• News

  • Sisi Lain

Orang Kaya Baru (OKB) di Jakarta Itu Mati dan Dikenang Sebagai Hantu

Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pada tahun 1989
istimewa
Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, pada tahun 1989

JAKARTA, NNC - Cerita hantu atau urban legend ternyata memiliki sejarah. Dari masa yang satu dengan masa berikutnya, jenis hantu yang diperbincangkan masyarakat mengalami perubahan.

Layaknya teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus berubah dan berkembang. Demikian pula sosok-sosok hantu yang bermunculan, timbul dan tenggelam.

“Jenis hantu yang populer menjadi bahan obrolan dengan teman-teman saya di sekolah sekitar tahun 1988, kini sudah jarang terdengar,” kata Ricky (45) kepada NNC, Jumat (25/01/2019).

Buru-buru ia menambahkan,”Dahulu, hantu yang menjadi obrolan seru itu bernama hantu Mister Gepeng. Mengapa disebut ‘gepeng’? Ya, karena kalau menampakkan diri, tubuhnya berbentuk gepeng dan berdarah-darah.”

Ricky memiliki kenangan unik semasa ia menjadi siswa kelas 7 di salah satu SMP Negeri di Jakarta Selatan. Sebagai siswa baru di sekolah itu, ia bersama sekitar 80 siswa lain wajib mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

Di tengah malam, Ricky dan peserta lainnya dibangunkan dengan kasar oleh para pembina LDKS. Semua peserta diperintahkan segera berkemas membawa semua perlengkapan menuju ke lapangan.

Semua peserta kemudian berbaris. Panitia mengumumkan bahwa ada dua peserta mendadak hilang. Panitia menduga telah terjadi aksi penculikan. Oleh sebab itu, peserta LDKS akan dipulangkan lebih cepat, sambil menunggu jemputan orang tua mereka.

Panitia mengaku kawatir jika aksi penculikan akan terjadi lagi. Dan dinyatakan juga, bisa jadi penculikan itu bukan dilakukan oleh manusia tetapi oleh roh halus.

Para pembina LDKS juga menceritakan bahwa sekolah itu angker. Peserta  LDKS pun panik. Beberapa siswi mulai menangis ketakutan.

“Saya sebenarnya sempat menyanksikan pernyataan-pernyataan para pembina. Katanya LDKS tidak bisa dilanjutkan dan peserta akan dipulangkan. Tapi saya tidak melihat ada upaya memanggil orang tua. Yang ada, malah seperti diteror,” kenang Ricky.

Para pembina LDKS “meneror” peserta LDKS. Katanya, para hantu penghuni sekolah biasanya mengganggu jika ada siswa yang melakukan perbuatan tercela, dari mulai jahil mencorat-coret tembok sekolah, berkata-kata jorok dan tidak sopan, hingga soal berpacaran.

Oleh sebab itu, panitia meminta peserta LDKS yang merasa melakukan perbuatan tercela untuk maju ke depan. Dan ternyata benar, ada beberapa peserta maju. Siswa itu kemudian dihukum melakukan push up dan dibentak-bentak berulang kali.

Peserta lain ternyata juga tak luput dari hukuman. Semua dianggap tidak peduli karena membiarkan ada teman melakukan tindakan tidak terpuji. Suasana mulai panik dan mencekam.

Panitia LDKS kemudian memanggil semua ketua regu untuk diminta pertanggungjawabannya dan diminta membantu pencarian peserta yang hilang tersebut.

“Saya kebetulan adalah salah seorang ketua regu. Dan salah satu peserta yang hilang itu adalah anggota regu saya. Akibatnya, saya dibentak-bentak oleh pembina karena  dianggap teledor, tidak bertanggung-jawab, dan sebagainya,” tutur Ricky mengenang peristiwa itu.

Para ketua regu kemudian diminta berkeliling menyusuri semua sudut sekolah. Entah listrik padam atau sengaja dimatikan, tiba-tiba semua lampu sekolah padam. Dalam kegelapan, Ricky dan beberapa pemimpin regu berjalan menyusuri semua sudut sekolah.

