• News

  • Religi

Menag Bahas Taklimatul Hajj dengan Kementerian Haji di Arab Saudi

 Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin
bidikdata
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin

JAKARTA, NNC - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin,  Minggu (9/12/2018) sore bertolak ke Jeddah,  Arab Saudi. Menag akan bertemu Menteri Haji untuk membahas dan menandatangani MoU penyelenggaran haji 1440H/2019M atau yang biasa disebut dengan Ta'limatul Hajj.

"Senin, saya akan bertemu Menteri Haji Saudi untuk membahas sekaligus menyepakati Ta'limatul Hajj. Indonesia akan kembali mengusulkan pentingnya perbaikan sarana prasarana di Arafah dan Mina," kata Menag salam siaran persnya.

Menurut Menag, Armina selalu menjadi persoalan krusial dalam penyelenggaraan haji. Meski perbaikan terus dilakukan, masih diperlukan terobosan agar jemaah bisa lebih nyaman dan khusyuk dalam beribadah di sana. Apalagi, Armina menjadi rangkaian dari puncak haji itu sendiri.

"Catatan layanan Arafah,  terkait dengan pendingin tenda. Ini penting mengingat musim haji tahun ini diperkirakan bertepatan dengan puncak musim panas," jelas Menag.

Untuk Mina, lanjutnya,  isu pokoknya terkait ketersediaan tenda dan toilet. Indonesia berharap Saudi bisa mengambil langkah solutif terkait hal ini. Misalnya, dengan menyiapkan tenda bertingkat dan menambah toilet.

Kemenag sendiri berencana menerapkan sistem zonasi untuk akomodasi jemaah. Penempatan hotel akan dikelompokkan sesuai wilayah di Indonesia. Hal itu diharapkan menambah kenyamanan jemaah dan memudahkan layanan variasi menu katering.

"Setiap tahun selalu ada sekitar 6-7 maktab jemaah haji Indonesia di Mina Jadid. Tahun ini kami berencana menempatkan mereka di kawasan terdekat jamarat (syisah dan aziziah) sehingga mereka bisa kembali ke hotel pada fase Mabit di Mina," tandasnya.

Selain bertemu Menteri Haji Saudi, Menag dijadwalkan meninjau Kantor Urusan Haji (KUH) yang baru di Jeddah serta update sejumlah persiapan layanan di Madinah. Menag dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Rabu, (12/12/2018).

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?