Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:42 WIB

  • News

  • Sisi Lain

Ini Lima Mitos Menyeramkan yang Dipercaya Sejumlah Orang di Indonesia

Makanan dan buah persembahan di makam orang Tionghoa. (travelplusindonesia)
Makanan dan buah persembahan di makam orang Tionghoa. (travelplusindonesia)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejak dulu hingga sekarang, sebagian masyarakat Indonesia masih mempercayai mitos-mitos yang telah diajarkan dan diturunkan dari orang tua dan nenek moyang mereka. Baik suku Jawa, Sunda, Betawi, hingga suku Tionghoa masih terus mengajarkan anak-anak mereka tentang mitos yang terkadang tak hanya aneh namun menyeramkan.

Salah satu mitos itu, misalnya anak-anak kecil tak diizinkan bermain di bawah Pohon Beringin saat sore hari, terutama saat maghrib. Menurut orang tua, jika hal itu dilakukan, nanti bisa hilang dan diculik Kolong Wewe atau juga dikenal dengan Wewe Gombel.

Namun tak hanya mitos itu saja, masih banyak mitos-mitos menyeramkan dan dipercaya sebagian masyarakat indonesia. Berikut rangkumannya.

1. Main Saat Maghrib Diculik Wewe Gombel (Jawa Tengah)
Jauh saat sebelum adanya televisi, telepon, game online, dan video game lainnya merajalela seperti saat ini, anak-anak kecil zaman dahulu mempunyai aktivitas sendiri. Selesai pulang sekolah dan makan, mereka akan menggunakan waktu mereka hingga sore dengan bermain bersama teman-temannya.

Lalu saat maghrib datang, mereka akan pulang ke rumah karena teringat pesan orang-tua mereka, "Jangan main di luar saat maghrib, nanti diculik Wewe Gombel."

Sebenarnya mitos tentang hantu Wewe Gombel telah lama ada, yaitu hantu yang suka mengambil anak kecil. Mungkin sebenarnya, mitos ini merupakan suatu pendisiplinan bagi anak-anak mereka, di mana saat hari mulai gelap anak-anak tidak boleh berada di luar rumah karena akan menyulitkan para orang tua mencari anak mereka, dan untuk beristirahat setelah beaktivitas sehari.

2. Jangan Makan Buah Persembahan yang Ada di Pemakaman (Tionghoa)
Suku Tionghoa di Indonesia, terutama yang beragama Budha atau Konghucu sangat percaya bahwa buah persembahan yang diletakkan di makam sangat berarti bagi orang yang sudah meninggal. Jadi ada mitos yang melarang orang untuk mengambil dan memakan buah persembahan tersebut. Konon, ada yang pernah nekat memakan buah tersebut dan akhirnya dia dihantui arwah dari kuburan tersebut, dan meminta kembali buah yang dimakannya.

3. Bersiul Malam Hari Dapat Memanggil Setan (Kalimantan)
Mungkin kita pernah mendengar atau mengalami, orang tua melarang untuk bersiul saat malam hari. Alasannya, hal itu dapat memanggil setan atau makhluk halus. Bila kita sedang bersiul malam hari dan ditegur hal yang serupa, mungkin seketika itu juga kita berhenti bersiul.

Memang kebenaran mitos ini belum dapat dibuktikan. Namun secara rasional, bersiul di malam hari, saat suasana keheningan malam menyelimuti, suara siulan tentu akan mengganggu ketenangan saat itu.

4. Pasang Peniti di Baju Saat Sedang Hamil (Jakarta, Pontianak)
Sebagian masyarakat percaya bahwa bagi wanita yang sedang hamil, mereka harus memakai peniti di daster atau pakaiannya. Menurut mitos, jika tidak dilakukan maka bayi yang dikandungnya akan dimakan kuntilanak atau si ibu hamil akan sering diganggu makhluk halus yang hendak memangsa bayinya. Oleh sebab itu tidak jarang kita melihat  ibu hamil di Indonesia yang pakai peniti di pakaiannya untuk menghindari hal mengerikan tersebut.

5. Ucapkan "Permisi" Saat Akan Buang Air Kecil di Luar Rumah
Mungkin kita pernah mendengar anjuran bahwa bila sedang berada di luar rumah dan ingin buang air kecil, maka jangan lupa untuk mengucapkan kata "permisi" dulu di setiap tempat.

Menurut mitos, hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti diikuti makhluk halus atau bahkan jatuh sakit. Mengapa demikian? Sekali lagi menurut mitos, dikhawatirkan tempat kita buang air kecil tadi, entah di bawah pohon atau tempat lainnya, merupakan tempat "nongkorong" makhluk halus. Sehingga bila kita buang air kecil tanpa permisi akan membuat mereka marah.

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?