• News

  • Wisata

Ini 5 Upacara Adat dan Tradisi di Surabaya yang Harus Anda Ketahui

Upacara tradisional di Surabaya, Jawa Timur.
Miner8
Upacara tradisional di Surabaya, Jawa Timur.

SURABAYA, NNC - Sebagian daerah di Indonesia masih memegang erat tradisi dan ritual-ritual adat yang dipertahankan sejak dulu, tak terkecuali di Surabaya. Kota ini memang dikenal menjadi tempat bermukimnya berbagai suku dan etnis yang bisa hidup berdampingan dengan rukun. Masing-masing memiliki tradisi dan budaya tersendiri yang tentu memperkaya keberagaman di Surabaya.

Ritual-ritual adat di Surabaya tidak hanya menunjukkan jika masyarakat masih melestarikan tradisi nenek moyang. Sekarang ini, tradisi atau upacara adat tersebut justru bisa menarik wisatawan untuk datang ke Kota Pahlawan.

1. Temu Manten Pegon
Upacara adat ini merupakan tradisi untuk mempertemukan kedua pihak calon pengantin. Dimulai dengan perarakan pengantin pria untuk menjemput sang pengantin wanita, lalu dilanjutkan dengan perarakan kedua mempelai dengan iring-iringan meriah.

Dalam tradisi Temu Manten Pegon, ritual dan pakaian yang digunakan begitu kental dengan unsur beberapa budaya; ada Arab, Belanda, Surabaya, hingga Tionghoa.

Beberapa prosesi penting yang dilakukan di Temu Manten Pegon, antara lain perebutan ayam jago; penyerahan mahar dan Sri Genggem (tempat perhiasan berisi emas atau berlian) yang melambangkan rasa terima kasih dan pemberian nafkah untuk istri; penciuman tangan (istri ke suami, sebelum keduanya mencium tangan orangtua dan mertua); perarakan mempelai diiringi dua pasang cak-ning Surabaya; dan terakhir, perebutan bubak kawah (perlengkapan dapur).

2. Sedekah Bumi Sambikerep
Ritual ini merupakan wujud syukur masyarakat atas berkah Tuhan yang telah memberikan hasil bumi yang berlimpah, sekaligus doa agar wilayah Sambikerep dan sekitarnya diberi ketenteraman. Masyarakat akan membawa berbagai buah-buahan dan makanan di atas tampah. Lalu, tumpeng buah-buahan pun dibuat. Semua ini nantinya diperebutkan oleh masyarakat yang turut serta pada upacara Sedekah Bumi.

Ritual pun dilanjutkan dengan mendatangi punden, sebuah tempat keramat di Sambikerep. Masyarakat akan memainkan gamelan dan tarian di depan punden tersebut.

Selanjutnya, gulat okol (gulat tradisional Surabaya) dimainkan di atas panggung. Acara puncaknya biasanya diakhiri dengan pertunjukan ludruk atau wayang.

3. Larung Ari-sri
Salah satu tradisi yang masih dilakukan di Surabaya, terutama masyarakat pesisir, adalah melarung ari-ari bayi ke laut. Upacara pelarungan ini biasanya diiringi dengan tembang Macapat Dhandhang Gula.

Saat dilarung, ari-ari bayi yang baru lahir akan dilepas bersamaan dengan bunga tujuh rupa, kendil, jarum, dan kain putih. Pesta kelahiran bayi yang meriah pun diadakan untuk menutup rangkaian upacara tradisional ini.

4. Nakokake
Dalam bahasa Jawa, nakokake bermakna menanyakan. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh pihak laki-laki yang ingin melamar pujaan hatinya. Dengan mengirimkan perwakilan, pihak pelamar akan menanyakan status gadis tersebut lajang atau tidak.

Jika lajang, pihak lelaki pun bisa melanjutkan dengan proses pelamaran yang disebut peningsetan.

5. Peningsetan
Peningsetan merupakan sebuah tradisi untuk melamar seorang gadis di Surabaya. Pihak laki-laki yang diiringi rombongan keluarganya mendatangi kediaman si gadis.

Selanjutnya, ia akan mengungkapkan keinginannya untuk meminang si gadis sembari membawa barang-barang sebagai tanda ikatan. Biasanya, setelah acara lamaran, kedua keluarga akan melakukan ramah-tamah sekaligus makan bersama untuk mempererat tali silaturahmi.

Itulah beberapa prosesi adat yang masih dipertahankan di Surabaya. Tradisi lain di kota ini di antaranya tingkepan, tahlilan, sepasaran, pitonan, babaran, pacangan, sunatan, dan megengan. Masing-masing merupakan tradisi yang memiliki tujuan berbeda.

Jika liburan ke Kota Pahlawan, jangan lupa juga berkunjung ke berbagai tempat wisata di Surabaya. Untuk akomodasi, Airy Rooms siap membantu Anda menemukan hotel di Surabaya, lengkap dengan fasilitas yang menunjang kenyamanan. Ada tempat tidur empuk, AC, televisi, pancuran air hangat, dan peralatan mandi. Tak ketinggalan air minum dan Wi-Fi gratis.

Cukup pesan kamar lewat aplikasi dan situs Airy di smartphone Anda. Lakukan pembayaran melalui transfer rekening atau kartu kredit dan kamar nyaman akan menyempurnakan istirahat Anda selama di Surabaya.

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?