• News

  • Rukun Suku Nusantara

Garden of Prayer Harapan Saat Dunia Resesi

Kawasan Danau Toba
Kawasan Danau Toba

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kalau Toba di Sumatera Utara meledak lagi seperti yang terjadi 75.000 tahun lalu, pasti akan sangat mengerikan. Ketika bencana itu terjadi penduduk dunia masih kurang, sekarang sudah dipastikan akan menelan korban jutaan jiwa manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Sebuah kajian mengingatkan bahwa kalau Toba kembali “marah” dan meletus lagi, akan terjadi enam hal yang mengerikan. Dampaknya akan kira-kira terasa seperti dunia kiamat.

Keenam hal yang diperingatkan itu, yakni jutaan ton asam belerang akan membuat dunia gelap total, kehidupan akan mati, samudera menjadi sangat dingin, cuaca ekstrem hingga puluhan tahun, Danau Toba dan Pulau Samosir lenyap, dan gunung api lain di Indonesia ikut meletus.

Percaya atau tidak, Toba memiliki sejarah sendiri dan kehidupan yang unik. Kawasan yang menjadi pusat peradaban etnis Batak itu akan terus harmoni kalau penduduk di sekitarnya atau pemangku kekuasaan yang lebih tinggi memiliki kearifan yang luas menjaga dan merawat Toba tersebut menjadi kawasan yang bersahabat dengan manusia, maupun flora dan fauna di sekitarnya.

Ketua Badan Kerja Sama Internasional KADIN Indonesia Ricky Sutanto kepada Netralnews.com, di Jakarta, Rabu (13/6/2016) mengatakan, peringatan itu tidak dapat diabaikan.

Menurutnya, sekarang tiba saatnya, Toba harus memancarkan sinar kesejahteraan kepada dunia. Kawasan ini harus memberikan cahaya baru dan harapan baru bagi dunia sedang dalam resesi.

Dan jawabannya kata mantan calon Presiden 2014 ini adalah projek raksasa Toba senilai Rp 20 triliun. Proyek itu bernama Garden of Prayer (GoP) dan Harmoni of World (HoW). Proyek raksasa tersebut tidak perlu dana dari APBN, karena proyek mercusuar ini justru akan mendatangkan dana yang sangat besar dan berputar di Indonesia.

Di Garden of Prayer ini tambah Ricky setiap negara membeli 100 hektare tanah dan membangun kampung sendiri. Jadi, akan kampung dari negara seperti Spanyol, Brasil, Jepang, Italia, Australia. Untuk lahan seluas 100 hektare ini Ricky akan menjual 300 miliar dollar AS.
“Ada 2 negara yang telah memesan untuk membeli 2.000 hektare dengan membayar 6 miliar dollar, kira-kira Rp 72 triliun. Saya tolak,” cerita pengusaha yang hobi bernyanyi.

Belum lagi, sambung Ricky, pengunjung yang akan berkunjung ke lokasi tersebut, hanya boleh menginap 3 malam 4 hari, di mana sebelumnya harus mendaftar terlebih dahulu.

Garden of Prayer menurut Ricky, merupakan bangunan terbesar di dunia di mana akan dibangun tempat ibadah terbesar di dunia. Kalau itu terwujud, efeknya sangat luar biasa dan akan menjadi harapan bagi dunia yang sedang resesi.

Di saat resesi para pemilik modal biasanya tidak mau memarkir uangnya di bank. Para investor akan memilih menginvestasikan uangnya pada projek yang diproyeksikan akan sangat prospektif dalam jangka panjang dan itulah yang akan terjadi dengan Garden of Prayer.

Menurut Ricky, Presiden Joko Widodo memberi respons dan apresiasi positif terhadap sejumlah ide dan program Kamar Dagang dan Industri (KADIN), salah satunya soal projek Garden of Prayer. Program Garden of Prayer ini rencananya dibangun di kawasan Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Seusai bersama KADIN Indonesia bertemu dengan Presiden, Jumat (15/4/2016) lalu, Ricky menuturkan jika dia telah melaporkan soal di kawasan Toba, Sumut bakal dibangun mega proyek Garden of Prayer tersebut.

Editor : Marcel Rombe Baan

Apa Reaksi Anda?