• News

  • Religi

Larangan Perayaan Valentine Bermunculan dari Berbagai Daerah

Larangan perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang, bermunculan dari berbagai daerah.
Daily Mail
Larangan perayaan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang, bermunculan dari berbagai daerah.

JAKARTA, NNC - Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohamad Thamrin mengeluarkan Surat edaran nomor 421/01120/Disdik/2018, tertanggal 12 Februari 2018, melarang siswa di Depok untuk merayakan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

"Diharapkan peristiwa tersebut diisi dengan kegiatan positif yang sesuai dengan nilai budaya ketimuran negara Indonesia," papar Thamrin dalam surat edaran yang ditujukan ke Kepala Sekolah SD dan SMP Negeri maupun swasta di wilayah Depok, Jawa Barat, Selasa (13/2/2018).

Ia meminta seluruh perangkat sekolah menanamkan sikap karakter atau kepribadian dengan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia di lingkungan sekolah. Ia juga mengimbau para Pengawas Pembina, Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP untuk mengawasi kegiatan peserta didiknya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyatakan dirinya melarang perayaan Valentine's Day di Aceh karena tidak sesuai dengan budaya dan bertentangan dengan syariat Islam.

"Valentine's Day merupakan budaya yang tidak sesuai dengan Aceh dan Syariat Islam," kata Gubernur Aceh dalam siaran pers di terima Antara di Banda Aceh, Selasa (13/2/2018).

Larangan perayaan Hari Valentine juga dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Pemprov Kalteng mengeluarkan surat imbauan untuk tidak merayakan 'valentine day' atau hari kasih sayang yang sering diperingati pada 14 Februari.

Surat yang ditandatangani Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri itu ditujukan untuk kepala SMA, MA, SMK, SMP dan MTs se-Kalimantan Tengah.

Disebutkan, surat tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan maraknya budaya Barat masuk ke Indonesia yang sangat memengaruhi karakter generasi muda bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa.

Perayaan valentine merupakan budaya Barat dan tidak sesuai dengan karakter budaya bangsa Indonesia.

Kegiatan itu cenderung digunakan sebagai ajang pergaulan bebas yang tidak sesuai denhan ajaran agama dan budaya masyarakat, sehingga kebiasaan merayakan valentine dinilai harus ditiadakan dan dihilangkan di kalangan pelajar dan generasi muda.

Cara menununjukkan kasih sayang kepada sesama manusia tidak dibatasi oleh waktu tertentu, melainkan berlaku sepanjang waktu yang merupakan bagian dari kewajiban berbuat baik sebagai bentuk ibadah sesuai ajaran agama masing-masing.

Satpol PP

Larangan perayaan Valentine juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja. Di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Satpol PP akan menggencarkan patroli untuk mencegah sekaligus mengantisipasi perayaan adanya "valentine's day" terkait adanya larangan dari pemerintah daerah setempat.

"Kami akan menurunkan satu peleton anggota untuk patroli di malam perayaan valentine's," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati di Mataram.

Menurutnya, perayaan "valentine's day" yang dilarang oleh pemerintah kota adalah perayaan yang dilakukan di tempat umum dan lingkungan sekolah.

Sementara perayaan yang dilakukan di hotel dan kafe-kafe, tidak dapat sepenuhnya dilarang sebab hal itu juga menjadi bagian dari pendapatan para pengusaha.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengimbau seluruh siswa tingkat SD dan SMP untuk tidak merayakan "valentine day" yang jatuh pada setiap tanggal 14 Februari.

"Kami sudah berkirim surat edaran kepada pihak sekolah untuk melarang siswanya merayakan 'valentine day' yang bukan budaya kita," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemekab Bondowoso Endang Hardiyanti di Bondowoso, mengutip Antara.

Menurut Endang, perayaan "valentanie day" cenderung mengarah ke hal-hal negatif yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya ketimuran.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?