Rabu, 13 Desember 2017 | 06:30 WIB

  • News

  • Singkap Sejarah

Bagaimana "Friday the 13th" Jadi Hari yang Sangat Menakutkan?

Dalam budaya Barat, tanggal 13 yang jatuh di hari Jumat menjadi hari yang dianggap
Live Science
Dalam budaya Barat, tanggal 13 yang jatuh di hari Jumat menjadi hari yang dianggap

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam almanak 2017, hari Jumat dengan tanggal 13 atau akrab disebut " Friday the 13th", jatuh pada 13 Januari dan 13 Oktober, hari ini.

Mitosnya dalam budaya Barat, hari Jumat yang jatuh pada tanggal 13 merupakan hari yang tidak menguntungkan dan dikaitkan dengan hal-hal mistis. Sampai akhir 1800-an, tidak ada yang mengistimewakan " Friday the 13th".

Lalu kapan persisnya tanggal tersebut menjadi hari yang suram? Pastinya gagasan itu tertanam kuat dalam kesadaran budaya di tahun 1980, ketika film " Friday the 13th" dirilis, seperti dilansir dari laman Live Science, Jumat (13/10/2017).

Dalam film tersebut, penjahat bertopeng hoki, Jason Voorhees, telah menjalani kehidupannya sendiri. Dengan menggunakan tagline sensasi ketika film itu diluncurkan "Jumat tidak akan pernah sama lagi", film ini mengisahkan tentang pembunuhan ngeri dan seram di sebuah camp musim panas.

Rupanya, Jason Voorhees, pembunuh dalam film itu, lahir pada hari Jumat tanggal 13. Sehingga dia memilih untuk membalas dendam pada orang di perkemahan tersebut tepat pada tanggal kelahirannya dan membiarkannya tenggelam di Danau Crystal.

Ada 12 film terkait " Friday the 13th" serta beberapa novel dan buku kosmik. Jadi, tidak mengherankan jika penelusuran Google Ngram memunculkan frase " Friday the 13th" menemukan istilah tersebut diluncurkan di buku pada tahun 1980.

Istilah " Friday the 13th" juga dipopulerkan oleh Kapten Willam Fowler, seorang tentara yang terkenal. Ia menyadari bahwa nomor 13 telah terkait dalam sejarah kehidupannya. Dia mulai masuk sekolah umum nomor 13 di New York City, termasuk bertempur dalam 13 perang saudara.

Fowler memulai sebuah komunitas bernama Thirteen Club, yang mengadakan pertemuan pertamanya pada 13 September 1881. Para tamu berjalan di bawah tangga menuju meja dengan 13 kursi yang dihiasi dengan garam yang tumpah.

Sebenarnya, gagasan bahwa 13 adalah angka sial berasal dari mitologi kuno. Menurut Donald Dossey, penulis buku "Holiday Foklore, Phobia and Fun" yang diterbitkan pada 1992, sebuah mitos Norse (Norwegia) menceritakan sebuah pesta makan malam untuk 12 dewa di mana seorang tamu ke-13 muncul tanpa diundang.

Tamu tersebutlah kemungkinan ialah Loki, yang membunuh dewa sukacita dan kebahagiaan, Balder. Jumat juga dianggap sebagai hari sial dalam tradisi Barat. Kamus Frase dan Fabel E Cobham Brewer 1898 mengklaim bahwa Jumat sebagai hari dimana Yesus disalibkan dan mungkin hari Adam dan Hawa memakan buah terlarang di Taman Eden.

Pada tahun 1907, penulis Thomas William Lawson mengumpulkan gagasan tentang Jumat yang tidak beruntung dan 13 yang tidak beruntung dengan novel " Friday the 13th," sebuah kisah seorang broker yang tidak bermoral yang mengambil keuntungan dari takhayul ke permainan pasar saham pada tanggal tersebut, yang digambarkan sebagai "Wall Street hoodoo-day". Lawson mungkin belum menemukan gagasan tentang tanggal yang tidak beruntung, tapi sepertinya dia menyebarkan gagasan itu.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?