• News

  • Wisata

Kunjungi Harau, Ini Keindahannya

Festival Harau gaet wisatawan asing datang ke Sumbar.
Triptrus
Festival Harau gaet wisatawan asing datang ke Sumbar.

HARAU, SUMBAR, NNC - Relawan Pasa Harau Art and Culture Festival Aan Prihandaya mengatakan festival yang diikutinya itu mengajak keterlibatan masyarakat dalam mengelola pariwisata di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

"Ajang tersebut merupakan suatu media yang berfungsi menggerakkan masyarakat dan memberdayakan masyarakat Harau," kata Aa Minggu, (15/7/2018).

Aan menjelaskan festival tersebut mendorong masyarkat Harau untuk menjadi bagian dari tiga pokok gerakan yaitu peningkatan pendidikan, kebudayaan dan berujung pada peningkatan kesejahteraan.

Festival Pasa Harau, digelar untuk mengajak masyarakat terlibat dan memahami potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam serta menyadarkan masyarakat akan tradisi menarik yang dimiliki.

Dengan begitu, masyarakat akan turut serta dalam mengembangkan Harau menjadi tujuan wisata utama di Limapuluh Kota dan Sumatera Barat.

Festival budaya berbasis masyarakat, memicu kemandirian masyarakat belajar mengelola festival budaya, mulai dari perencanaan, konten acara, promosi hingga membuat paket wisata di kawasan Lembah Harau.

Menurut Aan, Lembah Harau memiliki tebing yang indah dengan hawa sejuknya. Kawasan itu cocok dikolaborasikan dengan seni tradisi Minangkabau baik tarian dan musik tradisional serta kuliner khas lokal.

Pasa Harau Art and Culture Festival sendiri menjadi sebuah piranti baru dalam dunia kepariwisataan dan mengusung keunggulan wisata alam, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata budaya, seni petunjukan dan upacara-upacara tradisional.

Festival tahunan yang terletak di Jorong Harau, Nagari Harau, Kabupaten Limapuluh Kota itu dilangsungkan pada 13 Juli-15 Juli 2018. Pada tahun selanjutnya rencananya akan diadakan festival serupa.

"Harapannya masyarakat luar akan tertarik dan berkunjung ke kawasan ini sehingga pada akhirnya terjadinya peningkatan kesejahteraan," tandas Aan dilansir Antara.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?