• News

  • Rukun Suku Nusantara

Mercusuar Dunia Bernama Garden of Prayer Toba

illustrasi Garden of Prayer
hcap.artstor.org
illustrasi Garden of Prayer

KALAU tidak punya mimpi, bukanlah Ricky Sutanto. Selain punya ide menghapus upah minimum regional (UMR), pengusaha besar asal Kota Priangan Bandung, Jawa Barat ini juga punya mimpi membangun mercusuar dunia di Indonesia.

Gilanya, mercusuar dimaksud itu, lokasinya bukan di Jakarta atau Pulau Jawa. Dia punya ide atau mimpi tapi bukan sembarang mimpi untuk membangun mercusuar dunia di Tanah Batak, tepatnya di Kawasan Toba Samosir.

Mercusuar dunia itu akan dibangun dengan nama Garden of Prayer atau taman berdoa yang bisa dinikmati oleh semua kelompok agama besar di Indonesia dan dunia. Kalau itu diwujudkan, biayanya diperkirakan mencapai Rp6.000 triliun, atau 3 kali besar dari APBN.

Menurut Ricky, tanah yang terpilih untuk membangun Garden of Prayer adalah Pulau Samosir di tengah Danau Toba di Sumatra Utara, yang penuh dengan legenda sejak zaman purba.

Kawasan religius ini kata Ricky akan menjadi pusat spiritual dunia yang mengoleksi harta peradaban dunia melalui pendirian rumah-rumah ibadah dari beragam agama dan aliran kepercayaan.

Tentu saja, munculnya Garden of Prayer ini akan menyatukan beragam agama dan simbol harmonisasi kehidupan manusia yang selama ini larut dalam percekcokan akibat perbedaan keyakinan.

Agar semua umat belajar saling menghormati satu sama lain, di sini mari kita berdoa di sebuah taman berdoa untuk semua umat beragama, keharmonisan yang dipayungi Tuhan.

“Di sini akan dibangun rumah ibadah terbesar di dunia untuk setiap agama. Pusat peribadatan ini dilengkapi fasilitas hotel dan komersial yang lengkap dan modern, sehingga orang-orang yang beribadah bisa tinggal untuk waktu yang lama dengan nyaman.

Ricky pun telah menyusun sebuah tim perencana terdiri dari 29 Profesor dan Doktor yang bekerja siang malam selama 41 hari non stop untuk menyiapkan konsep Garden of Prayer.

Di lokasi ini kata Ricky, akan dibangun berbagai fasilitas modern selain rumah ibadah seperti bandar udara internasional, pusat studi keagamaan, pusat riset medis, sistem perbankan yang aman dan bertaraf internasional, kawasan pemukiman seniman sedunia, dan permberlakukan mata uang dunia.

“Pokoknya, kalau sudah rampung, Garden of Prayer akan menjadi impian setiap orang,”kata kepada Netralnews.com beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkannya, Ricky yakin tidak butuh waktu lama. Banyak orang kaya yang mau beramal untuk membangun rumah ibadah. Banyak investor yang akan menanamkan uang setelah melihat konsep Garden of Prayer.

Rencananya, di lereng pulau Samosir akan dibangun patung para pendonor (statue of thousand donors) sebagai apresiasi terhadap sumbangsih mereka.

Perwujudan proyek ini akan berjalan cepat. Maket sudah jadi dan orang sudah berdatangan melihat proses kontruksinya.

Di Garden of Prayer ini tambah Ricky setiap negara membeli 100 hektare tanah dan membangun kampung sendiri. Jadi, akan kampung dari negara seperti Spanyol, Brasil, Jepang, Italia, Australia. Untuk lahan seluas 100 hektare ini Ricky akan menjual 300 dollar.

“Ada 2 negara yang telah memesan untuk membeli 2.000 hektare dengan membayar 6 miliar dollar, kira-kira Rp 72 triliun. Saya tolak,” cerita pengusaha yang hobi bernyanyi.

Belum lagi, sambung Ricky, pengunjung yang akan berkunjung ke lokasi tersebut, hanya boleh menginap 3 malam 4 hari, di mana sebelumnya harus mendaftar terlebih dahulu. Garden of Prayer menurut Ricky, merupakan bangunan terbesar di dunia di mana akan dibangun tempat ibadah terbesar di dunia.

Di kawasan Garden of Pyayer itu, nanti akan dibangun masjid terbesar dunia, gereja terbesar, pura dan kelenteng terbesar dunia.

Bangunan tempat agama itu akan monumental dan sekaligus  bagi semua umat dari segala agama, di mana umat sembah dan saling mencermintan tingkat regiliusitas umat beragama di Indonesia yang dikenal sangat toleran.

Melalui, Garden of Prayer itu, masyarakat dunia, pemimpin negara maupun pemuka agama bisa belajar praktik hidup toleransi di Indonesia. Itu artinya, Indonesia akan menjadi kiblat dunia soal cara hidup saling berdampingan dengan pemeluk agama dan keyakinan berbeda di Indonesia.

Masih menurut Ricky, melalui Garden of Prayer akan dibuat semacam medali dan sertifikat yang nilai tertentu yang menjadi tanda kebanggaan bagi setiap orang yang pernah mengunjungi kawasan itu.

Pengunjungnya akan datang dari seluruh dunia dan mereka akan bangga dengan medali tersebut, seperti mengunjungi Tanah Suci agama-agama.

Kehadiran Garden of Prayer itu selain akan menumbuhkan dan meningkatkan semangat keberagamaan semua umat beragama, juga secara otomatis mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Kawasan Toba akan menjadi daerah tujuan wisata potensial, sehingga memberi efek domino bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan negara.

Kalau Garden of Prayer itu bisa diwujudkan, pastilah kesejahteraan rakyat yang diimpikan akan terwujud.

Apalagi untuk membangun Garden of Prayer tak perlu dana dari APBN, sebab dananya akan mengalir dengan sendirinya dari negera-negara yang ingin punya perwakilan di kawasan tersebut.

Langkah awal kata Ricky, cukup dengan membentuk Economic Development Board (EDB) atau Badan Pengembangan Ekonomi Nasional (Bapekonas) seperti yang dimiliki Singapura.

Kalau Ricky yang kini terpilih jadi Ketua Komite Perdagangan Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ini dipercaya memimpin lembaga tersebut, dia optimistis Garden of Prayer yang bisa menjadi mercusuar dunia, akan terwujud. Jadi, tunggu apa lagi?

Editor : Marcel Rombe Baan

Apa Reaksi Anda?