• News

  • Sisi Lain

Dibayangi Penampakan Wanita Berambut Panjang, Rumah Batal Dibeli Klien

Ilustrasi rumah lux
istimewa
Ilustrasi rumah lux

KARAWANG, NETRALNEWS.COM - Kisah berdasar kejadian nyata ini, diadopsi dari pengalaman Rendy (36), seorang lelaki lajang yang sehari-hari bekerja menjadi agen properti di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Selama sepuluh tahun, ia sukses dengan bisnis tersebut. Sampai akhirnya mengalami kejadian misterius.

Selama bertahun-tahun, ia mengaku tak pernah mengalami kesulitan memasarkan rumah kepada klienya. Namun, baru kali ini ia merasa mengalami kesulitan.

Akibatnya, Rendy berubah menjadi lelaki pemurung. Ia suka melamun dan menarik diri dari pergaulan bersama teman-temannya.

Gairah bekerjanya menurun drastis. Dan anehnya, bila menerima telpon dari seorang perempuan, ia tampak seperti terkejut dan ketakutan.

Karena prestasi kerjanya semakin menurun, direktur perusahaannya kemudian memberikan teguran keras. Direktur itu mengatakan, “Kalau tidak mau memperbaiki prestasi kerja Anda, silakan berhenti bekerja!”

Selain itu, Sang Direktur juga menugaskan seorang karyawan lain untuk mengambil alih tanggung jawab yang selama ini ditangani oleh Rendy. Dan hal ini tentu saja membuat Rendy semakin tertekan.

Masalahnya, mengapa Rendy tiba-tiba mengalami perubahan sikap yang pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi? Mengapa grafik prestasi kerjanya semakin menurun?

Direktur perusahaan tempat Rendy bekerja, tidak mau tahu apa yang sebenarnya sedang dialami oleh Rendy. Namun, ia baru tahu ada sesuatu yang tidak beres ketika mendapat laporan dari karyawan yang ditugaskan menggantikan Rendy.

Ada sekitar tujuh klien Rendy yang sebelumnya sudah positif akan membeli satu unit rumah lux tiga lantai, namun tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, ketujuh klien itu batal membeli.

Padahal, masing-masing sudah sempat memberikan uang muka. Mereka semua tidak jadi membeli dan mengikhlaskan uang mukanya hangus.

Ketika diselidiki lebih mendalam, diketahui bahwa ternyata, alasan ketujuh klien itu selalu sama. Mereka semuanya mengaku, setelah memutuskan membeli rumah itu, melihat penampakan sosok perempuan berambut panjang secara berkesinambungan.

Di malam pertama, perempuan berambut panjang itu menampakkan diri dengan merayap di dinding rumahnya masing-masing klien dan mengingatkan agar tidak membeli rumah itu.

Di malam kedua, sosok perempuan berambut panjang itu hadir di dalam mimpi setiap klien. Semua mengaku melihat perempuan berambut panjang itu tengah berlinang air mata. Ia kemudian mengeluarkan kata-kata ancaman.

Kata sosok perempuan itu, jika klien tetap ngotot membeli rumah itu, maka dipastikan, keluarganya akan dimangsa dan mengalami peristiwa tragis.

Akibatnya, pada hari ketujuh klien itu, semuanya menyatakan membatalkan transaksi pembelian rumah. Ketujuh klien itu tak memedulikan uang muka yang telah diberikan. Semua mengaku lebih baik batal dari pada keluarganya mengalami celaka.

Singkat cerita, Sang Direktur perusahaan itu akhirnya memanggil Rendy dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Rendy pun menceritakan duduk persoalannya.

Konon, saat rumah lux itu sedang dibangun, istri mandor bangunan melakukan bunuh diri di rumah tersebut.

Perempuan itu bunuh diri karena marah dengan suaminya yang telah melakukan perselingkuhan. Dan ternyata, mandor bangunan itu adalah kakaknya Rendy.

Dan peristiwa tragis itu masih berlanjut. Kakaknya ternyata kemudian meninggal juga di lokasi rumah yang akan dijual itu. Kakaknya meninggal tanpa sebab, saat tengah bekerja.

Walaupun dokter mengatakan bahwa kematian kakaknya karena serangan jantung, namun Rendy merasa yakin bahwa kematiannya bukan karena itu. Ia menduga kematiannya ada hubungannya dengan kejadian bunuh diri istrinya.

Sampai akhirnya, Rendy mendapatkan jawaban yang lebih pasti. Suatu malam, saat ia mengontrol rumah yang serba lux itu, Rendy melihat penampakan sosok berambut panjang yang tak lain adalah arwah istri kakaknya.

Sosok itu mengatakan bahwa ia akan mengganggu siapapun yang akan membeli rumah ini, bila latar belakang orang itu tidak beres dan membeli rumah untuk tujuan yang tidak benar.

Arwah perempuan itu menyimpan dendam kepada siapapun, entah pihak suami atau pihak istri yang pernah melakukan praktik perselingkuhan. Dan bila rumah itu dibeli mereka, arwah istri kakaknya akan mencelakakannya.

Setelah menyampaikan pesan itu, arwah istri kakaknya kemudian menghilang.

Rendy sempat menganggap penampakan itu sebagai suatu halusinasi, akibat kecapekan bekerja. Namun ia akhirnya sadar anggapannya itu salah. Buktinya, semua kliennya yang sempat berniat membeli ternyata akhirnya membatalkan pembelian.

Rendy harus mengakui. Rumah itu memang dikuasai oleh sosok perempuan berambut panjang, arwah istri kakaknya.

Di sisi lain, ia yakin suatu ketika, rumah itu pasti tetap akan  terjual ketika ada calon pembeli yang memiliki latar belakang keluarga yang baik.

Artinya, obat dari kutukan arwah istri kakaknya adalah mendapatkan calon pembeli yang berasal dari keluarga baik-baik. Jika tak pernah melakukan perselingkuhan, pasti transaksi pembelian tak akan gagal lagi.

Dalam psikologi penantian itulah Rendy merasa tertekan dan ia sulit untuk bisa menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain.

Sementara ia selalu berharap agar segera datang klien yang tepat dan layak membeli rumah itu. Bila ada, ia merasa akan terbebas dari bayang-bayang sosok arwah perempuan berambut panjang itu.

Di sisi lain, Rendy sebenarnya telah menyimpulkan bahwa tujuh klien yang batal membeli rumah itu, pasti memiliki latar belakang keluarga yang tidak baik.

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?