Sabtu, 29 April 2017 | 16:14 WIB

  • News

  • Rebranding

Penggabungan Dua Lambang Negara Harus melalui Proses Panjang

Kamis, 17 November 2016 | 07:11 WIB
Ilustrasi Bendera Merah Putih (Baca Ini)
Ilustrasi Bendera Merah Putih (Baca Ini)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terkait penggabungan dua lambang negara, yakni Bendera Merah Putih dan Burung Garuda itu, beberapa pihak dan negarawan mengemukakan komentarnya. Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi KPK Laode M Syarief.

Meski sebelumnya untuk diketahui, penggabungan lambang negara tersebut untuk menegaskan bahwa negara Indonesia terdiri dari beragam suku dan agama yang tidak bisa terpecah belah di kemudian hari. Sesuai isi dari Pancasila tersebut.

"Jadi bendera negara akan diubah ada Bhineka Tunggal Ika-nya di dalam?," tanya Laode, Jakarta, (16/11/2016).

"Tidak tahu saya tidak bisa komentar mohon maaf, sorry," imbuhnya.

Namun, saat dikejar jika wacana ini sensitif menurut Laode, hal itu tidak sensitif.

Menurutnya ini adalah bagian daripada "founding father" yaitu Soekarno yang mengatakan bahwa bendera merah putih dan Bhineka Tunggal Ika adalah satu kesatuan.

"Tetapi kalau misalnya mau merubah bendera memasukan Bhineka Tunggal Ika di situ, itu tidaklah aneh tetapi harus melalui proses pembicaraan DPR, MPR dan segala pihak terkait salah satunya presiden," jelasnya.

Namun ketika ditegaskan kembali kepada Laode apakah itu melalui proses yang panjang, La Ode tetap tidak bisa menjawabnya.

"Saya belum bisa komentar sorry mohon maaf," uajrnya.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?