• News

  • Singkap Sejarah

Ternyata di Dekat Jakarta Ada Pulau Bersejarah yang Terlupakan

Pulau Onrust
bisniswisata
Pulau Onrust

JAKARTA, NNC - Kepulauan Seribu, yang tidak jauh dari pusat Ibukota Jakarta, ibarat kumpulan ribuan pulau dengan panorama yang sangat indah. Pulau-pulau yang indah itu memang menjadi objek wisata yang sangat menarik. Banyak orang Jakarta berkunjung ke sana, baik untuk berwisata maupun untuk berbagai urusan.

Namun, tahukah Anda bahwa di Kepulauan Seribu itu ada sebuah pulau bersejarah yang terlupakan? Pulau apa itu? Pulau tersebut adalah Pulau Onrust.

Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu yang letaknya berdekatan dengan Pulau Bidadari. Pada masa kolonial Belanda, rakyat sekitar menyebut pulau ini dengan nama Pulau Kapal, karena di pulau ini sering sekali dikunjungi kapal-kapal Belanda sebelum menuju Batavia.

Di pulau tersebut terdapat banyak peninggalan arkeologi pada masa kolonial Belanda dan sebuah rumah yang masih utuh yang kemudian dijadikan Museum Pulau Onrust. Terdapat pula sebuah makam yang konon kabarnya merupakan makam dari pemimpin pemberontakan DI/TII yaitu Kartosoewirjo.

Nama 'Onrust' diambil dari bahasa Belanda yang artinya 'tidak pernah beristirahat' atau dalam bahasa Inggrisnya 'unrest'.

Sejak penjajahan bangsa Belanda di Indonesia, Pulau Onrust menjadi pulau yang sangat strategis sekaligus sangat sibuk. Pulau itu memang senantiasa sibuk disinggahi kapal-kapal VOC.

Pulau Onrust menjadi sangat bersejarah karena di pulau itu menjadi markas Belanda yang cukup penting sebelum menyerang daratan Jakarta.

Seiring berkurangnya pengaruh Inggris di Hindia Belanda, pada tahun 1848, Belanda masuk kembali ke pulau tersebut dan difungsikan sebagai Pangakalan Angkatan Laut. Namun pada tahun 1883, sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh Belanda kembali hancur akibat gelombang tidal, efek dari letusan Gunung Krakatau.

Pada tahun 1911 hingga 1933, Pulau Onrust diubah fungsinya sebagai tempat karantina haji. Pada saat itu, masyarakat Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji menjalani masa karantina terlebih dulu di pulau itu, baik sebelum pergi maupun setelah pulang.

Hal ini merupakan taktik dari Belanda untuk menekan pengaruh ulama-ulama pada masa itu. Belanda tahu bahwa pergolakan/pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia pada saat itu karena dipengaruhi oleh besarnya karismatik ulama di mata rakyatnya.

Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai rumah sakit karantina bagi penderita penyakit menular dan penyakit kusta/lepra di bawah penganwasan Departemen Kesehatan hingga awal tahun 1960. Para penderita penyakit lepra saat ini ditampung di RS Sintahala, Tangerang, Banten.

Selain itu, Pulau Onrust juga pernah dimanfaatkan sebagai penampungan gelandangan dan pengemis, serta tempat latihan militer. Tahun 1968 Pulau Onrust dijarah habis-habisan, sehingga bangunan bersejarah lenyap menyisakan puing-puing saja.

Setelah peristiwa tersebut, Pulau Onrust menjadi sepi tidak sesuai lagi dengan namanya. Walaupun sekarang pulau itu sepi, jejak-jejak kesibukannya masih bisa ditelusuri. 

Penulis : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?