Minggu, 26 Maret 2017 | 18:05 WIB

  • News

  • Rebranding

Saya Tetap Memilih Nama Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 18 Oktober 2016 | 16:40 WIB
Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain.(istimewa)
Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain.(istimewa)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jika harus memilih dalam penggantian nama Bandara Soekarno-Hatta, ia akan tetap memilih nama Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya tidak mengatakan setuju atau tidak setuju, tetapi jika memilih saya tetap memilih nama Bandara Soekarno-Hatta,”, ujar Kepala Lembaga Penelitian Ilmu Pengetahuan (LIPI) Iskandar Zulkarnain.

Agak sulit bagi Iskandar jika ditanyakan mengenai perubahan nama Bandara Soekarno-Hatta menjadi Bandara Soekarno, pasalnya sebagai Kepala LIPI, ia memerlukan kajian terlebih dahulu menganai hal ini dan tidak bisa hanya sekedar asumsi.

Tetapi jika harus memilih, Iskandar akan tetap memilih nama Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut Iskandar, kedua tokoh tersebut sangat berperan dalam Kemerdekaan Indonesia. Jika hanya menggunakan satu nama saja, itu menunjukkan ketidakadilan dan seolah tidak menghargai yag lain.

“Soekarno-Hatta adalah dua orang yang sangat berperan dalam kemerdekaan indonesia. Jadi kalau kita hanya mengambil nama Soekarno saja dan meninggalkan nama Hatta, itu tidak adil dan seolah tidak menghargai,” ujar Iskandar.

Hal ini ia katakan, karena sebagai Bangsa Indonesia kita memiliki tugas untuk menghargai para pahlawan sejarah, “Saya ingin menghormati keduanya, seperti di Teks Proklamasi ada nama keduanya, itu juga bentuk Soekarno menghargai Hatta sebagai orang yang berperan membawa Indonesia menuju Kemerdekaan,”.

Hanya di Indonesia

Seperti diberitakan sebelumnya di online ini, nama tokoh Proklamator Bung Karno dan Bung Hatta tak hanya dikenang menjelang peringatan ulang tahun detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi akan dikenang sepanjang sejarah. Warga Negara Indonesia harus berbangga dan hormat pada tokoh Proklamator ini.

Kedua tokoh ini pun diabadikan di beberapa tempat sebagai penghormatan atas jasa besar mereka berjuang dan memproklamir negera merdeka bernama Indonesia. Sebut Gedung Olahraga (Gelora) Bung Karno, Senayan, Jakarta, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Jl Soekarno-Hatta di Bandung, Jawa Barat.

Nama tokoh besar ini pun diabadikan di Bandara Udara (Bandara) Cengkareng, Tangerang, Banten, dengan nama Bandara Soekarno-Hatta dan sering disingkat menjadi Bandara Soetta. Namun, nama bandara ini pun menggelitik banyak kalangan.

Mengabadikan dua nama tokoh besar sekaligus pada Bandara Cengkareng ini dinilai ganjil. Pasalnya, jarang bahkan tidak ada nama bandara di dunia yang menggunakan dua nama sekaligus.

Sebutlah, John F Kennedy Airport di Amerika Serikat, Chiang Kai Sek Airport di Tiongkok. Di Indonesia sendiri hanya di Cengkareng yang mengabadikan dua tokoh sekaligus, Soekarno dan Hatta.

Bandara lainnya hanya menggunakan satu nama tokoh seperti Bandarya, Halim Perdanakusumah di Jakarta Timur, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Pattimura di Ambon, Maluku, Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara dan lain-lain.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Dr Ujang Komarudin di Jakarta, Senin (15/8/2016) mengatakan, akan lebih bijak kalau Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng itu diubah menjadi Bandara Soekarno saja. Itu sebagai bentuk penghargaan bagi Tokoh Proklamator dan Presiden pertama Negara Republik Indonesia.

Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Jakarta ini, penghargaan penuh juga harus diberikan kepada proklamator Muhammad Hatta (Bung Hatta). Karena itu, nama Mohammad Hatta mestinya menjadi nama sebuah bandara di Padang, Sumatera Barat sebagai daerah kelahirannya.

Tetapi, karena Bung Hatta juga adalah milik semua bangsa Indonesia, maka nama beliau bisa diabadikan pada bandara di seluruh wilayah Republik Indonesia ini. Apakah itu di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua, atau Nusa Tenggara.

Ini perlu dipikirkan dan dikaji oleh pemerintah saat ini yang mengusung tema kabinet Nawa Cita.

"Kalau mau menghargai tokoh Proklamator secara penuh, maka nama Bandara Soetta (Soekarno-Hatta) itu diubah menjadi Bandara Soekarno di Cengkareng dan bandara besar lainnya dengan nama Mohammad Hatta di tempat berbeda," ujar Ujang.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Marcel Rombe Baan