• News

  • Sisi Lain

Dengan Salib dan Air Suci, Roh Lelaki Bersorban Diusir dari Rumah Ini

Rumah milik Lukas di Waringin Jaya, Bojong Gede, Bogor
NNC/Taat Ujianto
Rumah milik Lukas di Waringin Jaya, Bojong Gede, Bogor

BOGOR, NNC - “Melelahkan sekali pengalaman saya berhadapan dengan roh halus,” kata Lukas (54) kepada NNC pada Jumat (14/12/2018). Lelaki kelahiran Manggarai, Nusa Tenggara Timur ini mengalami pergumulan cukup lama dengan sesosok roh halus yang menghuni rumahnya.

Ia membeli sebidang tanah di Desa Waringin Jaya, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor sekitar tahun 1980. Di tanah yang ia beli terdapat sebuah pohon jambu air (Syzygium aqueum) yang cukup besar. “Kata warga setempat, pohon itu adalah penanda lokasi meninggalnya seorang tokoh setempat,” kenang Lukas.

Lukas sebetulnya tidak tahu apakah kisah itu ada hubungannya dengan pengalaman hidupnya di kemudian hari. Yang pasti, Lukas kemudian membangun rumah di lahan yang ia beli itu. Dan tentu saja, pohon jambu air ia tebang.

Sejak awal pembangunan, Lukas menjumpai banyak peristiwa janggal. Berulang kali, ia dan beberapa tukang bangunan mengalami peristiwa aneh dari persoalan sepele hingga persolan yang membuat kepalanya pusing tujuh keliling.

Suatu ketika, tukang bangunan merasa kehilangan alat bangunan seperti sendok semen, cangkul, martil, dan sebagainya, tetapi tiba-tiba barang itu muncul kembali. “Ibaratnya, baru saja ia pegang dan ia taruh kemudian di sampingnya, benda itu tiba-tiba menghilang,” jelas Lukas.

Di waktu lain, Lukas pernah membeli keramik dengn motif khusus untuk kamar mandi. Ia telah menghitung jumlah yang dibutuhkan dan membeli keramik itu di toko material. Ia ingat betul, jumlah yang ia beli sudah sesuai.

Saat keramik diantar dan sampai di lokasi rumahnya, Lukas menghitungnya. Jumlahnya sesuai. Namun saat pemasangan berlangsung, ia dan tukang bangunan bingung mengapa jumlahnya berkurang satu keping.

Ia berpikir mungkin karena terselip. Ia berusaha mencarinya namun tidak menemukannya. Ketika esok paginya, muncul kejadian aneh. Satu keping keramik yang ia cari tiba-tiba berada persis di samping lokasi keramik yang belum terpasang.

Kemudian selesailah pembangunan rumah. Lukas segera menempati rumah itu bersama istri dan tiga anaknya tercinta. Peristiwa gaib kembali terjadi. “Hampir setiap tengah malam, saya dan istri diganggu oleh penampakan lelaki tua berjenggot putih, berbaju putih, dan bersorban,” tutur Lukas.

Lukas pada mulanya mengira hanya ia sendiri yang melihat. Ternyata, istrinya juga mengalami yang sama. Saat terbangun di tengah malam, sosok itu selalu berdiri di pintu kamar dengan ekspresi dingin dan hanya melihat ke arah Lukas atau istrinya.

“Pertama kali saya melihat penampakan itu, saya terkejut, merinding, dan takut. Kualihkan pandangan saya sambil meenggosok mata saya karena mengira salah lihat. Saat mata kubuka kembali, penampakan itu menghilang,” kata Lukas yang kemudian tidur lagi.

Malam berikutnya, Lukas mengalami peristiwa yang sama. Kali ini Lukas bangun dari tempat tidur. Ia berusaha mendekati sosok misterius itu. Namun, saat turun dari ranjang, penampakan itu menghilang.

Pengalaman tersebut ia ceritakan kepada istrinya. Dan ternyata istrinya juga melihat dan mengalami kejadian yang sama. Maka, Lukas tidak mau berdiam diri karena merasa dilecehkan  dengan sosok misterius itu.

Suatu ketika, Lukas sengaja menyiapkan sebuah parang yang ia taruh di bawah tempat tidurnya. Ia berpikir, “Kalau muncul lagi, akan kutebas leher lelaki tua itu. Kurang ajar benar masuk ke kamar saya dan mengganggu kehidupan kami,” ancam Lukas.

