Selasa, 22 Agustus 2017 | 12:31 WIB

  • News

  • Rebranding

Nama Indonesia Muncul dari Suku Tondano

Seorang warga di antara Bendera Merah Putih yang berkibar-kibar
Istimewa
Seorang warga di antara Bendera Merah Putih yang berkibar-kibar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Benarkah nama Indonesia ditemukan oleh penulis-penulis dari Eropa? Nama Indonesia sering disebut pemberian orang luar dan juga artinya bagian dari India, sehingga ada keinginan mengubah nama Indonesia menjadi Nusantara.

Mantan Rektor IKIP Manado (sekarang Universitas Negeri Manado/Unima)  dari tahun 1982 s/d 1992, Prof Dr Adolf Everhard Sinolungan SH menulis dalam blognya bahwa nama Indonesia sesungguhnya berasal dari suku-suku di Nusantara sendiri, yakni Suku Tondano, Sulawesi Utara.

Berikut tulisan Adolf Everhard Sinolungan tersebut:

Hasil gambar untuk Adolf Everhard Sinolungan

Mantan Rektor IKIP Manado (sekarang Universitas Negeri Manado/Unima)  dari tahun 1982 s/d 1992,

Prof Dr Adolf Everhard Sinolungan

Sampai sekarang orang berpendapat Earl, Logan dan Bastian adalah penemu dan pengguna kata nama "Indonesia". Puluhan tahun sebelum tiga "pakar" Barat menggunakannya, orang-orang suku Tondano khususnya dan suku-suku Tontemboan, Tomohon, Tonsea, Tonsawang umumnya sudah menggunakan kata sandi perjuangan "endonei-sia" (Tdn,Ts,Tmh,Ttb,Tsw), atau "induni-sia" (Rmbkn/Tdn) terucap "indonesia". Kata kerja Endonei,endoni, induni bermakna ambil rebut kembali “sia” adalah si dia yaitu gadis manis personifikasi kemerdekaan.

 Sandi perjuangan ini digunakan setelah penderitaan tak terperi dan sakit hati tak tergambarkan suku-suku bangsa Minahasa karena ulah penjajah, sejak Minahasa kalah pada 5 Agustus 1809 dikeroyok pasukan gabungan bangsa-bangsa taklukkan Belanda bersama pasukan inti Belanda dalam Perang Tondano 1808-1809.

Di tengah derita penjajahan pd akhir abad 19 itu lahir Sam Ratulangi (5 Nopember 1890) di Tondano. Dalam dirinya mengalir darah leluhur pelaku Perang Tondano (1808-1809). Leluhurnya dari Remboken Usai Sekolah Raja di Tondano, nelajar di Batavia, kemudian lanjut ke Eropa.

Sementara beliau studi di Belanda Sam Ratulangi menjadi Ketua Indiesche Vereniging (1913-1915), atau persatuan India maksudnya orang-orang yang berasal dari Hindia Belanda. Di sini disosialisasikan kata nama Indonesia. Ide-Indonesia dari Sam Ratulangi itu disetujui semua. Juga disosialisasikannya ide Indonesia itu saat menjadi Ketua Persatuan Mahasiswa Asia se Eropa.

Pulang tanah air Dr Sam Ratulangi pertama kali di tengah masa penajahan secara terang-terangan menggunakan kata nama Indonesia di wilayah Hindia Belanda. Nama “Indonesia” dipakai beliau pada nama bisnisnya "Levensverzekering Maatschappij Indonesia" (perusahan asuransi Indonesia). Kantornya di jln Braga Bandung sekitar tahun 1918.

Bung Karno sebagai Presiden RI dalam Amanatnya pada tgl 18 Agustus 1960 di Gedung Pemuda Jakarta di hadapan audiens Kongres Mahasiswa dan Pelajar Minahasa se Nusantara mengulangi ucapan DR Ratulangi, "ideeku ratusan atau ribuan pulau-pulau dan penduduknya satu Indonesia" "ideeku sudah disampaikan dan disetujui pemuda pemudi yang sedang belajar di Belanda".

Kata nama Indonesia ini dipopularisasi Bung Karno di tanah air dan terbawa ke Sumpah Pemuda 1928. Banggalah kata nama "Indonesia" berasal dari bumi Toar Lumimuut/Minahasa, dari bahasa-bahasa Nusantara, bukan karya pakar asing!, juga bukan import bermuatan kata "India" dan “nesos” atau kepulauan India.

Kata nama Indonesia adalah sandi perjuangan suku Tondano dan suku-suku bangsa Minahasa pasca Perang Tondano. Di dalam kata endonei/induni tersirat motivasi bersatu untuk sama-sama berjuang merebut kembali si dia atau sia personifikasi kemerdekaan, dari penjajah.

Kata nama Indonesia adalah mutiara pusaka bahasa Nusantara milik bangsa besar Indonesia! Sebagai putra bangsa, kita mesti bangga pada kearifan budaya lokal yang terangkat menjadi nama tanah air, bangsa, bahasa dan negara Indoneisa. Atau anda memuja buatan asing, seperti menolak sepatu Cibaduyut karya putera bangsa, tetapi berebut membelinya di Mall setelah bercap made in Italy dan lain-lain. 

 

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : http://aesinolungan.blogspot.co.id

Apa Reaksi Anda?