• News

  • Sisi Lain

Pulau Ini Menggiurkan Tetapi Angker dan Telah Menelan Banyak Korban

Keindahan laut di Kepulauan Karimunjawa sungguh menggiurkan para pelancong wisata bahari
topwisata
Keindahan laut di Kepulauan Karimunjawa sungguh menggiurkan para pelancong wisata bahari

JEPARA, NNC - Pulau Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan legenda, dikisahkan bahwa keberadaan pulau ini erat kaitannya dengan Sunan Muria yang prihatin atas kenakalan putranya, Amir Hasan.

Sunan Muria kemudian memerintahkan putranya untuk pergi ke sebuah pulau yang tampak "kremun-kremun" (Bahasa Jawa berarti terlihat kabur)  untuk mengembangkan ilmu agamanya. Karena tampak "kremun-kremun" maka dinamakanlah pulau di tanah Jawa itu dengan nama “Karimun” atau “Karimungjawa”.

Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 28 pulau dengan Pulau Karimunjawa sebagai induk dan sekaligus menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Penghuni kepulauan di Laut Jawa ini sangat beragam sehingga bisa disebut sebagai miniatur Indonesia. Mereka berasal dari bermacam suku bangsa di antaranya suku Jawa, Madura, Bugis, Mandar, Bajo, Buton, dan Makasar.

Indah tetapi angker

Pulau Karimunjawa kerap disebut juga sebagai Pulau Harta Karun. Pulai ini terkenal sangat indah dan membuat banyak pelancong wisata bahari berdatangan ke tempat itu. Namun, tempat ini juga terkenal sangat angker.

Dahulu, kapal-kapal yang melewati daerah ini pada malam hari memilih menjauhi Kepulauan Karimunjawa daripada kapalnya terdampar di karang-karang yang tajam dan diselimuti aura mistis.

Sudah banyak kapal yang karam atau tenggelam tanpa sebab yang jelas. Pada awal Mei 1999 lau, sebuah kapal bermuatan sekitar 250 kubik kayu gelondongan terdampar di sekitar Pulau Nyamuk. Akibatnya nilai kayu yang diperkirakan mencapai Rp 250 juta itu ludes.

Sesepuh Pulau Nyamuk, La Paija, mengatakan bahwa sudah banyak kapal yang terdampar di antara karang-karang yang tersebar di kepulauan tersebut. Padahal kebanyakan para nakhoda kapal sudah berpengalaman melewati jalur itu.

Banyak cerita aneh seputar tenggelamnya kapal-kapal tersebut. Misalnya nakhoda mendengar ada orang yang berteriak memberi aba-aba untuk menepikan kapalnya. Tahu-tahu kapalnya sudah berada di atas karang dengan kondisi hancur.

Seringkali kapal-kapal yang melewati jalur-jalur di Karimunjawa pada malam hari terkecoh. Baik nakhoda, ABK, maupun penumpang kapal seolah-olah melihat Pelabuhan Semarang dengan lampu-lampu yang berkelip-kelip.

Setelah didekati untuk bersandar ternyata kapal telah menabrak batu karang besar. Itulah yang membuat orang sering kebingungan.

Kejadian-kejadian aneh seperti itu bukan hal yang baru bagi masyarakat Karimunjawa, sehingga siapa pun yang melewati atau ingin masuk ke kawasan itu harus hati-hati.

Pulau Karimunjawa memang menyimpan banyak misteri. Sudah puluhan orang berusaha mengungkap misteri kepulauan ini namun sebanyak itu pula, misteri tetap menjadi misteri yang tak bisa diungkapkan.

Para peneliti memang berhasil menemukan benda-benda misterius peninggalan masa lampau yang tersimpan di goa-goa dan dasar laut di sekitar Karimunjawa.

Di salah satu dasar laut di Karimunjawa terdapat sebuah kapal karam di antara karang dan bisa terlihat dari permukaan air laut. Menurut cerita warga setempat, di tempat itulah sering muncul roh halus atau hantu-hantu laut.

Ada warga yang mengaku melihat seperti sosok manusia misterius. Ada yang melihat penampakan cahaya-cahaya layaknya kapal. Namun setiap didekati, semua bayangan itu tiba-tiba menghilang.

Dalam berbagai penelitian, telah banyak ditemukan benda-benda keramik asal Cina yang diperkirakan berasal dari kapal-kapal dagang Cina zaman dahulu, termasuk peninggalan pasukan perang Khubilai Khan yang karam saat menyerang salah satu Kerajaan Hindu di Jawa.

Karena banyaknya benda-benda bersejarah yang tertimbun di bumi Karimunjawa dan memiliki banyak misteri, maka pulau ini juga sering dikenal sebagai Pulau Harta Karun yang penuh misteri.

Kesaktian Sunan Nyamplungan

Cerita tutur bahwa Kepulauan Karimunjawa tidak boleh diremehkan juga tersirat dalam kisah tentang Sunan Nyamplungan atau Syekh Amir Hasan, putra Sunan Muria.

Masyarakat Karimunjawa meyakini bahwa kesaktian dan kearifan Sunan Nyamplungan semasa hidupnya sebagai cikal bakal masyarakat Karimunjawa, masih berpengaruh di wilayah itu hingga kini. “Keberadaanya” bisa dibilang selalu menjaga kehidupan di sana.

Bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin menetap di Karimunjawa, biasanya disarankan menemui Plawangan Sunan Nyamplungan untuk ‘mohon izin’. Ketentuan ini sebagai wujud kesopanan seseorang yang ingin bertamu di tempat orang lain. Dan hal ini tidak boleh diremehkan atau dianggap enteng.

Memang banyak orang yang melanggar ketentuanitu. Dan mereka mengalami kesialan. Sudah tidak terhitung lagi banyaknya nyawa melayang di kepulauan ini akibat berperilaku tak sopan.

Menurut tokoh masyarakat setempat,  apabila pejabat publik atau aparat pemerintahan yang berkunjung ke Karimunjawa, dengan isi kepala yang memikirkan soal “uang dan uang” untuk dirinya saja. Maka, setelah keluar dari kepulauan Karimunjawa, hidupnya dipastikan akan menjadi miskin.

 

Penulis : Thomas Koten
Editor : Taat Ujianto
Sumber : Dari berbagai sumber

Apa Reaksi Anda?