• News

  • Sisi Lain

Arwah Leluhur dan Sosok Perempuan Merayap di Langit Kamar Ibunda Reza

Rumah Ibunda Reza di Purworejo, Jawa Tengah
dokumen-pribadi
Rumah Ibunda Reza di Purworejo, Jawa Tengah

JAKARTA, NETRALNEWS - Tidak sering namun kita pasti pernah mengalami sesuatu kejadian yang sulit diterima oleh nalar. Kita bisa saja bertanya pada ahli psikologi, ahli agama, dokter kejiwaan, atau ahli lainnya, untuk mendapatkan kejelasan tentang arti di balik kejadian aneh itu.

Namun dari setiap jawaban yang diberikan oleh mereka, selalu ada sisi-sisi yang tak mampu menjelaskan secara gamblang. Jawaban para ahli itu juga selalu memiliki keterbatasan sehingga menyisakan suatu misteri yang tetap tinggal menjadi misteri.

Salah satu kejadian nyata berselubung misteri itu dialami oleh Reza (35), seorang bapak beranak satu, yang sehari-hari bekerja di Jakarta.

Ia mendadak mendapat telpon agar segera pulang ke kampung halamannya, karena ibundanya sakit keras.

Tiga hari sebelumnya, Reza mendapat kabar bahwa ibunya mengalami demam tinggi. Dan tampaknya, kondisi ibunya tidak membaik sehingga ia diminta segera menjenguknya.

Reza adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Namun, hanya ia yang hidup merantau di luar kota kelahirannya, yaitu di Desa Condongsari, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Reza menyadari bahwa perhatian kepada ibundanya yang telah membesarkan anak-anak sendirian sejak ditinggal mati ayahnya, harus menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

Maka, tanpa babibu, Reza segera memesan tiket kereta dan meluncur memenuhi panggilan keluarga besarnya. Dan perjalanan sekitar tujuh jam dari Jakarta-Purworejo berjalan lancar.

Ia tiba di Purworejo pada dini hari. Segera ia sungkem dan mencium ibundanya yang terbaring beralas kasur di kamarnya. Reza terkejut, Ibundanya tidak langsung mengenalinya dan justru menanyakan hal-hal aneh.

Dari kakak-kakaknya yang senantiasa berjaga secara bergantian, Reza memperoleh penjelasan tentang keanehan itu. Dan justru karena keanehan itu, ia diminta segera pulang karena khawatir kondisi ibunya semakin memburuk.

Ibunda Reza mengalami demam tinggi selama tiga hari berturut-turut dan tidak pernah bisa terlelap tidur. Sepanjang tiga hari itu, ia menceracau seperti orang mengigau, dan matanya seperti melihat hal-hal yang tidak ada atau tidak nyata. Muncul juga perilaku yang tidak seperti biasanya.

Dokter keluarga sudah dipanggil dan sudah mengobatinya. Dokter itu meminta agar ibunya dijaga. Kondisi fisiknya kini mulai stabil. Namun katanya, masih harus menunggu pemulihan psikologisnya.

Dokter sempat memasang jarum infus agar cairan tetap masuk ke tubuh ibundanya. Selama tiga hari, asupannya tidak teratur. Namun, karena gerak ibundanya tidak beraturan, jarum infus itu terlepas dan tidak dipasang lagi.

Tibalah jatah Reza untuk berjaga menggantikan kakak-kakaknya. Ibunya masih terbaring dan kadang menceracau.

Dalam ceracaunya, ibunya mengaku melihat sosok perempuan berbaju putih muncul merayap di langit kamar lalu menghilang. Ia juga mengaku melihat makhluk bertaring dengan mulut berdarah yang tiba-tiba mendekatinya lalu pergi lagi. Dan beberapa ceracau lainnya yang sulit dinalar Reza.

Reza berusaha mengajak ibunya ngobrol. Kadang ditanggapi, kadang pandangannya seolah sedang memperhatikan orang lain dan mengajak ngobrol sosok yang dilihat ibunya, sehingga tidak menanggapi Reza.

Tiba-tiba, ibunya bangkit berdiri dan berteriak melihat banyak ular berdatangan merayap di langit-langit rumah. Ia menunjuk-nunjuk ke arah ular itu dan meminta agar semua penghuni rumah keluar karena khawatir dipatuk ular-ular itu.

Reza sadar bahwa ular yang dilihat ibunya sebenarnya tidak ada. Dan untuk meyakinkannya, Reza mengambil galah bambu, lalu menyodok-nyodok atap rumah tempat ular yang dilihat ibundanya. Baru ibundanya percaya, ular itu tidak ada dan mungkin sudah pergi.

