Kamis, 23 November 2017 | 08:37 WIB

  • News

  • Sisi Lain

Misteri Kapal Hantu ‘Ourang Medan‘

Ilustrasi Kapal SS Ourang Medan
Sekelumit Pandang
Ilustrasi Kapal SS Ourang Medan

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mungkin Anda pernah dengar kisah tentang Kapal SS Ourang Medan? Sebuah kapal yang karam secara misterius di Selat Malaka. Kisah misteri tentang kapal tersebut pun beredar. Bahkan, hingga kini misteri kapal SS Ourang Medan itu belum terpecahkan.

Dalam bahasa Indonesia " Ourang Medan" sendiri berarti "Orang yang tinggal di Medan". Meski nama kapal tersebut demikian, namun kapal itu sebenarnya merupakan kapal kargo milik Belanda.

Kapal ini cukup terkenal pada zamannya, apalagi setelah peristiwa karamnya kapal itu. Cerita tentang kisah misteri kapal itu pun berkembang ke mancanegara. Berikut kisah-kisah tentang Kapal SS Ourang Medan yang berkembang. 

Pesan Misterius
Pada Juni 1947, dua kapal Amerika bernama SS City of Baltimore dan SS Silver Star yang sedang melintas di Selat Malaka mendapat pesan SOS dari sumber yang tak dikenal. Pesan tersebut berbunyi, “Semua petugas termasuk kapten sudah mati, tergeletak di beberapa ruangan dan anjungan kapal. Mungkin seluruh kru sudah mati.”

Setelah itu, SS City of Baltimore dan SS Silver Star menerima rangakaian kode morse yang tidak terbaca pesannya. Sampai akhirnya muncul pesan singkat, "Aku mati". Setelah melacak sumber panggilan, mereka menyimpulkan bahwa pesan-pesan tersebut berasal dari SS Ourang Medan yang juga berada di Selat Malaka.

Menurut kru SS Silver Star, mayat-mayat tersebut terlihat seperti sedang ketakutan, kulitnya pucat, gigi rapat namun kedua bibirnya terbuka, mata melotot, dan lengan terjulur seperti sedang mencengkeram sesuatu untuk menghalau hal yang di depannya.

Selain menemukan mayat-mayat dengan ekspresi wajah yang menyeramkan dan terlihat sedang ketakutan, ketika berada di palka, para kru SS Silver Star merasakan udara yang sangat dingin, padahal di luar suhu udara mencapai 43 derajat Celcius. Sebagian besar mayat yang bergelimpangan tersebut seperti sedang tertuju pada satu titik sebelum mereka meninggal.

Sesaat sebelum meninggalkan kapal, kru penyelamat dari SS Silver Star sempat melakukan pemeriksaan tanda-tanda kekerasan di sekitar kapal SS Ourang Medan ataupun di tubuh para korban, namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda tersebut. Tidak ada darah ataupun bekas perkelahian yang terjadi.  

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?