Sabtu, 25 November 2017 | 06:50 WIB

  • News

  • Sisi Lain

Wow! Hantu Pesan Makanan di Kedai Kopi, Kisah Nyata

Kedai di Hongkong, ilustrasi
harian.analisadaily
Kedai di Hongkong, ilustrasi

HONGKONG, NETRALNEWS.COM - Kisah dan cerita tentang hantu atau makhluk halus atau arwah bergentayangan di negeri ini sudah tidak aneh lagi.  Cerita tentang hantu yang minta makan sate ayam atau sate kambing pada pedagang, juga tidak aneh lagi.

Bahkan, lebih jauh, banyak film dan sinetron Indonesia menampilkan adegan hantu makan sate dengan lahapnya, sebaskom habis, atau 200 tusukan sekali embat.  Setelah itu, si tukang sate lari pontang-panting sambil berteriak histeris.

Sosok hantu yang dalam berbagai cerita di Indonesia itu biasanya dalam bentuk kuntilanak atau sosok gadis atau lainnya. Semuanya ditampilkan dengan begitu menyeramkan.

Ternyata, kisah dan cerita seperti itu bukan hanya di Indonesia. Malah, di negara lain juga mengalami atau memiliki aneka cerita seperti itu. Malah, di Hongkong, beberapa waktu lalu ada sebuah kisah yang sangat nyata, alias benar-benar terjadi.

Kisah nyata ini terjadi pada Desember 1989 silam, di kedai kopi Chao atau mungkin untuk istilah kerennya kafe Chao di era sekarang yang terletak di Hong Kong.

Kedai ini sehari-hari menjual Egg Over Rice Cantonese dan makanan umum, semacam Toast Egg Tart, tentu saja termasuk paket pesan antar.

Kisah yang pernah dikutip berbagai media di Tanah Air ini, bercerita bahwa di dalam kafe itulah terjadi sebuah peristiwa “Hantu Pesan Makanan”. Peristiwa itu sempat heboh ketika itu, dan satu-satunya peristiwa supranatural yang diam-diam diakui Pemerintah Hong Kong saat itu.

Bagaimana kisahnya? Seperti biasa pada hari itu, resepsionis kafe Chao mendapat telepon.Si penelepon memesan makanan dan berpesan mengantar menu makanan dengan porsi untuk 4 orang itu ke salah satu alamat di Vila Tai Po Village House.

Tak lama setelah menyiapkan paket pesanan itu, pelayan kafe lalu mengantar dengan sepeda motor ke alamat yang disebutkan.

Sesampainya di pintu alamat tersebut, si pengantar lalu memencet bel, tapi setelah cukup lama ditunggu-tunggu, tidak ada yang membukakan pintu. Kemudian ia pencet bel lagi sambil berteriak “paket (makanan)”.

Tak lama kemudian, pintu pun terbuka dengan celah yang sangat sempit, dan uang pun diberikan melalui celah yang sempit itu, sambil menyuruh pelayan meletakkan pesanannya di luar pintu.

Mendengar itu, si pelayan pun mengerutkan kening bingung, dan merasa aneh, tapi karena paketnya sudah diterima, ia pun pulang ke kafe Chao.

Malamnya saat tutup kafe, dan bos menghitung pemasukan satu hari itu.Tiba-tiba ia melihat setumpuk uang kertas untuk orang mati (kertas uang yang dibakar untuk si mati dalam adat istiadat orang Tionghoa) di dalam lacinya.

Si bos berpikir kasir atau pelayannya bercanda, lalu ia memanggil kedua pegawainya, saat itu, tidak ada yang tahu apa yang terjadi.

Menurut pengakuan pelayan yang berbicara dengan polisi, bahwa kalau pun ia yang mengambil uang itu juga tak mungkin meletakkan uang kertas orang mati di dalam laci.

Siapapun tidak akan melakukan perbuatan keji itu, katanya membela diri. Karena tidak ditemukan titik temu, kasus itu pun menjadi meggantung dan hilang begitu saja.

Keesokan harinya, bos pemilik kafe kembali menemukan setumpuk uang kertas orang mati. 

Ia pun memanggil karyawannya, ternyata pada hari itu ada yang menelepon ke kafe memesan menu makanan dari pelanggan yang sama seperti sebelumnya yang menyuruh si pelayan meletakkan paket pesanannya di depan pintu, kemudian ia membayar uangnya melalui celah pintu.

Kali ini bos kafe sangat marah dan merasa ada yang tidak beres, kemudian berpesan kepada seluruh karyawannya, jika menerima telepon dan disuruh antar lagi, biarlah dia sendiri (si bos) yang mengantarnya.

