuju rebranding bendera Indonesia? Belum dianggap urgent? Atau ada persoalan lain sehingga beliau tidak pernah mengkritisi soal bendera Indonesia?   

 

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?