• News

  • Wisata

Keren, 5 Adat di Yogyakarta Ini Masih Dilestarikan sampai Sekarang

Upacara Grebeg Maulid.
Muslim Obsession
Upacara Grebeg Maulid.

YOGYAKARTA, NNC - Bernuansa kerajaan dengan budaya yang kental, itulah Yogyakarta. Meski kini dikepung modernisasi, pelestarian adat dan tradisi di kota ini tak pernah mati. Justru, setiap hari semakin mengental; menjadi magnet bagi wisatawan.

Berikut ini 5 jenis adat yang bisa Anda saksikan sembari mengeksplorasi tempat wisata di Jogja.

1. Grebeg Muludan
Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat tak pernah absen menggelar adat Grebeg Muludan. Setiap tanggal 12 bulan Mulud atau tanggal 1 bulan Syawal, sebuah gunungan berisi aneka makanan diarak keluar dari Keraton Kemandhungan. Isi gunungan tersebut antara lain, beras ketan, buah-buahan, dan sayur-sayuran.

Gunungan diarak menuju Masjid Agung dengan melewati Sitihinggil dan Pagelaran. Selama perjalanan, ada 10 macam prajurit keraton, yaitu Daeng, Wirobrojo, Jogokaryo, Patangpuluh, Prawirotomo, Ketanggung, Nyutro, Mantrijero, Surokarso, dan Bugis.

Tiba di Masjid Agung, masyarakat mengadakan doa bersama. Usai acara tersebut, bagian dari gunungan tersebut dibagikan kepada seluruh warga.

2. Upacara Labuhan
Kentalnya penghormatan kepada leluhur menjadikan upacara Labuhan, yang sudah ada sejak abad ke-8, tetap diadakan sampai sekarang. Tradisi tersebut diselenggarakan dari mulai masa Kerajaan Mataram Islam hingga Kesultanan Ngayogyakarta.

Ternyata, komitmen pihak kesultanan untuk mempertahankan budaya ini sangat memengaruhi kehidupan sosial masyarakat.

Terbukti, setiap kali upacara Labuhan digelar, puluhan ribu warga ikut mengarak sesajen sampai ke Pantai Parangtritis. Mereka memercayai bahwa melalui Upacara Labuhan, harmonisasi kehidupan manusia dan alam akan terjaga.

Upacara ini juga biasa diadakan sebagai bentuk rangkaian perayaan resmi atas penobatan sultan, tingalan panjenengan, dan hari ulang tahun penobatan sultan.

3. Upacara Siraman Pusaka
Anda mestinya tak melewatkan tradisi unik dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini, memandikan atau siraman pusaka. Acaranya dilaksanakan setiap bulan Sura. Adapun pusaka yang dimandikan berasal dari Keraton Ngayogyakarta.

Masing-masing pusaka memiliki nama, seperti Kanjeng Kyai, Nyai, atau Kyai Ageng. Konon, pusaka tersebut mempunyai kekuatan supranatural. Bahkan, sudah diwariskan dari awal kerajaan berdiri hingga saat ini. Jadi penasaran, ya?

4. Upacara Rebo Pungkasan Wonokromo
Rebo pungkasan diambil dari Bahasa Jawa yang bermakna Rabu terakhir. Upacara adat ini biasanya diadakan setiap bulan Sapar pada malam hari. Lokasi acaranya berada di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul, DIY, dengan membawa gunungan dan lemper raksasa.

Menurut warga setempat, tujuan upacara Rebo Pungkasan yakni untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas rezeki yang diberikan.

Selain itu, sebagai ungkapan syukur karena Tuhan yang telah menghadirkan sosok Kyai Faqih Usman di Wonokromo. Sang Kyai diyakini memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit sehingga sangat disegani.

5. Upacara Sekaten
Upacara Sekaten diselengggarakan setiap tanggal 5 bulan Rabiul Awal tahun Hijriah. Acara dimulai dengan pawai iring-iringan abdi dalem keraton. Mereka mengarak dua set gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Arak-arakan tersebut berakhir di Masjid Agung.

Gamelan tersebut akan ditabuh mulai tanggal 11 bulan Mulud; berakhir tanggal 17. Lama pelaksaaan upacara ini sekitar 7 hari. Setelah itu, dua set gamelan dibawa pulang kembali ke keraton.

Demikian ulasan seputar adat dan tradisi yang masih lestari di Yogyakarta hingga kini. Jangan tunda; segera booking hotel di Jogja agar Anda bisa menikmati keunikan budaya Jawa di sana lebih lama lagi.

Pemesanan kamar penginapan dapat dilakukan dengan layanan Airy melalui web, Android Apps, maupun Apple Apps. Sementara pembayarannya, bisa lewat transfer atau kartu kredit.

Tak perlu khawatir soal harga; Anda akan mendapatkan tawaran ratusan kamar hotel murah. Tentu saja dengan fasilitas yang memadai, seperti AC, TV layar datar, peralatan mandi, tempat tidur bersih, shower air hangat, air minum, dan WiFi gratis. Tertarik?

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?