• News

  • Rebranding

Ini Kata Kang Dedi Mulyadi soal Pancasila dan Syair Indonesia Raya

Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. (infokuberita.com)
Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta. (infokuberita.com)

PURWAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usulan pengusaha nasional dan juga mantan Calon Presiden (Capres) 2004 Ricky Sutanto agar dalam syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya gubahan WR Supratman ditambahkan kata Pancasila mendapat tanggapan dari Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Apakah Kang Dedi setuju dengan usulan dengan alasan sebagai bagian dari upaya melestarikan dan membumi Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara Republik Indonesia itu? Kang Dedi tidak serta merta menjawab setuju atau pun tidak setuju.

Namun, spirit atau semangat yang melandasi usulan tersebut, yakni melestarikan dan membumikan Pancasila agar implementasi nilai-nilai ideologi Negara ini tidak luntur dalam masyarakat, sangat didukung oleh Kang Dedi. Menurutnya, itu usulan yang bagus, tetapi esensi untuk melestarikan dan mengamalkan Pancasila tidak cukup dengan hal-hal simbol.

“Menurut saya, Pancasila itu wajib menjadi pedoman hidup masyarakat bangsa Indonesia, karena itu pemerintah seharusnya terus member ruang bagi terimplementasinya nilai-nilai Pancasila,” ujar Dedi menjawab Netralnews.com seusai peresmian Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidz Yatim Piatu Al Muchtar dan SMP Islam Terpadu milik Yayasan Akomto Benteng Purwa di Benteng, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (11/6/2017) malam.

Kang Dedi mengatakan, orang-orang yang punya pandangan dan komitmen bagus soal Pancasila seharusnya diberi tempat dan ruang untuk membumikan nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Orang-orang pinggiran pun harus diberi ruang dan tempat untuk menyosialisasikan Pancasila bukan cuma orang-orang Jakarta.

“Kalau perlu cari orang-orang dari daerah yang menjadi panutan dari suku-suku di daerah seperti Dayak, Badui, Mentawai, dan tokoh dari suku lainnya di Indonesia menjadi duta-duta Pancasila di masyarakat. Jadi, duta-duta itu tidak hanya ada di Jakarta, tetapi dari Nusantara sehingga sosialisasinya pun sampai ke bawah,” ujarnya.

“Jadikan, mereka duta Pancasila, dari sisi komitmen tidak diragukan lagi. Duta Pancasila harus ambil setiap dari Dayak, Badui. Mentawai, dan suku lainnya di samping  dari tokoh agama dari berbagai lintas agama yang konsisten keteladanan dia menjadi representasi masyarakat Indonesia,” kata Dedi Mulyadi yang disebut-sebut bakal calon kuat gubernur Jawa Barat ini.

Sebelumnya, Ricky Sutanto menyatakan kerisauaannya soal fenomena makin lunturnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam masyarakat. Karena itu, dia mengusulkan agar syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang selama ini hanya dinyanyikan satu dari tiga stanza (bait), agar disisipkan kata Pancasila.

Baca Juga: Kata.Pancasila.dalam.Lagu.Indonesia.Raya..Mungkinkah

Kalau tidak bisa disisipkan dalam salah satu stanza yang telah ditetapkan secara resmi pemerintah melalui PP No 44/1958 kata Ricky, minimal bisa diciptakan satu stanza keempat yang mencantumkan kata Pancasila. Tujuannya agar nilai-nilai Pancasila lestari dan tidak dilupakan semua warga Negara Indonesia.

Menanggapi hal itu, pengamat dari Universitas Al Azhar Jakarta Dr Ujang Komarudin mengatakan, secara ide dan argumen, usulan Ricky Sutanto itu bagus. Artinya, ide itu muncul justru, karena ada rasa cintanya yang tinggi pada Tanah Air Indonesia dan juga komitmennya pada  ideologi Pancasila.

Baca Ini Juga: Lagu Indonesia Raya versi.Lengkap.Wajib.Dinyanyikan. Mulai.jJuli.2017

Hanya saja, menurut Ujang Komarudin, Lagu Indonesia Raya itu karya seseorang. Karya-karya orang lain, maka proses penambahan Pancasilaatau aspek lainnya harus seiizin dengan yang menciptakannya atau paling tidak ahli warisnya.

Perubahan atau penambahan kata Pancasila dalam Lagu Indonesia Raya juga mempunyai konsekuensi dilakukannya perubahan atas Peraturan Pemerintah. Sebab, Lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan dengan sebuah Peraturan Pemerintah, yakni PP No 44/1958 dan juga sekarang ada UU No 24/2009 tentang Lambang Negara.

 

Editor : Marcel Rombe Baan

Apa Reaksi Anda?