Selasa, 16 Januari 2018 | 18:28 WIB

  • News

  • Rukun Suku Nusantara

Kenapa Orang Sunda Belum Ada yang Jadi Presiden? 

Orang Sunda
wargikangdedimulyadi.blogspot
Orang Sunda

BANDUNG, NNC - Pertanyaan di atas mungkin pertanyaan nakal, sederhana, mungkin agak menggelitik dan tidak mendasar,  dan mungkin memang kena ke jantung persoalan yang menyentuh dengan realitas kehidupan politik di negeri ini, terutama menyangkut kepemimpinan nasional sebagai presiden.

Bahwa realitas mengatakan selama ini setelah sekian kali berganti pemimpin di negeri ini, yaitu presiden, mulai dari Soekarno, Soeharto hingga Jokowi, belum ada yang berasal dari suku Sunda. Baru satu dari Sulawesi, yaitu BJ Habibie dan yang lainnya dari suku Jawa.

Pertanyaan-pertanyaan ini juga sebenarnya sering menjadi materi obrolan di mana-mana di ruang publik negeri ini, mulai dari restoran kelas wahid, bahkan di ruang-ruang seminar, hingga ke warung-warung makan dan di kedai-kedai kopi, dan di gang-gang sempit juga dari ruang-ruang keluarga.

Misalnya, dari Bandung sendiri, kerap ada tulisan yang mempertanyakan kenapa belum muncul putra-putra Bandung yang berani mencalonkan diri menjadi presiden. Atau dari anak-anak Banten, atau dari Jawa Barat umumnya, yang mencitrakana diri sebagai suku Sunda. Kenapa dan kenapa?

Bintang.com dan Kompasiana.com juga pernah menyentil persoalan serupa. Kemungkinan besar media lain juga pernah menyentilnya. Hingga kini pun belum ada yang memberikan alasannya secara pasti dan obyektif. Tulisan ini pun tidak bermaksud merendahkan dan menyinggung perasaan suku Sunda atau pihak tertentu. Lagi pula tulisan ini sekadar meneruskan obrolan yang pernah diluncurkan sejumlah media dan obrolan lain yang berseliweran di akustik ruang publik lainnya.

Bintang.com misalnya, pernah menurunkan sebuah tulisan yang mengatakan bahwa orang Jawa masih beranggapan bahwa orang Bandung jarang sekali menjadi nomor satu di negara ini karena cenderung sombong dan angkuh setelah berhasil menduduki jabatan teratas. 

Pendapat ini diperkuat dengan beragam cerita yang mengatakan bahwa pihak keluarga si pejabat sendiri pun kadang ditolak oleh si pemimpin tersebut. Tentu saja ini merupakan sebuah pandangan yang sempit, keliru dan bisa diperdebatkan tanpa saling menyalahi. Karena banyak juga orang Sunda yang begitu adil dan tidak sombong memimpin bawahannya.

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?