• News

  • Romansa

Agar Malam Pertama Tak Berubah Jadi ‘Bencana‘, Lakukan Hal Ini

Ilustrasi.
Youtube
Ilustrasi.

JAKARTA, NNC - Malam pertama selalu menjadi malam yang sakral dan membahagiakan bagi pasangan pengantin baru. Walaupun begitu, masih banyak wanita yang merasa gugup dan panik saat menghadapinya. Terlebih lagi bagi pasangan yang belum lama pacaran atau bahkan belum terlalu mengenal satu sama lain. 

Pasangan seperti ini biasanya dihinggapi rasa kurang relaks dalam bercinta sehingga akan mengurangi kenikmatan. Kurang relaks atau kaku biasanya akan menimbulkan kepanikan yang justru berimbas pada penurunan mood dalam bercinta.

Selain itu, besarnya ekspektasi atau pengharapan suami istri akan keindahan percintaan di malam pertama juga bisa menghadirkan kepanikan dan kegugupan pasangan suami istri (pasutri) baru. 

Pasalnya pengharapan tinggi ini akan membuat mereka menjadi terbebani dan tidak enjoy dalam menghadapi malam pertamanya. Padahal, sangatlah wajar jika pada malam pertama pasangan baru masih belum dapat melakukan hubungan suami istri dengan tepat.

Kondisi ini akan berubah semakin buruk bagi kaum hawa yang tidak memiliki pengetahuan seputar aktivitas seksual. Akibatnya, selain tidak memperoleh kenikmatan puncak dalam percintaan, hubungan intim yang dilakukan pasutri pun akan terasa hambar karena kurangnya eksplorasi foreplay atau pemanasan.

Nah, sebelum malam pertama Anda berubah menjadi bencana karena kurangnya pemahaman, sebagai langkah awal dr. Anita Gunawan, SpAnd, dokter spesialis andrologi menganjurkan Anda untuk mengikuti premarital konseling bagi calon pasutri. 

Melalui premarital konseling ini, pasangan tidak hanya diajarkan semua trik menjadi istri atau suami yang baik, namun juga diajarkan tentang tips pintar dalam menghadapi malam pertama. 

Dalam premarital konseling calon pasutri akan diberi penyuluhan. Kesiapan mental setiap pasutri dalam menghadapi malam pertama sebenarnya tidak bisa dilihat dari jangka waktu. 

Siap tidaknya calon pengantin tidak ditentukan semata-mata oleh batasan waktu saja tapi ditentukan oleh seberapa besar pengetahuan yang sudah dia miliki, apakah ada trauma masa lalu yang dapat memengaruhi pandangannya tentang relasi seksual suami-istri, seberapa positif sikap yang ia miliki terhadap relasi tersebut. 

Jika memang calon pengantin merasa cemas berlebihan dalam menghadapi malam pertama, mereka harus segera berkonsultasi pada konselor perkawinan untuk menghilangkan kecemasan tersebut agar tidak menjadi penghalang pada malam pertama. 

Reporter : Christophorus Aji Saputro
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?