Selasa, 24 Oktober 2017 | 02:06 WIB

  • News

  • Singkap Sejarah

Inilah Sejarah Goa Jepang Bandung yang Penuh Misteri

Gua Jepang Bandung
rajatourbandung
Gua Jepang Bandung

BANDUNG, JAWA BARAT, NERALNEWS.COM - Di kota Kembang Bandung, terdapat satu tempat yang menjadi objek wisata hebat, tetapi sekaligus penuh dengan misteri. Dari berbagai tulisan dan cerita, terdapat sekitar 8 misteri. Namun, bagaimana sejarah objek wisata yang menyimpan banyak misteri yang dinamakan Goa Jepang Bndung ini?

Gua atau Goa Jepang Bandung ini terletak di Taman Hutan Ir. Juanda, Dago Atas, Bandung. Gua Jepan Bandung ini dibangun pada tahun 1942.  Gua Jepang berada di dalam rimbunnya hutan rakyat yang diresmikan pertama kali 23 Agustus 1965 oleh Gubernur Jawa Barat Brigjen (Purn.) Mashudi dengan nama Taman Wisata.
 
Kemudian berganti nama menjadi Taman Hutan Ir. H. Djuanda setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 14 Januari 1985. Taman hutan ini dibuka untuk umum sebagai lokasi wisata. Lokasi Gua Jepang dapat ditempuh dengan berjalan kaki, letaknya sekitar 300 meter dari pintu gerbang utama.
 
Ukuran gua yang cukup besar ditambah dengan lorong-lorong ventilasi udara di beberapa sudut, mengakibatkan suasana di dalam gua tidaklah pengap, tetapi agak gelap sekaligus seram.

Di gua Jepang terdapat empat lorong untuk masuk. Konon katanya, lorong kedua dan ketiga sebagai lorong jebakan.  Sekaligus sebagai tempat pertahanan Jepang.

Untuk kebutuhan penerangan di saat memasuki lorong pertama bisa menyewa senter. Lembab, gelap dan dingin adalah kesan awal yang langsung menerpa dan menyergap saat mulai melangkah ke dalam gua yang dibangun pada tahun 1942 silam.
  
Selain itu, di sini terdapat beberapa gundukan tanah yang lebih tinggi dari permukaan yang dijadikan sebagai tempat istirahat atau tempat tidur para tentara yang dikenal juga dengan nama Tentara Dai Nippon.

 Setelah melewati persimpangan demi persimpangan, bisa keluar melalui mulut gua yang berukuran lebih besar. Di lorong ini dahulu difungsikan untuk tempat parkir dan keluar-masuk kendaraan perang.

Dan di dalam gua itu ada 18 bunker untuk dijadikan tawanan perang. Juga dipakai untuk ruang tembak, ruang pertemuan, ruang tembak, dapur, gudang, dan lain-lain.

Bagian atas gua Jepang ditumbuhi rimbunan pepohonan, beberapa pohon berumur ratusan tahun memiliki akar yang telah merayap turun ke bawah hingga menembus kerasnya batu cadas di luar dinding gua.

Melihat gua Jepang sama saja melihat produk perang yang berlumuran darah manusia. Memasuki gua Jepang, sama dengan memasuki periode kebrutalan ketika nyawa manusia sama sekali tidak berharga.

Kengerian sudah menunggu di gelap gulitanya gua yang tidak dilengkapi dengan penerangan cahaya lampu. Sebenarnya, instalasi listrik sudah dipasang ketika peresmian kedua tahun 1985. Namun, dinginnya suhu udara di dalam gua sanggup memadamkan cahaya lampu.
 
Berbekal lampu senter sewaan, setiap lorong gua menjadi saksi bisu tewasnya ratusan romusa dengan mengenaskan dalam proses membangun gua pertahanan ini selama tiga tahun dan juga terbunuhnya ratusan prajurit Jepang yang dibantai sekutu akhir 1945.
 
Kelembaban udara yang tinggi menjadikan gua ini berhawa dingin mencekam. Cahaya matahari yang tak mampu menembus ke dalam gua menjadikan lantai gua yang berupa tanah malah menyerupai butiran tanah mengeras sebesar kepalan tangan manusia dewasa.

"Gua yang tidak sempat selesai ini dimaksudkan menjadi benteng pertahanan militer Jepang. Tempat ini cocok dijadikan gudang amunisi dan juga sebagai pos pengintai untuk melihat gerak gerik musuh dan penduduk di bawah kaki Bukit Pakar.

 Jepang keburu kalah dan pembangunan gua ini terhenti begitu saja," ujar Jajang, pemandu wisata yang mengantar masuk goa.

Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa sejak dibangunnya Goa pada tahun 1942, hingga saat ini meskipun telah menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi warga sekitar atau wisatawan dari kota lainnya, Goa ini masih belum sama sekali mengalami renovasi fisik. Hal ini menandakan bahwa kokohnya bangunan tersebut.

Dikabarkan banyak sekali korban yang berjatuhan sejak pertama kali tempat ini dibangun. Jepang telah mempekerjakan orang Indonesia tanpa memikirkan kesehatan mereka. Banyak rakyat Indonesia mati di dalam goa Jepang Bandung ini.

Banyak orang Indonesia yang meninggal karena pembangunan Goa ini akibat perlakuan tentara Jepang yang mempekerjakannya secara tidak manusiawi. Konon di tempat ini juga mempunyai cerita mistis yang sangat mengerikan.

Meskipun tempat ini menjadi tempat wisata yang ramai dikunjungi dan menjadi tempat selfie kalangan muda, mulai dari pelataran Goa hingga ruangan – ruangan yang ada didalamnya menjadi ruangan penuh misteri karena sering terjadi fenomena ghaib yang dapat di rasakan beberapa pengunjung. Mulai dari suara – suara misterius hingga penampakan hantu yang sangat menakutkan.

Demikian informasi tentang sejarah Goa Jepang Bandung yang hingga kini masih penuh misteri itu. Tempat ini memang cocok digunakan tempat wisata, dan malam harinya bisa digunakan sebagai ajang uji nyali bagi Anda yang tertarik dengan dunia mistis.

 

Editor : Thomas Koten
Sumber : Misteri

Apa Reaksi Anda?