Rabu, 13 Desember 2017 | 10:14 WIB

  • News

  • Sisi Lain

Kisah Awal Mula Berdirinya Kerajaan Jin Pantai Laut Selatan Pulau Jawa (Bagian 4 Habis)

Nyi Roro Kidul
mitow makasaar
Nyi Roro Kidul

YOGYAKARTA, NNC - Ya sudah kalau begitu Putri Nawangwulan akan mengikuti peraturan yang ada kalau memang itu takdir Putri dan anak Putri terima kasih Bunda. 

Ya ibunda hanya bisa mendoakan dari jauh. Semoga ananda selalu sehat di laut selatan Jawa.

Tak lama kemudian ada yang datang yang ternyata utusan Dewi Blorong untuk membawa anaknya dan Putri Nawangwulan. Lalu putri Nawangwulan berkata silahkan apabila mau dibawa anak saya,  saya siap. Tak lama kemudian dibawalah anak itu oleh utusannya.

Tidak berapa lama kemudian Putri Nawangwulan dibawa juga, tapi sebelum dibawa dia menitip pesan kepada suaminya Mas Joko Tarub jagalah dirimu baik-baik dan harus hati-hati dengan siapa saja.

Lalu Putri Nawangwulan berkata saya sudah dijemput waktuku sudah tiba selamat jalan.Dengan berteriak Nawangwulan jangan tinggalkan saya sama siapa nanti saya akan hidup tanpa kalian saya tidak akan berdaya.

Sebelum nafas terakhirnya, Putri Nawangwulan berkata, “Saya akan membantu Mas Joko dari alam sana. Saya tidak akan meninggalkan Mas Joko suamiku”.

Lalu pergilah Putri Nawangwulan dibawalah oleh utusan Dewi Blorong untuk dibawa ke Istana Dewi Blorong yang dimana sudah ditunggu di singgasananya untuk menerima Putri Nawangwulan yang nantinya untuk diajarkan ilmu kesaktian dan kejayaan dan akan bersatu dengan anaknya yang dimana anaknya akan membantu nantinya.  

Setelah sampai di Istana lalu dibawa menghadap ke Dewi Blorong. Dengan rasa hormat Putri Nawangwulan memberi salam lalu dibalas kembali salammu saya terima. “Berdirilah anakku, kini dirimu panggil saya Bunda pengganti ibumu yang di angkasa sebagai ibu angkatmu yang di Laut Selatan”.

Di sini bunda akan mengajarkan Nawangwulan ilmu politik kerajaan dan kesaktian dan juga kejayaan dan dimana diajarkan apabila ada manusia yang gampang dan goyah keimanannya Nawangwulan ajak untuk membuat suatu perjanjian tertulis dan lisan tanpa disadari telah ditipu oleh bangsa lelembut.

Setelah diajarkan selama 2 tahun barulah dinobatkan menjadi penguasa Laut Selatan yang menguasai dari Parangteritis sampai dengan Parangkusumo yang dimana Istananya bersebelahan dengan Dewi Blorong, dia diberi pasukan banyak Panglima dan ada Mahapatih, Patih,Punggawa pengawal pribadi dan lain-lain. 

Setelah mahir dan pintar mengatur tatanegara di Istana, d sinilah mulai Ratu Nawangwulan bermain selain membantu suaminya di dunia dan Ratu Nawangwulan mencari manusia untuk membantu mereka, tetapi minta syaratnya yaitu minta nantinya mau jadi pengikutnya terserah berapa yang mau dikasih.  

Pantangan dari setiap negosiasi adalah tidak boleh menantang saya dengan memakai baju Merah atau Hijau, tapi kalau tidak tidak akan diapa-apakan atau tidak disakiti.

Seiring dengan waktu tiba-tiba lautnya di pantai selatan  Jawa terasa diguncang-guncang ada apa gerangan di atas sana siapa yang membuat goncangan dengan dasyatnya? Lalu dibukanya kaca Benggalanya.

Setelah melihat itu semua, lalu Ratu Nawangwulan keluarlah dari Istananya dan menghampiri laki-laki muda yang sedang bertapa di atas Batu di pinggiran tebing, yang dikenal dengan gua Panembahan Senopati, wahai Senopati ada apa engkau mengganggu dan mengguncangkan Istanaku apa yang kamu inginkan Senopati?

Lalu ia berkata wahai Ratu Penguasa Laut Selatan saya ingin jadi Raja bisakah Ratu membantu saya untuk mewujudkan keinginan saya? 

Ratu Nawangwulan berkata saya akan membantu Senopati menjadi Raja besar di Tanah Jawa dan begitu juga sampai  keturunan-keturunanmu. Tapi ada syaratnya harus mau menikah dulu dengan saya maukah Senopati ikut dengan saya ke Istana saya di laut?

Lalu dijawab oleh Senopati, “Baik Kanjeng Ratu”. 

Lalu dibawalah Senopati ke Istananya di laut pantai selatan Jawa, dan di sana dipersiapkan acara untuk pesta pernikahan. Tapi sebelum itu, Ratu Nawangwulan melapor kepada Dewi Blorong bahwa saya mau menikah dengan manusia yang dimana minta tolong saya untuk membantu membuat Istana di Tanah Jawa ini.

Nyi Dewi Blorong pun merestuinya. Kemudian pernikahan dilangsungkan dengan meriah dan setelah itu Ratu Nawangwulan mengingatkan perjanjiannya jangan lupa istana itu buatkan khusus untuk saya dan saya juga minta anakmu yang lahir dari istri-istrimu dan akan saya majukan juga  anak-anakmu untuk meneruskan generasi Senopati.

Akhirnya, terbentuklah suatu Istana Besar di Yogyakarta hingga sekarang yang dimana tidak pernah lepas adanya sesaji-sesaji di setiap tiang-tiangnya. Lilitan kain kuning dan hijau itu semua permintaan Ratu Nawangwulan.

Saya akan menceritakan sedikit tentang siapa Ratu Atas Angin Ibunda yang sekarang anaknya sudah menjadi Ratu Penguasa Laut Selatan yaitu Ratu Nawangwulan. Ibunda Ratu Atas Angin itu adalah Ratu Ciptaan dari Dewi Bulqis.Yang bersemayam di Atas Awan.  

Sumber: Kisahdanbabad.blogspot

 

 

Editor : Thomas Koten

Apa Reaksi Anda?