• News

  • Sisi Lain

Inilah 4 Pantai, Pusat Kerajaan Nyai Roro Kidul

Pantai Parang Tritis
sobatpetualang
Pantai Parang Tritis

JAKARTA, NNC - Pantai dengan debur ombak dan gelombang yang bergulung-gulung lalu memecah di tepian, pasir putih yang membentang luas, atau batu karang yang bagaikan tebing yang menganga, serta nyiur yang melambai-lambai.  Sungguh menjadi obyek wisata yang memesona dan mengagumkan.

Apalagi di pantai itu, ada pemandangan sunset yang memukau di ujung senja atau sebersit mentari di pagi hari yang berseri-seri. Sungguh menjadi pemandangan yang tak terlukiskan keindahannya. 

Maka tak mengherankan apabila pantai menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menyejukkan mata dan hati. 

Namun, tahukah Anda bahwa di balik gemerlap keindahannya yang memesona itu,  ternyata tersimpan cerita-cerita mistis yang bisa membuat bulu kuduk berdiri dan merinding? Nah, berikut ini adalah beberapa pantai yang syarat akan kisah mistis di dalamnya.

1.       Pantai Parangtritis, Yogyakarta

Di pantai yang letaknya 27 kilometer ke arah Selatan Kota Yogyakarta dan memiliki deburan ombak yang luar biasa itu, ternyata terdapat sebuah kerajaan gaib yang dipimpin oleh seorang ratu nan sakti bernama Nyai Roro Kidul

Pantai Parangtritis dikenal sebagai pusat dari kerajaan Nyai Roro Kidul. Sedangkan pintu-pintu gerbang untuk masuk ke kerajaan ini terdapat di banyak tempat.

Mitos lain berkisah bahwa di pantai itu ada larangan untuk mengenakan pakaian berwarna hijau. Konon, warna hijau merupakan warna yang sangat disukai oleh Nyai Roro Kidul.

Siapa pun yang berani mengenakan pakaian berwarna hijau dipercayai akan menjadi tumbal dari Sang Penguasa Pantai Selatan tersebut.

2.       Pantai Karanghawu, Sukabumi

Pantai yang terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi ini memiliki ciri khas berupa karang dan tebing yang posisinya menjorok ke laut. Kekhasan tersebut memberikan keindahan tersendiri.

Nama Karanghawu diambil karena pada pantai terdapat gugusan batu karang yang menyerupai hawu atau tungku. Hamparan pasir lembut di sepanjang tepi pantai juga menjadi bagian panorama alam yang indah dari pantai ini. 

Pantai ini tidak hanya terkenal dengan pesona keindahan alam yang begitu mempesona jiwa, tetapi juga dikenal sebagai pantai yang menjadi tempat persinggahan dari penguasa pantai Selatan atau yang lebih dikenal Nyai Roro Kidul.

Di pantai ini terdapat sebuah batuan besar yang letaknya menjorok ke laut yang dipercayai oleh masyarakat setempat sebagai tempat yang menjadi “singgasana” Ratu Pantai Selatan

Selain itu, tepat di bibir pantai ini ada sebuah Gunung Winarum yang selalu didatangi oleh para peziarah setiap malamnya.

Tidak hanya itu, di atas di gunung ini terdapat suatu bangunan yang juga dipercayai sebagai tempat persinggahan Ratu Pantai Selatan beserta dayang-dayang setianya. 

Dinding-dinding ruangan pun dihiasi dengan foto dan lukisan wanita berparas cantik yang mengenakan kebaya hijau dengan kain panjang.

Lukisan itu adalah Nyai Roro Kidul. Namun, mitos tentang Nyai Roro Kidul dikabarkan justru menjadi daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung ke pantai ini.

3.       Pantai Sembukan, Wonogiri

Pantai ini terletak di ujung Selatan Kabupaten Wonogiri, tepatnya di dusun Sembukan, Kecamatan Paranggupito yang berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Wonogiri.

Ciri khas dari pantai Sembukan ini yaitu adanya barisan bukit-bukit cantik dengan karang di bawahnya.

Tak hanya barisan bukit-bukit cantik saja, panorama alam lain yang disajikan oleh pantai Sembukan ini juga begitu mempesona.

Tetapi dibalik cerita keindahan pantai yang letaknya di ujung Selatan Kabupaten Wonogiri ini terselip sebuah mitos tentang Nyai Roro Kidul

Menurut mitos yang beredar, pantai ini merupakan pintu gerbang ke-13 yang digunakan oleh Nyai Roro Kidul untuk menghadiri pertemuan dengan raja-raja Kasunanan Surakarta.

Selain itu, pantai ini juga dikenal sebagai penghubung antara alam manusia dengan alam Kanjeng Ratu Laut Selatan.

Sehingga para aktivis spiritual sering menjadikan pantai ini sebagai salah satu tempat untuk mereka melakukan aktivitas seperti meditasi dan lain sebagainya, terutama pada malam Satu Suro yang biasa disebut dengan Larung Ageng.

Upacara ini secara khusus dipersembahkan kepada Sang Penguasa Lautan Kidul dan juga sebagai bentuk penghormatan terhadap penjaga pantai Sembukan.

4.       Pantai Papuma, Jember

Pantai yang terletak di kota Jember, daerah pesisir Jawa Timur ini juga merupakan serangkaian dari pantai Selatan Jawa.

Kata "papuma" merupakan singkatan dari Pasir Putih Malikan yang merupakan nama sebenarnya dari pantai yang memiliki banyak mitos itu.

Mulai dari gugusan batu-batu karang hingga kabar mengenai korban jiwa yang erat kaitannya dengan Penguasa Pantai Selatan merupakan mitos yang masih berkembang sampai saat ini.

Pantai Papuma dikenal sebagai pantai yang memiliki ombak yang cukup ganas dengan gulungan ombak yang dahsyat dan telah merenggut banyak korban.

Masyarakat sekitar pun sering mengait-ngaitkan peristiwa-peristiwa jatuhnya korban tersebut dengan Penguasa Pantai Selatan atau Nyai Roro Kidul.

Korban-korban itu dikatakan sebagai tumbal yang diperuntukkan bagi Sang Nyai Roro Kidul.

Tidak hanya mitos mengenai korban jiwa yang dijadikan tumbal. Di tempat tersebut juga terdapat mitos lain yaitu sebuah gua yang dipercayai oleh masyarakat sekitar sebagai tempat bersemayamnya Dewi Sri Wulan.

Gua yang disebut-sebut sebagai Gua Lawa ini hanya bisa dilihat ketika air laut sedang surut. Selepas dari itu, gua ini tidak akan lagi dapat terlihat. 

Mitos selanjutnya berasal dari gugusan batu yang terlihat seperti berderet. Gugusan batu-batu ini memiliki nama masing-masing.

Ada yang menyebutnya Batara Guru, Kresna, Narada, Nusa Barong dan Kajang. Tetapi juga ada yang menyebutnya Dhampar Kencana, Genteng, Kodok,Kresna, Narada dan Kajang.

Kabarnya, ada sebuah batu yang tidak memiliki nama. Batu tersebut dipercayai oleh masyarakat sekitar dihuni oleh sekelompok ular berbisa sehingga tak ada orang yang berani mendekat ke batu yang tak memiliki nama tersebut.

 

Penulis : Thomas Koten
Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?