Rabu, 24 Mei 2017 | 07:25 WIB

  • News

  • Rebranding

Kalau Nanti Ada Nama Bandara Mohammad Hatta, Tak Apa-apa

Rabu, 12 Oktober 2016 | 10:19 WIB
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot Dewa Broto. (BolaXtra.com)
Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot Dewa Broto. (BolaXtra.com)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot Dewa Broto mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah yang mengiringi berdirinya negara Republik Indonesia tercinta.

Karena itu, pria yang sebelumnya berkarir di Kemenkominfo itu tak sepakat jika ada upaya untuk merubah sejarah, termasuk mengenai nama bandara Soekarno-Hatta. Bagi Gatot, pemberian nama itu bukanlah bentuk pemerintah tidak menghargai Soekarno sebagai founding father Negara Indonesia, namun justru untuk mengingatkan kita bahwa Soekarno dan Mohammad Hatta adalah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

“Kita jangan lupa bahwa Bung Karno dan Bung Hatta adalah satu paket. Kalo boleh meminjam istilah Bung Karno, yang kita baca dari dokumen bersejarah, waktu itu beliau mengatakan bahwa saya tidak ingin membacakan naskah proklamasi ini tanpa Bung Hatta, jadi itu satu paket, gak bisa dilepas itu hanya Soekarno saja, tak mungkin. Itu fakta sejarah dan Bung Karno sendiri yang mengatakan bahwa jangan lupakan sejarah,” tandas Gatot.  

Menurut Gatot meskipun di Paris ada bandara Charles de Gaulle di Amerika ada bandara J.F Kennedy, di Arab Saudi ada bandara King Abdul Aziz, tapi Indonesia tidak bisa dibandingkan aple to aple dengan mereka. Indonesia punya sejarah sendiri yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

“Nah kalau nanti mau dibuat bandara dan diberi nama Bandara Mohammad Hatta, itu tidak apa-apa. Dan jangan lupa Jakarta itu kan milik Indonesia bukan milih daerah tertentu,” ujar Gatot.

Baca Juga

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Marcel Rombe Baan

Apa Reaksi Anda?