• News

  • Sisi Lain

Roh Gaib Ini Menuntut Pembunuh Siswi SMK Baranangsiang Segera Ditangkap?

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyalakan lilin di lokasi kejadian penusukan siswi SMK Baranangsiang, Adriana Yubelia Noven Cahya
Arif Firmansyah/Antara Foto
Wali Kota Bogor, Bima Arya, menyalakan lilin di lokasi kejadian penusukan siswi SMK Baranangsiang, Adriana Yubelia Noven Cahya

BOGOR, NNC - Hingga kini, kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), Siswi SMK Baranangsiang Bogor, Jawa Barat pada Selasa (08/01/2019) belum berhasil diungkap secara tuntas. Polisi belum menangkap pelaku, walau sosoknya terekam CCTV.

Proses penyelidikan masih akan terus dilakukan oleh pihak kepolisian Polresta Bogor, Jawa Barat. Semua warga yang menaruh simpati kepada korban masih menantikan kelanjutan pengungkapan kasus ini.

Dan di tengah situasi seperti itu, beredar cerita tantang kejadian mistis dan roh gaib seputar kejadian tragis yang dialami Andriana Yubelia Noven Cahya. Bila dinalar, fenomena itu terasa sulit diterima akal sehat.

Namun, bila direnungkan dan dipahami secara supranatural, bisa jadi, fenomena itu adalah ungkapan simpati bawah sadar warga masyarakat Bogor terhadap korban dan keluarga korban. Bagaimanapun juga, peristiwa itu patut dikutuk.

“Dini hari sekitar pukul 01.00, usai saya mengantar penumpang dan melintasi jalan tak jauh dari lokasi penusukan siswi SMK Baranangsiang, motor saya hentikan karena mendadak saya mendengar suara perempuan memanggil-manggil saya,” kata Rusli (45).

Rusli adalah seorang bapak yang sehari-hari berprofesi sebagai pengemudi ojek online (OJOL) di daerah Bogor. Sementara fenomena mistis yang ia alami, terjadi sekitar dua minggu yang lalu.

Karena merasa dirinya dipanggil seseorang, Rusli berhenti dan segera membuka helm untuk memastikan suara itu. “Begitu helm saya buka, tiba-tiba terdengar suara siulan angin kencang. Suara angin itu terasa melengking di kuping saya seperti orang menjerit,” kenang Rusli.

Mata Rusli menengok ke segala arah dan berusaha memusatkan pendengarannya. Ia berpikir jangan-jangan ada orang yang memang membutuhkan pertolongan. Apalagi suasana sudah sangat sepi. Namun, Rusli tidak melihat seseorang pun di sekitarnya.

“Tidak lama sesudah itu, bunyi guruh menggelegar dan turun hujan cukup deras”, kata Rusli melanjutkan. Ia kemudian memutuskan untuk berteduh di teras satu rumah, sambil menunggu hujan reda.

“Di saat itulah, saya mencium aroma harum, disusul kemudian muncul sesosok bayangan putih dari sebuah gang melintas di depan saya dan kemudian bergerak cepat ke arah gang, tempat lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya,” tutur Rusli.

Rusli tidak tahu apa arti penampakan itu, namun ia  merasakan ketakutan. Bulu kuduknya berdiri. Katanya, “Mulanya saya tidak takut, tapi ketika saya teringat bahwa saya berada tidak jauh dari lokasi kasus Yoven, muncul perasaan aneh dan saya benar-benar takut.”

Kawatir justru mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, Rusli memutuskan meninggalkan tempat itu. Di tengah deras hujan dan suara petir, ia memutuskan untuk kembali ke rumah.

Sampai di rumahnya, di kawasan Tajurhalang, Rusli segera mandi dan berganti pakaian. Isi kepalanya masih diliputi penasaran dengan kejadian yang ia alami.

Tiba-tiba timbul hasrat dalam dirinya, untuk secara khusus mendoakan Andriana Yubelia Noven Cahya. Sebelum adzan subuh, Rusli sempatkan melakukan salat   sambil memanjatkan doa agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan yang terbaik bagi Andriana Yubelia Noven Cahya.

“Saya sangat terharu dan sedih karena teringat anak saya yang sedang kuliah di Yogya. Saya membayangkan bagaimana ia jauh dari orang tua,” kata Rusli dengan wajah haru.

Ingatan tentang kasus yang dialami Andriana Yubelia Noven Cahya, ternyata melahirkan kerinduan yang membuncah terhadap anak perempuannya semata wayang, yang saat ini sedang menjalani kuliah semester empat di Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Anak saya tinggal di rumah kost, tidak jauh dari kampus. Karena itulah, saya membayangkan bagaimana pedihnya orang tua Andriana Yubelia Noven Cahya. Jauh dari orang tua, belajar dan tinggal di kost, namun menjadi korban kebiadaban,” ujar Rusli.

Masih menurutnya, “Saya tidak terlalu memusingkan siapa sosok roh halus yang saya jumpai, namun bagi saya, kejadian aneh itu membuat saya tersadar. Betapa mahal arti anak dan perjuangan anak perempuan yang memiliki cita-cita tinggi serta berada jauh dari orang tua.”   

“Dan saya berharap agar polisi dapat segera menangkap pelaku pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya,” pungkas Rusli.  

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?