Minggu, 26 Maret 2017 | 18:06 WIB

  • News

  • Rebranding

Solihin GP Tak Setuju Rebranding Lagu Indonesia Tunggal

Selasa, 06 Desember 2016 | 22:29 WIB
Solihin GP. (Netralnews.com/Sesmawati)
Solihin GP. (Netralnews.com/Sesmawati)

BANDUNG, NETRALNEWS.COM - Setiap negara memiliki lagu kebangsaan. Indonesia sebagai negara berdaulat juga punya lagu kebangsaan, yakni Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman dinyanyikan pertama kali dan diperkenalkan kepada khalayak dalam pertemuan Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 di Jl. Kramat Raya 106 Batavia (Jakarta, Red).

Pada malam penutupan itu, pemuda bernama Wage dengan penuh keyakinan memainkan beberapa bait lagu Indonesia Raya hasil gubahannya dengan sebuah biola klasik. Para hadirin yang mendengar bait demi bait lagu ini kemudian termenung dan tersadar bahwa inilah identitas nasional yang harus dimiliki, sebuah lagu kebangsaan.

Dan dalam sekejap saja, lagu ini menjadi populer, khususnya di kalangan pemuda-pemudi yang aktif dalam pergerakan nasional.

Karena keberanian para pemuda yang terus mengobarkan api perjuangan melalui pergerakan nasional, akhirnya Lagu Indonesia Raya banyak dinyanyikan dalam setiap pertemuan hingga memunculkan kecurigaan pihak Belanda.

Akhirnya di tahun 30-an lagu ini sempat dilarang untuk dinyanyikan oleh umum karena dicurigai bisa menimbulkan kekacauan. Belanda takut jika lirik-lirik ini didengar oleh rakyat maka akan muncul sebuah pemberontakan dengan skala luas.

Sang pencipta lagu, Supratman pun akhirnya diciduk dan diinterogasi mengapa lagu ini memuat kata ‘Merdeka-Merdeka’.

Sang penggubah menjawab santai bahwa lirik itu adalah ubahan dari lirik aslinya yang dibuat oleh para pemuda karena lirik aslinya adalah “moelia-moelia”.

Untuk Anda yang merasa diri berjiwa patriot, silakan selami lirik Syair Lagu Indonesia Raya ini:

 Indonesia Tanah Airku

Tanah tumpah darahku

Di sanalah aku berdiri

Jadi pandu ibuku

Indonesia kebangsaanku

Bangsa dan Tanah Airku

Marilah kita berseru

Indonesia bersatu

Hiduplah tanahku

Hiduplah negriku

Bangsaku Rakyatku semuanya

Bangunlah jiwanya

Bangunlah badannya

Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya

Merdeka Merdeka

Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya

Merdeka Merdekha

Hiduplah Indonesia Raya

 

Bisa Ubah?

Lagu kebangsaan adalah suatu lagu yang diakui resmi dan menjadi simbol suatu negara. Lagu kebangsaan dapat membentuk identitas nasional suatu negara dan dapat digunakan sebagai ekspresi dalam menunjukkan nasionalisme dan patriotisme.

Lagu Indonesia Raya dibuat di era yang jauh berbeda dengan generasi saat ini. Karena itu, ada yang berpendapat, lirik lagu Indonesia Raya bisa diubah dengan nuansa kekinian.

Perubahan itu tidak terlalu radikal, hanya satu suku kata saja yakni ku menjadi kita, sehingga menjadi Indonesia Tanah Air Kita....

Tokoh masyarakat Sunda yang juga mantan Gubernur Jawa Barat periode 1970-1975 , Solihin GP tidak sependapat dengan rebranding lagu Indonesia Raya itu.Ia mengatakan, perubahan kata ku yang ada di dalam lagu Indonesia Raya sudah punya sejarah sendiri bahwa suku kata ku terkesan lebih akrab dan langsung.

“Kata ku itu lebih akrab, lebih langsung, di dalam kita mengagumi dan menghormati Indonesia Raya itu. Kalau kata ku, kita lebih langsung bertanggungjawabnya, lebih langsung prosesnya,” ujar Mang Ihin, sapaan untuk Solihin GP.

Solihin juga mengatakan, kata ku yang ada pada kata-kata di lagu Indonesia Raya bukanlah suatu keegoisan.

“Saya kira kata ku itu bukan menunjukkan keegoismean. Kata ku dalam lagu Indonesia Raya yang ada sekarang ini sudah benar mah itu,” katanya dengan logat Sunda.

Reporter : Sesmawati
Editor : Marcel Rombe Baan