• News

  • Singkap Sejarah

Inilah Bangsa Pertama Penghuni Yerusalem

Ilustrasi Kota Yerusalem
Mata Mata Politik
Ilustrasi Kota Yerusalem

JAKARTA, NNC - Kota Yerusalem yang kerap disebut juga sebagai kotanya Nabi Daud, hingga kini masih menjadi kota yang diklaim oleh berbagai pihak karena merasa paling berhak untuk mendudukinya. Sejarah juga mencatat bahwa Kota Yerusalem pernah diperebutkan oleh berbagai bangsa, seperti  Babilonia, Persia, Romawi, dan Bizantium.

Kita pun tidak tahu sampai kapan Kota Yerusalem ini bebas dari perebutan berbagai pihak, entah itu dari kalangan bangsa-bangsa, agama, atau kalangan mana pun di dunia ini. Roda perjalanan sejarahlah yang akan menjawabnya kelak.

Lalu, siapa bangsa pertama yang menghuni kawasan atau daerah yang kini menjadi kota tua nan suci yang sangat bersejarah itu?

Dilansir dari buku seri "Ensiklopedia Peradaban Islam", Yerusalem kuno terletak di sebuah dataran tinggi yang pada mulanya sulit untuk dijadikan tempat tinggal. Namun, ada bukti-bukti yang menunjukkan peradaban kuno di kota itu.

Keramik yang ditemukan di Ofel, menunjukkan adanya kesibukan di kota tersebut, yakni Kota Daud di Kota Tua Yerusalem dan Samaria (ibukota Kerajaan Israel kuno) pada zaman tembaga atau sekitar milenium ke-4 Sebelum Masehi (SM). Bukti lain yang menyertainya yaitu ditemukannya sebuah permukiman tetap selama Zaman Perunggu atau sekitar 3.000-2.800 SM.

Di Selatan tembok kota lama (sekarang Yerusalem) juga pernah ditemukan bejana keramik yang diperkirakan berasal dari tahun 3.200 SM. Pada masa itu, Yerusalem disebut sebagai sebuah kota, salah satu kota di Kanaan tepatnya.

Dari berbagai literatur yang dapat dipercaya dan lebih akurasi kebenarannya, menegaskan bahwa bangsa pertama yang menghuni Yerusalem adalah Bangsa Kanaan. Mereka merupakan penghuni Levant (kini  wilayah di sekitar Palestina dan Israel, termasuk Yerusalem). Bangsa Kanaan merupakan bangsa yang berbahasa Semit kuno.

Seperti dilansir stanford.edu, dalam jurnal yang berjudul "Genetic and The Archeaology of Ancient Israel" dan ditulis oleh sekelompok profesor dari Stanford University, Alkitab beberapa kali menyebut Kanaan sebagai sebuah etnis bangsa.

Dalam Kitab Yosua (dalam Kitab Perjanjian Lama) dikatakan, orang Kanaan termasuk dalam daftar bangsa yang dimusnahkan yang kemudian digambarkan sebagai bangsa Israel yang telah dimusnahkan.

Pernah ditulis juga oleh Republika.co.id, bahwa kota ini didirikan Suku Yebus, yakni cabang dari bangsa Kanaan yang hidup lebih dari 5.000 tahun lalu. Yang pertama kali mendirikan Yerusalem adalah seorang raja bangsa Yebus-Kanaan. Sebutan Yebus itu sendiri tertera dalam Alkitab yang merujuk pada orang Kanaan.

Mereka memerintah Kanaan sampai penaklukan Raja Daud. Seusai mengambil alih kota dari orang Yebus, orang Yahudi menjadi penduduk mayoritas selama 1.200 tahun sampai kehancuran Yerusalem oleh Roma pada abad ke-2 Masehi.

Selama abad ke-18 SM, Yerusalem tak ubahnya wilayah Kanaan lainnya. Daerah ini berkembang dari masyarakat suku yang memiliki sejumlah panglima. Kemudian, tempat ini berkembang menjadi permukiman kota yang diperintah raja. Penguasa ini disebut-sebut telah memasukkan nama dewa Syria, Shalem, yang diidentifikasi sebagai matahari terbenam atau bintang malam.

Dalam buku "The History of God" karya Karen Armstrong, Bangsa Kanaan dahulu menyembah berhala dan berhaluan politeistik. Oleh sebab itu, Ibrahim atau Abraham dan keturunannya menuju ke sana dan mencoba menyebarkan agama monoteis atau agama yang menyembah satu Tuhan.

Agama yang dimaksud di sini tergantung perspektif pembaca. Sejarah agama-agama besar mencatat, baik dalam Yudaisme, Kristen (Katolik dan Protestan), maupun Islam, memiliki sejarah keselamatan yang satu dan sama, di mana Ibrahim atau Abraham adalah nabi besar yang diakui.

Tujuan utama dari Ibrahim dan keturunannya ketika menuju ke daerah itu adalah membersihkan masyarakat dari penyembahan berhala. Apalagi Tuhan sudah menjanjikan tanah yang besar (Levant atau kini Israel) bagi Ibrahim.

Hal ini dipahami karena Yerusalem didirikan dan dipimpin oleh seorang raja yang memuja dewa. Apalagi, Kanaan dan Yerusalem merupakan wilayah yang memiliki banyak tempat pemujaan dewa. Namun, ada pula yang menyatakan bahwa nama Yerusalem berasal dari Jebusite Ur-Salem atau Uris Halim.

Dari banyak sumber juga menjelaskan bahwa keberadaan orang Yebus seperti tertera dalam Alkitab sebagai penghuni pertama kawasan Yerusalem adalah bangsa Kanaan. Sebelum orang Israel (Yahudi) datang dari Mesir, orang-orang Yebus itu sudah menetap di wilayah yang kini disebut Yerusalem dan Palestina itu.
 
Dengan demikian, keliru jika dikatakan penghuni pertama Kanaan atau Yerusalem atau Palestina adalah bangsa Yahudi atau Israel atau bangsa-bangsa lainnya yang merasa lebih berkepentingan dengan Kota Yerusalem

Penulis : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?