• News

  • Singkap Sejarah

Menengok  Kehebatan Cara Presiden Soeharto Pilih Panglima TNI

Benny Moerdany
armystory.blospspot
Benny Moerdany

JAKARTA, NNC - Belakangan ini, penggantian Panglima TNI dari Jenderal Gatot Nurmantyo ke Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi berita hangat di media massa dan dalam obrolan masyarakat. 

Sebagaimana alasan penggantian ini, seperti sudah menjadi alasan klasik, yakni menjelang pensiunnya Panglima. Alasan ini, seperti sudah berlangsung secara turun temurun di kalangan eksekutif, khususnya istana. 

Hangatnya berita itu, dimulai dari munculnya sejumlah calon ketika itu, seperti  atau semisal Kepala Staf TNI AD Jenderal Mulyono, lalu Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pilihan Presiden Joko Widodok, akhirnya jatuh ke Marsekal Hadi Tjahjanto. Berbagai komentar pun bermunculan, seperti  keberuntungan terbaik Marsekal Hadi yang tidak dapat dilepaskan dari hubungannya dengan Presiden Jokowi di masa lalu.

Ia menilai hubungan itu terjalin tatkala Jokowi masih menjabat sebagai Walikota Solo dan Hadi sebagai Komandan Lanud Adi Soemarno di Solo.

Bahwa reputasi Marsekal di Lingkup TNI AU menjadi sangat penting, tetapi tidak bisa disepelekan soal hubungan personal sang presiden dengan sang Panglima yang baru. Selain itu, alasan politis dan teknis, yakni yang bahwa pemilihan itu adalah hak prerogative Presiden Joko Widodo.

Dalam kaitan dengan itu semua, orang lalu membandingkan dengan presiden di era reformasi dengan presiden di masa Soeharto. 

Ada kisah menarik bagaimana dulu Presiden Soeharto memilih Panglima TNI yang dulu disebut Pangab atau Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?