Sabtu, 27 Mei 2017 | 22:40 WIB

  • News

  • Rukun Suku Nusantara

Ribuan Benih Ikan Tawes dan Nila Ditabur Gubernur Sumut ke Danau Toba

Minggu, 08 Januari 2017 | 23:35 WIB
Gubernur Sumut tabur benih ikan di Danau Toba (BeritaSumut.com)
Gubernur Sumut tabur benih ikan di Danau Toba (BeritaSumut.com)

Berita Terkait

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi, Minggu (8/1/2017), menabur ribuan benih ikan tawes dan nila ke Danau Toba untuk kepentingan pelestarian danau ini dan meningkatkan pendapatan masyarakat kawasan tersebut.

"Penaburan bibit ikan tawes dan nila di Danau Toba khususnya di kawasan Pesanggrahan Bung Karno diharapkan bisa meningkatkan perkembangbiakan jenis ikan yang sudah termasuk langka," ujar Erry.

Menurut dia, kelestarian lingkungan Danau Toba tidak bisa lepas dari keberlangsungan hidup ikan-ikan endemik yang selama ini ada di danau itu.

Selain ikan pora-pora yang terancam punah, populasi ikan tawes yang merupakan ikan endemik Danau Toba juga semakin sedikit.

"Masyarakat juga diharapkan peduli karena pelestarian Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," katanya lagi.

Pemprov Sumut sendiri sudah menjadikan penaburan benih ikan endemik Danau Toba sebagai program berkesinambungan.

Menurutnya, langkah itu bukan hanya untuk menjaga kelestarian Danau Toba, tetapi juga sebagai upaya menjamin keberlangsungan dan meningkatkan pendapatan nelayan tradisional di kawasan Danau Toba.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sumut Zonny Waldi menyatakan, program penaburan benih ikan (restoking) ke Danau Toba merupakan bagian rencana aksi penataan kawasan Danau Toba. "Pada hari Minggu ini ada pelepasan sekitar 6.000 benih ikan, maka ke depannya ditargetkan bisa lebih banyak lagi," katanya pula.

Zonny mengakui, penggalakkan restoking dilakukan sejalan dengan rencana adanya pengurangan keramba jaring apung (KJA) yang saat ini jumlahnya sudah sangat melebihi daya dukung dan tampung Danau Toba.

Berdasarkan data tahun 2015, ujar Zonny, produksi ikan dari seluruh KJA di Danau Toba mencapai 80 ribuan ton per tahun.

Padahal daya dukung dan daya tampung Danau Toba hanya sekitar 50 ribu ton.

"Melihat kondisi itu, maka jumlah KJA di Danau Toba memang harus dikurangi," katanya lagi sebagaimana dilaporkan Antara.

Pengurangan KJA juga diikuti dengan langkah pembagian zonasi dan penataan terhadap KJA-KJA di Danau Toba sebagai upaya menekan pencemaran air Danau Toba.

 

Editor : Farida Denura

Apa Reaksi Anda?