Seperti yang diduga sebelumnya, pada hari ketiga, kafe Chao kembali menerima telepon dari pelanggan yang sama. Kali ini, si penelepon minta diantar paket nasi tepung daging sapi, daging panggang dan sebagainya.

Setelah pesanannya siap, kali ini si bos kafe yang mengantarnya sendiri, dan sama seperti pelayannya, ia pun disuruh meletakkan paketnya di depan pintu, kemudian membayarnya dengan cara menyelipkan uangnya melalui celah pintu.

Karena penasaran, bos pemilik kafe ini lalu diam-diam ingin melihat sosok seperti apa orang misterius yang selalu membayar melalui celah pintu ini.

Akan tetapi si bos kafe tidak bisa melihatnya dengan jelas, tetapi setelah merenung sejenak, ia pun tidak peduli lagi, yang penting uang asli dalam penglihatannya sudah diterima.

Ia melihat-lihat uang kertas yang dibayar itu, dan memang benar itu asli uang kertas Hong Kong. Tak lama kemudian ia pun pulang ke kafe-nya.

Setelah kembali ke kafenya, si bos sengaja menyimpan uang yang dibayar pelanggan setianya itu ke kotak uang sebelahnya.

Saat malam ketika kafe tutup, ia pun menghitung pendapatannya hari itu.Ketika selesai menghitung, semua uang di laci yang sama itu tidak bermasalah, tapi uang di laci sebelah berubah menjadi uang kertas untuk orang mati, dan uang-uang ini dia sendiri yang menerimanya dari pelanggannya yang sama.

Sontak saja hal itu membuat Bos pemilik kafe merinding dan bergidik, lalu di tengah-tengah ketakutannya ia pun menghubungi kantor polisi.

Setelah mendapat laporannya, polisi pun segera meluncur ke TKP, tapi tidak ada respon dari dalam rumah setelah diketuk, dan bel pintu juga rusak.

Karena tidak ada respon, petugas kemudian mendobrak pintu, tapi mereka terkejut begitu melihat 4 sosok mayat berbaring di lantai, dan bisa segera disimpulkan mayat-mayat itu sudah tergeletak beberapa hari.

Polisi pun segera menutup tempat itu, melakukan penyelidikan, dan ketika menanyakan ke tetangga, polisi juga dibuat bingung karena para tetangganya sama sekali tidak tahu ada orang yang meninggal di sebelah.

Polisi kemudian melakukan otopsi dan analisis teknis, dan menyimpulkan waktu kematian sudah lebih dari satu minggu.

Peristiwa yang luar biasa ini membuat tim forensik pun tercengang, pasalnya di dalam perut si mati ditemukan makanan segar dengan waktu pencernaan tidak lebih dari 1-2 hari.

Makanan itu terdiri dari daging sapi, bihun, daging panggang, dan ini mustahil terjadi dalam sejarah otopsi forensik.

Menurut teori anatomi dan pengobatan Barat modern, makanan yang masuk ke dalam tubuh orang yang telah meninggal akan berhenti mencerna.

Tetapi menurut spektroskopi massa dan struktur komposisi dari fermentasi bakteri dan asam lambung bisa menentukan waktu asupan makanan secara tepat, dan makanan yang ditemukan di dalam perut mereka itu adalah makanan yang dipesan dari kafe Chao.

Jika hasil dari analisis teknis ini masih tidak cukup menakjubkan, bukti yang diambil polisi dari kafe Chao yakni uang kertas untuk si mati, ditemukan selain sidik jari pelayan dan bos pemilik kafe, juga ditemukan sidik jari dari dua sosok mayat si mati, tidak ada yang lain.

Tak lama kemudian, peristiwa itu pun diberitakan oleh berbagai media utama di Hong Kong. Setelah berbagai media cetak memberitakan peristiwa gaib tersebut, pemerintah pun diam membisu dan mengakui peristiwa ganjil tersebut secara diam-diam.

Ketika awak media meminta keterangan dari juru bicara polisi, polisi pun memberikan analisis ilmiah, dan berbekal dari hasil analisis itu, media massa pun dengan sendirinya menganalisis kasus itu sebagai kejadian supranatural.

Sementara pihak polisi hanya diam juga tidak membantahnya. Setelah kronologisnya diberitakan, Pemerintah Hong Kong dianggap telah mengakui kasus itu sebagai kejadian supranatural.

Sumber: beautieslife, erabaru, zonahoror

 

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?