• News

  • Singkap Sejarah

Ini 10 Kecelakaan Pesawat yang Pernah Terjadi di Indonesia

Pesawat Boeing 737 Max 8 PK-LQP Lion Air
Istimewa
Pesawat Boeing 737 Max 8 PK-LQP Lion Air

JAKARTA, NNC - Dunia penerbangan Indonesia kembali berduka, pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air dengan registrasi PK-LQP yang sedang melayani rute Jakarta-Pangkalpinang  dinyatakan hilang kontak setelah 13 menit mengudara dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (29/10/2018).

Pesawat dengan nomor penerbangan JT610 itu jatuh di Laut Jawa, wilayah Kabupaten Kawarang, Jawa Barat. Sebanyak 189 orang di dalamnya dipastikan tewas.

Pesawat nahas itu merupakan generasi terbaru dari seri Boeing 737, yang dikirim ke maskapai Lion Air pada Agustus tahun ini. Peristiwa ini disebut sebagai insiden fatal pertama yang melibatkan Boeing 737 Max 8.

Apabila dirunut kembali ke belakang, ke masa-masa sebelumnya, sejumlah kecelakaan pesawat udara pernah terjadi di negeri ini. Banyak korban nyawa akibat kecelakaan pesawat udara tersebut.

Berikut 10 tragedi kecelakaan pesawat yang pernah terjadi di Indonesia.

1. Airbus A300-B4 Garuda Indonesia, 1997
Kecelakaan pesawat Airbus A300-B4 milik Garuda Indonesia dengan nomoer penerbangan GA152 menjadi kecelakaan paling tragis dalam sejarah penerbangan Indonesia. Tragedi tersebut terjadi pada 26 September 1997 silam.

Pesawat tersebut jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sekitar 45 km dari Kota Medan.

Dalam kecelakaan tragis tersebut sebanyak 222 penumpang dan 12 awak pesawat tidak ada yang selamat.

Kecelakaan tersebut terjadi karena udara di sekitar Kota Medan diselimuti asap tebal akibat kebakaran hutan yang membuat jarak pandang pilot terbatas. Sehingga, pesawat hanya mengandalkan instruksi dari menara pengawas Bandara Polonia Medan.

Miskomunikasi antara pilot dan petugas menara menyebabkan pesawat salah mengambil arah kemudian menabrak tebing gunung, pesawat langsung meledak dan hancur berkeping-keping.

2. Kecelakaan Pesawat SilkAir, 1997
Tragedi kecelakaan pesawat terbang berikutnya terjadi di tahun yang sama, 1997, yakni pesawat SilkAir dengan nomor penerbangan MI185 yang melayani rute Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng (Indonesia) - Bandara Changi (Singapura ). Pesawat Boeing 737-300 itu jatuh di Sungai Musi, Palembang, tepatnya pada 19 Desember 1997.

Tragedi ini menewaskan 104 orang, termasuk Kapten Pilot Tsu Way Ming warga negara Singapura dan Kopilot Duncan Ward yang berkebangsaan Selandia Baru.

Dari laporanan hasil penyelidikan, tim KNKT mempublikasikan temuan awal pada 1999 menyebutkan, tidak ada cukup bukti untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan pesawat.

Namun, pendapat lain dikemukakan oleh tim ahli NTSB yang terdiri dari Amerika, Singapura, dan Australia, mengatakan bahwa kecelakaan pesawat karena unsur kesengajaan dari pilot, yaitu tindakan bunuh diri dengan menjatuhkan pesawat ke dalam sungai.

3. Kecelakaan pesawat MD-82 Lion Air PK-LMN, 2004
Pesawat MD-82 milik maskapai Lion Air dengan kode registrasi PK-LMN mengalami kecelakaan pada 30 November 2004 silam.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT538 dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten tersebut, tergelincir saat melakukan pendaratan di Bandara Adisumarno, Solo, Jawa Tengah. Dalam peristiwa itu sebanyak 26 penumpang tewas.

Menurut saksi penumpang yang selamat, saat akan mendarat, cuaca saat itu hujan deras disertai petir. Pada pukul 18.10 WIB, saat pendaratan, pesawat tergelincir dan mengalami over run, keluar dari landas pacu dan berhenti di dekat pemakaman. Pesawat pun pecah menjadi dua bagian.

4. Kecelakaan Boeing 737-200 Mandala Airlines, 2005
Pesawat Boeing 737-200 Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI091 mengalami kecelakaan pada 5 Septermber 2005. Pesawat nahas itu jatuh di kawasan pemukiman Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara. Pesawat dengan kode registrasi PK-RIM tersebut mengalami kecelakaan pada saat sedang lepas landas dari Bandara Polonia, Medan.

Pesawat dalam rute Medan-Jakarta tersebut mengangkut 117 orang (112 penumpang dan 5 awak pesawat). Dilaporkan 100 penumpang tewas dan 17 penumpang lainnya selamat, serta 49 orang yang berada di pemukiman warga turut menjadi korban.

