Selasa, 16 Januari 2018 | 18:36 WIB

  • News

  • Rukun Suku Nusantara

Folklor Seksualitas Perempuan Madura: Masukkan Timun ke dalam … Keluar Jadi Acar (Habis)

Gadis Madura
selipan
Gadis Madura

SAMPANG, NNC - Tulisan berseri  tentang ekspektasi seksualitas orang Madura yang diawali dengan judul, Seksualitas Orang Madura: Gelas Bergoyang dan Sendok pun Bergetar, berujung di sini dalam 5 tulisan yang menggairahkan dan menggetarkan impuls-impuls bawah sadar Anda. 

Tulisan yang diawali dengan kiasan, Tot toli tot tot kaceperra jen onjenan, Pak Ali sake’to’ot pellerra jen onjenan, tot toli tot tot,- buah kecipir bergoyang-goyang…Walaupun Pak Ali sakit lutut, ’burungnya’ menggeliat terus).

Tulisan pertama diakhiri dengan pengibaratkan arsitektur  rumah menguatkan bias maskulin. Bahan untuk tiang penyangga rumah (sasaka agung) harus berasal dari kayu yang kokoh (salarak) karena harus menusuk kayu yang melintang dari bahan yang lebih lunak (babirun). 

Bahan itu tidak boleh sebaliknya. Kayu salarak merupakan simbol laki-laki, sedangkan kayu babirun merupakan simbol perempuan. Laki-laki disimbolkan dengan kayu yang kuat dan kokoh, sedangkan perempuan dengan kayu lunak. Maknanya adalah laki-laki harus menusuk perempuan. Wuii!

Kemudian, tulisan Abd. Latif Bustami ini berupaya menjelaskan bagaimana seksualitas dibayangkan, terutama seksualitas sebagai arena pergumulan kuasa laki-laki dan perempuan, ikhtiar kreatif untuk memenangkan pergumulan tersebut, pemenuhan kepuasan batin, dan variasi hasil pergumulan.

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?