• News

  • Rukun Suku Nusantara

Ini  Kisah 5 Pendekar Asli Betawi-Banten yang Bikin Belanda Keder

Ilustrasi si Pitung
Istimewa
Ilustrasi si Pitung

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia adalah gudangnya para pendekar. Di zaman penjajah dulu, di semua suku dan daerah,  lahir para pendekar dan para pahlawan nasional yang berani menentang Belanda. Dengan ilmu kanuragan alias kesaktiannya, mereka tidak pernah gentar melawan penjajah. Para penjajah pun dibuat keder, kelimpungan. 

Para pendekar alias para pahlawan pemimpin perang di seluruh suku dan daerah di seluruh pelosok Nusantara dibantu rakyat yang super berani dan gagah perkasa, terus melawan para penjajah yang datang dengan berbagai alat perang yang canggih. 

Tetapi, dengan keberanian dan kesaktian yang mereka miliki, akhirnya apa yang kita lihat para penjajah yang sudah menguasai seluruh pelosok Nusantara pun berhasil dikalahkan, ditumpas dan diusir pergi alias angkat kaki dari persada Nusantara.

Beberapa orang Betawi berikut ini, konon memiliki kesaktian yang begitu tersohor. Bahkan mereka dengan gigih menentang para penjajah sampai pusing dibuatnya.

1. Si Pitung

Nama si Pitung bisa jadi sudah banyak dikenal karena namanya memang melegenda. Ia berasal dari kampung Rawabelong, Jakarta Barat. Nama aslinya adalah Salihoen, tapi kemudian dipanggil Pitung yang berasal dari kata bahasa Sunda Pitulung dengan arti penolong.

Ia adalah sosok pendekar yang berani dan gagah perkasa  menentang penjajah Belanda pada masa itu. Konon ia adalah seorang yang sakti dan kebal dari peluru biasa para penjajah. Kabarnya ia juga punya ilmu Rawe Rontek yang bisa membuat musuh tidak bisa melihatnya. Ada beberapa versi mengenai kematiannya, mulai dari tewas karena ditembak dengan peluru emas, hingga kesaktiannya yang hilang karena rambutnya dipotong.

2. Entong Gendut

Entong Gendut adalah seorang tokoh pendekat Betawi yang berasal dari daerah Condet. Ia terkenal sebagai sosok yang berpegang teguh pada prinsipnya. Sebagai seorang tokoh masyarakat, ia sebenarnya pernah ditawari untuk menjadi raja muda di Condet oleh Belanda, tapi ditolaknya.

Melihat masyarakat Condet yang menderita akibat ulah penjajah Belanda, ia akhirnya menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan. Kemudian terjadilah perang di Landhuis antara Entong Gendut beserta warga Condet dan pihak Belanda. Tapi pemberontakan tersebut berhasil digagalkan oleh Belanda dan Entong Gendut tewas tertembus peluru musuh. Mayatnya akhirnya dibuang ke laut

3. Nyimas Gamparan

Nyimas Gamparan adalah seorang pahlawan yang berasal dari daerah Banten. Namanya tidak terlalu sering didengar, meski sebenarnya ia juga termasuk sosok heroik yang menentang ketidakadilan penjajah Belanda. Bersama puluhan prajurit wanitanya, ia menggunakan taktik perang gerilya dalam melawan pasukan Belanda.

Ia dikenal dalam perang Cikande yang terjadi tahun 1829 hingga 1830. Kehebatan pasukan Nyimas Gamparan bahkan sampai membuat Belanda kerepotan dan harus menggunakan taktik devide et impera-memecah belah. 

Belanda meminta bantuan Raden Tumenggung Kartanata Nagara untuk menumpas pasukan wanita tangguh ini dengan iming-iming akan dijadikan penguasa Rangkasbitung. Akhirya pasukan Nyimas Gamparan kalah oleh pasukan Kartanata Nagara.

4. Nyimas Melati

Nyimas Melati adalah anak perempuan Raden Kabal yang secara aktif terus melawan penjajahan Belanda. Wanita asal Tangerang tersebut tidak tinggal diam, ia juga turut terlibat dalam perjuangan melawan penjajah.

Nyimas Melati dikenal sangat ahli dalam hal bela diri dan memiliki ilmu kanuragan yang tinggi. Dengan kekuatannya ini, ia ikut melakukan pemberontakan melawan tuan tanah yang berpihak pada pemerintahan kolonial.

5. Haji Darip

Salah satu pahlawan lain yang juga disegani adalah Haji Darip yang dikenal sebagai jagoan sekaligus pejuang. Meski bagi penduduk lokal dikenal sebaga pahlawan, pihak kolonial Belanda justru menganggapnya sebagai bandit karena selalu mengusik pemerintahan Batavia.

Jagoan asal Klender ini konon punya jimat yang membuatnya kebal. Ia juga pandai merekrut orang untuk menjadi bagian dari gerombolannya. Setiap orang non-pribumi yang melewat wilayah kekuasaannya pasti akan dijarah dan harus berteriak “merdeka!”

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Diolah dari Tetalogi dalam Bombastis dan lan-lain

Apa Reaksi Anda?