• News

  • Religi

Napak Tilas Perjalanan Rasullulah

Jamaah rombongan Alexandria Tour yang berangkat umrah melalui PT Haifada Bisa Wisata travel umrah.
NNC/Wahyu Praditya
Jamaah rombongan Alexandria Tour yang berangkat umrah melalui PT Haifada Bisa Wisata travel umrah.


"Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innalhamda Wan Ni’mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalak"

Mekkah, NNC - Umrah merupakan perjalanan impian bagi muslim muslim dibelahan dunia. Tak terkecuali saya, dan puluhan rombongan Alexandria Tour yang berangkat umrah melalui PT Haifada Bisa Wisata travel umrah.

Banyak hikmah dan nikmat yang kami dapatkan dari perjalanan suci ini. Yah, bukan hanya perjalanan wisata semata, namun perlu persiapan spiritual saat berkunjung ke rumah Allah.

Mulai dari berpakaian Ihram (kain putih tanpa jahitan), melakukan thawaf dan sa'i sebanyak 7 kali, hingga Tahallul atau disebut juga dengan mencukur sebagian rambut di kepala. Proses tersebut harus dilakukan dalam tahapan ibadah umrah.

Untuk itu dalam melakukan proses ibadah umrah, tak ada salahnya kita mengetahui  asal muasal atau  sejarah perjalanan Rasullulah dalam melakukan ibadah haji untuk pertama kalinya.

Dituturkan, pada tahun ke-6 Hijriyah, Nabi Muhammad SAW bersama 1500 orang sahabat pergi ke Mekkah untuk melakukan ibadah haji.

Dalam perjalanannya ke Mekkah, Rasullulah mengenakan pakaian Ihram dan membawa beberapa unta sebagai hewan Qurban. Dan, inilah pertama kalinya Rasullulah beserta para sahabat melakukan ibadah haji.

Namun, Rasullulah dan sahabat terkendala di dalam perjalanan karena dihadang oleh kaum Quraisy di Hudaibiyah. Nabi Muhammad SAW langsung melakukan perundingan dengan para kaum Quraisy.

"Maka, ditempat inilah yang dinamakan perundingan Hudaibiyah dan mengadakan perjanjian yang dinamakan perjanjian Hudaibiyah," kata ustadz Maizan Alhalim, salah satu ustadz pemandu perjalan umrah kami.

Dalam umrah ini, saya dan rombongan berkesempatan berkunjung ke Masjid Hudaibiyah yang berada di perbatasan kota Mekkah. Namun sayang bangun asli yang berada dibelakang bangunan utama, sebagai sudah dibongkar. Bangunan masjid saat ini sudah direnovasi.

Ada beberapa poin yang dihasilkan dari perundingan Hudaibiyah tersebut, salah satu adalah muslim-muslim yang melakukan ibadah yang dilakukan pada tahun itu dan bisa berhadiah kembali ditahun berikutnya dengan syarat tidak lebih dari 3 hari.

Meskipun telah banyak orang-orang dari para rombongan dan para sahabatnya, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa mereka dan mereka yang lain menunda perjalanan hajinya.

Pada tahun berikutnya, jelas pada tahun ke 7 Hijriyah Nabi Muhammad SAW dan 2000 orang dalam rombongannya melakukan umrah ke Baitullah untuk pertama kalinya.

Nabi Muhammad SAW dan para rombongan memasuki Ka'bah dan langsung melakukan thawaf  sebanyak tujuh kali putaran. Maka Nabi Muhammad melakukan shalat di makam Nabi Ibrahim AS dan meminum air zam-zam.

"Setelah itu, para rombongan melakukan sa'i atau lari-lari kecil dari Sahafa ke Marwah, selanjutnya dilakukan Tahallul atau disebut juga dengan mencukur sebagian rambut di kepala," ujar Maizan.

Sampai saat ini, apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW telah menjadi rukun umrah yang berlaku bagi orang Muslim di dunia. Nabi Muhammad SAW pertama kali dalam melakukan umrah di Tanah suci yaitu melakuakan ihram, thawaf, sa'i, dan tahallul.

Seluruh rukun umrah tersebut adalah sebagian dari rukun pelaksaan haji. Hal yang membedakan haji dan umrah adalah sentuhan waktu pelaksanaan. Jika haji dilaksanakan dalam waktu satu tahun sekali sementara umrah dilakukan waktu kapan saja. Maka dari itu ibadah umrah sering disebut sebagai haji kecil.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?