Saat lepas landas, pesawat dalam keadaan tidak sempurna (oleng ke kiri), kemudian menabrak tiang listrik hingga badan pesawat mulai terbakar. Akhirnya, pesawat jatuh menimpa pemukiman warga yang berjarak 100 meter dari bandara.

5. Kecelakaan Boeing 737-400 Adam Air, 2007
Pada 1 Januari 2007 silam, publik Indonesia digegerkan dengan peristiwa pesawat Boeing 737-400 Adam Air yang mengalami kecelakaan di perairan Majene, sekitar Selat Makassar dan menyebabkan 102 penumpang, termasuk awak pesawat, tewas.

Kotak hitam pesawat ditemukan di kedalaman 2.000 meter pada 28 Agustus 2007.

Menurut Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), penyebab kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan KI574 itu adalah cuaca buruk, kerusakan pada Sistem Navigasi Inertial (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.

6. Kecelakaan pesawat Hercules C-130, 2009
Tragedi kecelakaan pesawat yang mengenaskan lainnya adalah kecelakaan yang menimpa pesawat Hercules C-130 milik TNI Angkatan Udara. Tragedi ini terjadi pada 20 Mei 2009 yang menewaskan 98 penumpang serta 2 warga.

Pesawat Hercules C-130, saat itu dalam perjalanan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju ke Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, dengan membawa 112 orang (98 penumpang dan 14 kru pesawat). Pesawat dengan registrasi A-1325 itu terjatuh saat bersiap akan mendarat. Pesawat menghantam daratan dan rumah sebelum akirnya berhenti di area persawahan.

7. Kecelakaan Xian MA60 Merpati Nusantara Airlines, 2011
Kecelakaan pesawat terbang kembali terjadi pada 7 Mei 2011, kali ini menimpa pesawat buatan Tiongkok, Xian MA60, milik Merpati Nusantara Airlines. Pesawat tersebut jatuh di Kaimana, Papua Barat.

Penyebab kecelakaan yang menewaskan 25 awak dan penumpang tersebut adalah kesalahan teknis pada roda pendarat depan yang mengakibatkan pesawat tidak dapat mendarat meski jarak dengan landasan sudah dekat. Akhirnya pilot memutuskan untuk membuat pesawat naik kembali dan berputar dan mencari tempat pendaratan di air.

8. Sukhoi Superjet 100, 2012
Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) mengalami kecelakaan tragis di Gunung Salak, Sukabumi, Jawa Barat. Tepatnya pada 9 Mei 2012 kecelakaan tragis tersebut terjadi.
Saat itu pesawat Sukhoi tersebut adalah sedang melakukan demonstrasi terbang untuk mengenalkan pesawat tipe baru (joy flight). Namun, pesawat tersebut menabrak tebing batu di Gunung Salak dan langsung hancur berkeping-keping.

Kecelakaan tersebut menewaskan semua penumpang termasuk awak pesawat. Selain warga Indonesia, ada juga beberapa warga negara asing yang menjadi korban. Total korban tewas adalah 45 orang.

9. Kecelakaan Airbus A320 Indonesia AirAsia, 2014
Pesawat Airbus A320 Indonesia AirAsia dengan registrasi PK-AXC yang saat itu melayani rute Surabaya-Singapura (nomor penerbangan QZ8501) dinyatakan hilang kontak di sekitar Laut Jawa dekat Selat Karimata pada 28 Desember 2014.

Puing pesawat dengan 7 kru dan membawa 155 penumpang itu mulai ditemukan mengambang di permukaan laut pada 30 Desember 2014.

Berdasarkan penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), awalnya pesawat mengalami kerusakan pada rudder travel limiter yang ada di bagian ekor pesawat. Kemudian, hal itu ditanggapi oleh pilot dengan kesalahan yang fatal. Miskomunikasi antara pilot dan kopilot yang berlanjut akhirnya menyebabkan pesawat jatuh.

10. Kecelakaan Boeing 737 Max 8 Lion Air, 29 Oktober 2018
Pesawat  Boeing 737 Max 8 Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Banten, pada Senin (29/10/2018) pagi.

Seluruh 189 orang di dalamnya telah dipastikan tewas, meskipun upaya penyelamatan sedang berlangsung.

Penerbangan JT610 disebut sebagai insiden fatal pertama yang melibatkan Boeing 737 Max 8, dan diperkirakan menjadi kecelakaan paling mematikan dalam penerbangan sipil sepanjang tahun 2018, bukan hanya di Indonesia tetapi di dunia.

Sebelum jatuhnya Lion Air berregistrasi PK-LQP ini, tragedi penerbangan sipil pertama tahun ini terjadi pada Februari, ketika pesawat Saratov Airlines 703 jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Domodedovo, Moskow. Seluruh 71 penumpang dan anggota awak di dalam kabin pesawat buatan Ukraina Antonov An-148 itu dilaporkan tewas.

Seminggu kemudian, Iran Aseman Airlines dengan nomor penerbangan 3704, menggunakan pesawat ATR 72 bermesin turboprop, menabrak Gunung Dena di Iran. Peristiwa itu menewaskan seluruh 66 orang di dalamnya.

Penulis : Thomas Koten
Editor : Y.C Kurniantoro
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?