• News

  • Singkap Sejarah

Sejarah Terciptanya Lagu “Malam Kudus” , Malam Natal dari Kampung Kecil di Austria

Lagu Malam Kudus
kidungonline.com
Lagu Malam Kudus

AUSTRIA, NNC - Peristiwa yang paling ditunggu setiap umat Kristen di seluruh dunia pada saat merayakan Natal adalah peristiwa perayaan ekaristi di malam Natal. Lagu yang paling ditunggu oleh setiap umat saat merayakan Natal di malam Natal adalah saat dinyanyikan lagu Malam Kudus. 

Sebuah lagu Malam Kudus yang sangat menggetarkan jiwa bak menghipnotis setiap umat Kristiani di seluruh dunia saat merayakan Natal di Malam Natal. 

Lalu, apakah Anda tahu, sejarah lahirnya lagu Malam Kudus yang menghipnotis dan menggetarkan jiwa serta siapa pencipta lagunya? Netralnews kali ini mencoba memaparkan sejarah lahirnya lagu Malam Kudus yang menggetarkan jiwa itu.

Tahun 1816 Pastor Joseph Mohr menulis lirik lagu “Malam Kudus” (aslinya “Stille Nacht”) ketika bertugas di gereja peziarah di sebuah desa Mariapfarr, Lungau di pegunungan Alpen, Austria. 

Beberapa hari sebelum Natal tahun 1818, Joseph Mohr sebagai pastor pembantu di gereja Santo Nikolaus, Obendorf, Salzburg, Austria, bingung karena organ di gereja rusak. Umat bakal kecewa jika lagu-lagu Natal dinyanyikan tanpa iringan organ. 

Umat yang terbanyak terdiri dari pekerja kapal, pembuat perahu, dan keluarganya pun sedang dirundung kesulitan ekonomi. Penyebabnya adalah terhentinya transportasi garam melalui sungai di Salzburg setelah Perang Napoleon (1792 – 1815). Ekonomi lesu dan penduduk setempat mengalami depresi ekonomi.

Dalam keadaan bingung Mohr berjalan kaki ke rumah Franz Gruber, seorang guru SD yang menjadi organis dan pemimpin koor di gereja. Ia menunjukkan lirik yang ditulis dua tahun lalu kepada Gruber. 

Gruber langsung menggubah melodinya dan menyerahkannya kepada Mohr. Mohr merasa puas dan keduanya mulai berlatih. Tepat pada malam vigili Natal, 24 Desember 1818. Mohr menyanyikan suara tenor sambil mengiringi dengan gitar, sedangkan Gruber menyanyikan suara bas. Nyanyian keduanya langsung disambut gembira umat.

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?