Demikianlah selama siang hingga malam, Reza menjaga ibundanya. Menjelang pukul 23.00, ia terlelap karena lelah, sementara ibunya masih saja terjaga belum tidur dan menceracau.

Ia terbangun lagi ketika tiba-tiba mendengar suara “gubrakk!” dan ibundanya tampak terjatuh di lantai. Reza melihat dinding kamar yang terbuat dari triplek jebol ditabrak ibunya. Reza segera bangkit dan menuntun ibunya agar kembali berbaring di kasur.

Dalam ceracaunya, ibunya mengaku didatangi almarhum ayahnya bersama para leluhurnya lain yang sudah meninggal. Mereka semua mengenakan baju putih dan melambaikan tangannya agar ibundanya mau ikut mengikuti mereka.

Ibunda Reza sempat berusaha mengikuti arah jalan yang ditunjukkan sosok-sosok arwah itu. Namun tiba-tiba ia merasa terpeleset dan jatuh. Rupanya, ia berusaha naik dinding kamar, ikut merayap seperti sosok-sosok arwah itu.

Reza tercenung. Apa arti semua itu. Apakah ibundanya sedang mendekati ajal seperti cerita orang pada umumnya. Konon, orang yang akan meninggal, akan didatangi para leluhurnya. Dan hal itu yang  kini terjadi dan dialami ibundanya tercinta.

Air mata menitik di sudut mata Reza. Hatinya resah. Secara fisik, ibunya masih tampak sehat walau sudah berusia 61 tahun. Sehari-hari ia masih kuat berdagang makanan di warung makan yang berada di pinggir jalan raya, lingkar Selatan kota Purworejo.

Reza menimbang dan mengusulkan ke kakak-kakaknya agar mengadakan doa khusus untuk ibundanya dengan mengundang seorang Pastur. Dan malam berikutnya, usulan Reza terpenuhi.

Sekitar sepuluh orang jemaat gereja datang bersama seorang Pastur. Reza dan kakak-kakaknya ikut berdoa bersama mereka, memohon yang terbaik untuk ibundanya.

Pastor memimpin doa itu. Dan setelah doa selesai, ia mengurapi dahi ibunda Reza dengan minyak zaitun. Itulah yang dinamakan sakramen pengurapan orang sakit.

Seketika itu juga, seperti ada hawa dingin berhembus ke segenap ruangan rumah ibunda Reza. Peristiwa itu dirasakan juga oleh kakak-kakaknya. Sementara ibunda Reza tampak masih terbaring dengan mata nanar, walau ia tahu di sampingnya ada seorang pastor dan jemaat gereja.

Usai berdoa, sang Pastor memberi saran agar Ibunda Reza tetap dijaga. Usahakan ibundanya bisa tidur. Bila bisa tidur, kondisinya akan pulih.

Akibat empat hari, empat malam tidak tidur, telah mempengaruhi psikologi dan kejiwaannya. Itu pula yang menyebabkan ibundanya mengalami penampakan-penampakan sosok aneh, termasuk melihat arwah leluhurnya.

Beruntung kondisi fisik ibunya sangat baik. Walau tidak tidur berhari-hari dan kurang asupan, ia masih tetap kuat.

Dan sebelum pulang, Pastor sekali lagi mengingatkan untuk memberikan minum obat ramuan herbal untuk membantu mempercepat ibunya bisa tertidur.

Dan memang benar. Pada malam kelima, setelah meminum obat herbal dari Pastor itu, ibunda bisa tertidur dengan nyenyak. Ibundanya baru bangun kembali hari berikutnya. Selama hampir 14 jam ia tertidur pulas.

Dan saat bangun kondisinya memang benar-benar membaik. Ia mengenal Reza secara penuh dan bisa ngobrol seperti yang sudah-sudah. Dan secara berangsur-angsur, kesehatan ibunda Reza kemudian pulih dan dapat beraktivitas seperti biasanya.

Saat  ibunya ditanya mengenai penampakan-penampakan yang ia lihat saat sakit, ibunda Reza mengaku sadar dan masih ingat. Ia memang betul-betul merasa melihat banyak sosok hantu dan juga melihat sosok almarhum ayah Reza bersama para leluhur atau kakek dan nenek Reza.

Demikianlah kesaksian Reza kepada Netralnews di Jakarta pada hari Jumat (15/3/2019). Cerita itu nyata dialami Reza. Hingga kini, ibundanya pun masih sehat dan masih tetap tinggal di kampung halamannya.

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?