• News

  • Singkap Sejarah

Mengintip Te Deum: Tradisi Akhir Tahun Gereja Katolik

gereja kalotik vatikan
catatanakhirzaman
gereja kalotik vatikan

VATIKAN, NNC - Tinggal beberapa hari lagi, seluruh warga dunia di berbagai negara akan meninggalkan tahun 2017 dan menyambut tahun 2018. Karena itu, banyak warga di dunia sudah mulai merancang acaranya masing-masing dalam meninggalkan tahun 2017 dan menyambut tahun 2018.

Lebih daripada itu, karena pergantian tahun ini sudah terjadi –boleh dikatakan sudah 2000 tahun lebih, maka tentu saja setiap suku bangsa dan agama di dunia sudah memiliki semacam tradisi untuk melakukan ritual atau merayarakan momentum pergantian tahun itu.

Salah satu agama dengan tata upacara yang khas, dalam hal ini Gereja Katolik, juga sudah memiliki tradisi yang disebut Te Deum: Tradisi Akhir Tahun. Bagaimana itu bisa diketahui? Di bawah ini Netralnews mencoba mengelaborasinya.

Gereja Katolik punya tradisi indah khusus buat akhir tahun, tepatnya di malam tahun baru: menyanyikan hymne atau madah syukur Te Deum. Lagu Gregorian ini ada di Puji Syukur 669 dan juga di Madah Bakti 491. 

Syairnya sangat indah dan melodinya sungguh syahdu dan menyayat hati. Sangat menggugah hati dan menggetarkan jiwa jika itu dinyanyikan seorang diri. Itu untuk mengucapkan rasa syukur atas segala yang telah dilalui dan dibuat selama sepanjang tahun yang terlewatkan. Anda bisa meneteskan air mata. 

Yang sudah biasa menyanyikan Ordinarium Te Deum (PS 345/MB 180) rasanya tidak akan menemui kesulitan yang berarti untuk menyanyikan madah syukur ini. 

Mereka yang menyanyikan madah ini secara publik di malam tahun baru akan mendapatkan indulgensi penuh. Mau coba nyanyikan di malam tahun baru kali ini?

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?