Namun, saat tengah malam tiba, yang ia tunggu-tunggu tidak muncul. Hari berikutnya, ia juga tidak menjumpainya. Alhasil, niatnya tidak kesampaian. Hal ini sempat berlangsung beberapa hari, selama ia bersiap menghadapi sosok itu dengan parang yang ia siapkan.

Sampai akhirnya Lukas lupa akan niatnya karena mengira sosok roh halus itu telah pergi. Namun dugaannya keliru. Saat ia dan istrinya sudah lupa dengan parang yang sengaja disiapkan, sosok lelaki tua bersorban kembali menampakkan diri di depan pintu kamar tidurnya.

Kali ini terjadi di tengah suasana hujan deras di tenagh malam. Lukas dan istrinya sama-sama melihat sosok itu. “Jadi, setiap tidur, lampu kamar sengaja saya matikan. Namun lampu ruang tengah menyala sehingga jelas sosok itu berdiri di pintu kamar,” kata Lukas mengenang malam itu.

Lukas bangkit berdiri dan memberanikan diri mendekati sosok itu. Namun baru beberapa langkah, sosok itu menghilang. Lukas segera mengejar dan menyalakan lampu seluruh ruangan rumah. Ia mencari sosok itu di setiap sudut ruangan namun hasilnya nihil.

Rumah Lukas saat menjelang petang

Atas saran saudaranya, Lukas kemudian mengadakan ritual khusus untuk mencoba berdamai dengan pengalamannya. Bahkan kalau bisa, ia ingin mengusir roh itu dari rumahnya sehingga tidak mengganggu kehidupan keluarganya.

“Karena saya beragama Katolik dan dari Flores, saya mendatangi seorang Pastor yang kemudian memberi saya sebotol air yang telah diberkati dan sebuah salib. Saya disarankan mengadakan doa khusus dan diminta agar tidak melupakan budaya Flores,” kata Lukas.

Di malam yang telah ditentukan, Lukas mengundang sejumlah saudara dari Flores. Doa didaraskan bersama melalui ibadat pemberkatan rumah. Tak lupa, ia menyediakan segelas air tuak, simbol dan media khusus berkomunikasi dengan arwah luluhur sesuai adat Flores.

Dengan diiringi lagu pujian dan memegang salib, Lukas memercikkan air pemberian Pastor (imam umat Katolik) ke setiap ruangan rumahnya. Dan saat ritual itu berakhir, muncul kejadian menghebohkan.

Lukas dan seluruh saudaranya yang berkumpul di ruang tamu, dengan jelas melihat gagang pintu depan rumahnya berputar dan selanjutnya pintu terbuka. Namun anehnya tidak ada seorang pun yang membukanya.  

Sementara semua orang heran dan bengong memandang ke arah pintu, tiba-tiba muncul seperti angin kencang menghembus ke arah luar rumah. “Angin bertiup dari dalam menuju luar rumah, bukan masuk ke rumah,” terang Lukas mengenang peristiwa itu.

Dan sejak ritual itu, Lukas dan istrinya mengaku tidak pernah lagi menjumpai penampakan sosok lelaki tua bersorban di rumahnya.

“Setelah mengalami pengalaman nyata itu, saya baru percaya betapa mujarabnya air sucidan salib yang diberikan Pastor kepada saya,” kata Lukas.

Namun, sekitar tahun 2005, kejadian aneh kembali ia alami. Kali ini, ia sedang bermain ke rumah tetangganya yang baru mendirikan rumah, tidak jauh dari rumah Lukas. Pemilik rumah itu bercerita tentang pengalaman yang sudah tidak asing baginya.

“Tetangga saya itu mengeluh. Berhari-hari, ia kesulitan tidur nyenyak karena sejak tinggal di rumah barunya, setiap tengah malam tiba selalu didatangi penampakan lelaki tua berjenggot putih dan bersorban. Sosok itu berdiri di depan kamarnya,” kata Lukas menirukan apa yang dikisahkan oleh tetangganya.

Rupanya, sosok roh lelaki tua bersorban itu telah pindah dari rumah Lukas menuju rumah tetangganya. “Kurang ajar benar roh itu. Masih saja berani mengganggu kehidupan manusia yang ingin hidup tenang di dunia ini,” umpat dan protes Lukas dalam hati. 

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?