Selasa, 16 Januari 2018 | 18:25 WIB

  • News

  • Rukun Suku Nusantara

2,5 Juta Benih Disalurkan Technopark Samosir

Illustrasi. Ikan mati di Danau Toba beberapa waktu lalu
Illustrasi. Ikan mati di Danau Toba beberapa waktu lalu

SAMOSIR, NETRALNEWS.COM - Technopark Samosir berhasil meningkatkan produksi dan menyalurkan benih ikan ke pembudidaya dari 10.000 menjadi 2,5 juta per tahun dengan mengendalikan fluktuasi suhu yang membuat sulit benih ikan berkembang.

"Waktu tempat ini masih menjadi Balai Benih Ikan (BBI) hanya mampu memproduksi 10.000 benih ikan per tahun. Tapi setelah fluktuasi suhu dapat dipertahankan produksi dapat meningkat hingga 2,5 juta per tahun," kata Kepala Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi Fauzan Ali kepada Antara di Techopark Samosir, Sumatera Utara, Minggu (30/10/2016).

Persoalan kekurangan benih ikan, menurut dia, menjadi keluhan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir saat menemui pihak LIPI. Sedangkan BBI sudah berjalan enam tahun namun hanya mampu menghasilkan 10.000 benih ikan nila per tahunnya.

Pada 2014, Puslit Limnologi melakukan analisis persoalan pengembangan benih ikan ini. Sekitar sembilan persoalan berhasil terindikasi, beberapa di antaranya terkait dengan fluktuasi suhu, sedimentasi, pakan untuk anak ikan berukuran larva yang tidak tersedia, irigasi air yang tidak lancar, aliran listrik yang sering padam, BBI tidak berpagar sehingga kerbau hingga kambing bisa masuk, sumber daya manusia yang tidak berpengalaman di perikanan, hingga indukan yang minim berusia lanjut.

Solusi yang tim Puslit Limnologi berikan untuk memecahkan salah satu persoalan yakni yang berkaitan dengan suhu air, mengendalikannya agar di siang hari yang bisa mencapai 27 derajat celsius dan di malam hari yang bisa turun menjadi 16 derajat celsius bisa diatasi, ujarnya.

"Suhu air itu tidak boleh fluktuasi lebih dari lima derajat celsius, harus stabil. Ternyata dengan dibuatkan kubah dari bahan polycarbonate terjadi sistem 'efek rumah kaca' di mana panas yang terserap ke dalam kubah saat siang tidak lekas ke luar saat malam tiba, sehingga perbedaan suhu malam dan siang dapat ditekan hingga rata-rata mencapai tiga derajat celsius," ujar dia.

Solusi tersebut baru untuk satu persoalan, dan produksi benih sudah mampu meningkat. Ia meyakini perlahan jika technopark ini tetap dilanjutkan maka dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat, karena setelah sukses melakukan perbenihan maka selanjutnya harapannya mampu menyelamatkan ikan-ikan endemik Danau Toba yang mulai punah.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain mengatakan pihaknya akan tetap berkomitmen berada di Samosir membantu masyarakat setempat dengan melakukan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan, memperbaiki kondisi ekonomi setempat, jika memang masyarakat tidak menghendaki LIPI pergi.

"Kami akan terus memberikan ilmu kami agar masyarakat mendapatkan hasil. Jika technopark ini terus dapat berkembang harapan kami sebenarnya munculnya 'start up' baru bermunculan," ujar dia.

Karena, menurut dia, salah satu syarat dari Pemerintah agar technopark tetap dapat berjalan harus mampu menghasilkan satu industri dalam satu tahun.

Sementara itu, Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan komitmen pemkab setempat menjalankan Technopark Samosir tetap ada, mengingat manfaatnya begitu besar yang dirasakan masyarakat Samosir, terutama pembudidaya, "Saya berharap DPR dan DPRD mendukung kami dari segi anggaran. Dan LIPI jangan dulu pergi dari sini meski tahun 2017 tidak ada lagi pendanaan technopark, karena itu kami perkuat kerja sama itu melalui MoU yang baru saja disepakati untuk melanjutkan kerja sama ini," ujar dia.

Sejumlah fasilitas dan infrastruktur telah dikembangkan di Technopark Samosir seperti teknologi kubah yang menstabilkan suhu air, panel surya untuk memasok sendiri energi ke technopark, sensor "real time" memantau suhu air dalam kubah dan di luar kubah, pagar tembok mengelilingi technopark, laboratorium pembuatan pangan untuk larva, laboratorium untuk pengembangan pakan, teknologi pengolah pakan sendiri.

"Pemkab telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar di 2016. Kita tentu berkomitmen untuk meningkatkan anggarannya di 2017," ujarnya menanggapi tidak adanya dana untuk technopark dari Pemerintah pusat di 2017.

Editor : Marcel Rombe Baan

Apa Reaksi Anda?