Tiba-tiba, ada suara jeritan siswi perempuan ketakutan tak jauh dari posisi Ricky berdiri. Perempuan itu histeris dan menangis, katanya melihat sosok menyeramkam. “Ada hantu Mister Gepeng di tolet! Ada hantu Mister Gepeng di toilet!” kata Ricky menirukan siswi itu.

Dan suasana benar-benar semakin mencekam karena dari sisi gedung lain juga ada jeritan serupa. Semua meneriakkan ada penampakan Hantu Gepeng.

Tampaknya suara jeritan itu terdengar di telinga peserta yang berbaris di lapangan. Semua peserta pun ketakutan dan tak sedikit yang menangis histeris. Disusul kemudian, beberapa siswi kejang seperti mengalami kesurupan (trance).

Siswi yang kejang itu kemudian dibopong panitia ke ruang UKS. Kemudian disusul beberapa siswi lain juga mengalami kesurupan serupa. Trance benar-benar menular dan semuanya dialami oleh anak perempuan. Suasana benar-benar menjadi kacau.

Panitia kemudian meminta agar semua peserta berdoa sesuai agamanya masing-masing. Semua diminta mendoakan agar siswa yang hilang bisa ditemukan dan dijauhkan dari gangguan kekuatan jahat. Semua juga diminta untuk memohon ampun atas semua kesalahan.

Dan usaha mereka tidak sia-sia. Menjelang pukul 03.00, suasana berangsur mereda. Antara lelah dan pasrah, kembalilah para ketua regu bersama dua teman mereka yang dikabarkan hilang.

Konon, dua siswa itu ditemukan panitia LDKS sedang dibawa roh halus dan disembunyikan di gudang sekolah yang terkenal angker. Gudang itu, katanya dihuni oleh hantu Mister Gepeng.

Dan dua siswa itu mengaku sempat mengalami kehilangan kesadaran. Seingat mereka, sedang tidur di tenda, namun ketika tersadar ternyata berada di gudang sekolah dengan ditunggui para pembina LDKS yang  sedang membacakan doa.

“Sampai saya lulus SMP, pengalaman mengikuti LDKS itu tak bisa saya lupakan. Dan antara percaya dan tidak percaya, kejadian penampakan hantu, penculikan, dan kesurupan, terus saja muncul di kepala saya. Benarkah ada hantu Mister Gepeng? Atau hanya rekayasa pembina LDKS?” kata Ricky.

Dari para guru dan pembina LDKS juga tidak pernah mengungkapkan bahwa kejadian itu adalah rekayasa.

Alhasil, kisah tentang hantu Mister Gepeng yang menghuni sekolah itu kemudian tersebar dari mulut ke mulut. Dan sepanjang tahun 1990, keberadaan kisah hantu Mister Gepeng menjadi sangat populer di Jakarta.

Pertanyaannya, sebenarnya siapakah Mister Gepeng?

Menurut penuturan Ricky, dalam  cerita tutur orang Jakarta tempo dulu, Mister Gepeng dahulu adalah seorang lelaki dari desa yang datang ke Jakarta untuk mengadu nasib dengan menjadi kontraktor pembangunan gedung bertingkat.

Kariernya berhasil sukses. Ia menjadi orang kaya baru (OKB) di usia sekitar 40 tahun.

Suatu ketika, ia ingin meninjau pembangunan (ada yang menyebutkan pembangunan gedung sekolah, ada juga yang menyebutnya gedung rumah sakit) . Ia mengenakan pakaian safari dan menenteng koper berisi uang.

Namun saat ia naik ke lantai atas, tiba-tiba tali elevator yang ia naiki terputus. Ia mati tergencet elevator dan tubuhnya gepeng, sementara uang di kopernya berhamburan. Sejak itu, arwahnya menjadi hantu yang konon sering menampakkan diri di toilet sekolah.

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?