Taufik Hidayat. (Khelnama.com)

Taufik Hidayat. (Khelnama.com)

Taufik Hidayat soal Perubahan Nama

Bandara Soekarno-Hatta Sudah Jadi Ikon Indonesia

Kamis, 13 Oktober 2016 | 09:56 WIB | Rebranding

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Legenda bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat tidak sepakat dengan ide mengubah nama bandara Internasional kebanggaan Indonesia, Soekarno-Hatta.

Menurut pria yang kini menjadi staf khusus dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi itu, selama tidak dipermasalahkan, nama itu tak boleh diubah-ubah.

“Itu agak-agak sensitif untuk ngebahas masalah dua nama itu. Karena mereka kan presiden pertama, wakil presiden pertama. Itu urusan petinggi-petinggi. Maksudnya ini nanti akan ada pro kontra. Toh selama ini kan tidak dipermasalahkan, jadi kenapa harus dirubah?” kata Taufik yang ditemui di Media Center Kemenpora, Selasa (11/10/2016).

“Saya rasa untuk nama bandara sudah Soekarno-Hatta saja, yang lain cari nama yang lain saja. Ini kan semua orang juga sudah tahu dan familiar, masyarakat dunia juga tahunya kalau ke indonesia, bandaranya Soekarno-Hatta. Kalo diubah lagi gimana?” imbuhnya.

Terkait negara lain yang semuanya tidak ada yang menggunakan dua nama pemimpin untuk sebuah nama bandara, menantu dari Agum Gumelar itu menyebut setiap negara memiliki ciri khas nya masing-masing, tidak harus sama dan ikut-ikutan.

“Gak usah dibanding-bandingkan dan sama, kan kita punya ciri khas sendiri,” tuntas Taufik.

Hanya di Indonesia

Nama tokoh Proklamator Bung Karno dan Bung Hatta tak hanya dikenang menjelang peringatan ulang tahun detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi akan dikenang sepanjang sejarah. Warga Negara Indonesia harus berbangga dan hormat pada tokoh Proklamator ini.

Kedua tokoh ini pun diabadikan di beberapa tempat sebagai penghormatan atas jasa besar mereka berjuang dan memproklamir negera merdeka bernama Indonesia. Sebut Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno, Senayan, Jakarta, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Jl Soekarno-Hatta di Bandung, Jawa Barat.

Nama tokoh besar ini pun diabadikan di Bandara Udara (Bandara) Cengkareng, Tangerang, Banten, dengan nama Bandara Soekarno-Hatta dan sering disingkat menjadi Bandara Soetta. Namun, nama bandara ini pun menggelitik banyak kalangan.

Mengabadikan dua nama tokoh besar sekaligus pada Bandara Cengkareng ini dinilai ganjil. Pasalnya, jarang bahkan tidak ada nama bandara di dunia yang menggunakan dua nama sekaligus.

Sebutlah, John F Kennedy Airport di Amerika Serikat, Chiang Kai Sek Airport di Tiongkok. Di Indonesia sendiri hanya di Cengkareng yang mengabadikan dua tokoh sekaligus, Soekarno dan Hatta.

Bandara lainnya hanya menggunakan satu nama tokoh seperti Bandarya, Halim Perdanakusumah di Jakarta Timur, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Pattimura di Ambon, Maluku, Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara dan lain-lain.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Dr Ujang Komarudin di Jakarta, Senin (15/8/2016) mengatakan, akan lebih bijak kalau Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng itu diubah menjadi Bandara Soekarno saja. Itu sebagai bentuk penghargaan bagi Tokoh Proklamator dan Presiden pertama Negara Republik Indonesia.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta ini, penghargaan penuh juga harus diberikan kepada proklamator Muhammad Hatta (Bung Hatta). Karena itu, nama Mohammad Hatta mestinya menjadi nama sebuah bandara di Padang, Sumatera Barat sebagai daerah kelahirannya.

Tetapi, karena Bung Hatta juga adalah milik semua bangsa Indonesia, maka nama beliau bisa diabadikan pada bandara di seluruh wilayah Republik Indonesia ini. Apakah itu di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, atau Nusa Tenggara.

Ini perlu dipikirkan dan dikaji oleh pemerintah saat ini yang mengusung tema kabinet Nawa Cita.

"Kalau mau menghargai tokoh Proklamator secara penuh, maka nama Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) itu diubah menjadi Bandara Soekarno di Cengkareng dan bandara besar lainnya dengan nama Mohammad Hatta di tempat berbeda," ujar Ujang.

 Baca juga


Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Marcel Rombe Baan