• News

  • Wisata

Padusan, Tradisi Pembuka Ramadan di Semarang

Upacara Padusan di Semarang.
Harian7
Upacara Padusan di Semarang.

SEMARANG, NNC - Jika Anda penggemar wisata budaya, waktu menjelang puasa adalah saat yang tepat untuk melihat ritual lokal di berbagai wilayah Indonesia. Bagi yang ingin ke Jawa Tengah, jangan lupa menyaksikan tradisi Padusan. Ritual pembersihan diri ini memadukan tradisi lokal dengan unsur keagamaan terkait Ramadan.

Padusan sebenarnya dilakukan di berbagai wilayah di Jawa. Akan tetapi, Semarang menjadikan ritual ini sebagai salah satu daya tarik kebudayaan di berbagai wilayah di kota tersebut.

Definisi dan makna Padusan
Padusan berasal dari kata “adus” yang berarti “mandi”. Namun, istilah ini merujuk ke makna yang lebih dalam, yaitu pembersihan diri sehingga kembali suci. Ritual ini dilakukan oleh siapa saja dan biasanya dilakukan di tempat pemandian, kolam renang, sungai, atau mata air yang terbuka, sebagai tempat mandi untuk pengunjung.

Padusan berasal dari era Walisongo dan merupakan salah satu upaya untuk mengajak masyarakat menerapkan inti ajaran Islam tanpa meninggalkan aspek budaya setempat. Dalam pelaksanaan Padusan, biasanya ada warga yang menepuk-nepuk air dengan irama tertentu atau biasa disebut “ciblonan”. Saat ini, Padusan telah menjadi salah satu agenda wisata di Semarang dan sekitarnya.

Warga benar-benar membasahi diri saat melakukan Padusan. Kegiatan ini menandakan masuknya bulan Ramadan, sekaligus tekad untuk menjadi pribadi yang lebih bersih. Namun, banyak warga maupun pengunjung yang bergabung untuk menjadi bagian dari tradisi unik ini, atau untuk berwisata.

Keunikan pelaksanaan Padusan masa kini
Padusan biasanya dilakukan di tempat-tempat pemandian umum dan kerap dibuka dengan sambutan pejabat setempat. Keramaian ini juga membuat masyarakat mengistimewakan Padusan, misalnya dengan mengadakan acara pertunjukan seni dan musik di dekat tempat pelaksanaan ritual.

Hal ini memberi Anda kesempatan untuk mengabadikan peristiwa itu dengan kamera, terutama jika Anda menggemari wisata budaya dan senang mengamati kegiatan masyarakat lokal.

Penduduk kota kecil atau desa biasanya melakukan tradisi ini secara mandiri di pemandian lokal. Anda bisa mencari tahu informasi tentang Padusan di kota kecil dari pemandu wisata atau penduduk lokal.

Padusan di desa atau kota kecil biasanya memiliki suasana lebih akrab. Anda akan merasakan keramahan khas Jawa Tengah saat bergabung dalam acara ini.

Padusan juga menjadi kesempatan bagi pedagang untuk mendapat keuntungan. Bakwan, tahu gimbal, dan makanan langka seperti bakwan jembak (bakwan dari tanaman air) bisa Anda temukan di area sekitar tempat pelaksanaan Padusan.

Tip menonton Padusan di Semarang
Menyaksikan pelaksanaan ritual dan adat setempat memang menyenangkan, tetapi ada beberapa tip yang wajib Anda ikuti sebelum mendatangi acara Padusan:

  • Bersikap hormat dan sopan
    Masyarakat Semarang memandang Padusan sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya setempat. Pastikan bersikap hormat dan sopan dengan menjaga kebersihan serta tidak melontarkan kata-kata yang kurang berkenan.
  • Siapkan bawaan yang tepat
    Tanpa ikut berendam, Anda pasti akan basah ketika melihat acara Padusan dari dekat. Untuk itu, siapkanlah pakaian ganti, sepatu atau sandal yang tidak licin, dan plastik pelindung untuk alat rekam. Membawa kamera antiair akan lebih baik jika Anda ingin mengambil foto berkualitas.
  • Jaga kesehatan
    Padusan biasanya berlangsung cukup lama. Jangan sampai Anda masuk angin karena terlalu lama basah. Bawa obat-obatan standar dan pastikan makan sebelum ikut berendam.

Ingin melihat Padusan tahun ini? Jangan lupa berburu tiket Citilink atau maskapai murah lainnya ke Semarang lewat aplikasi Airy. Tersedia untuk Android dan iPhone, aplikasi ini menyediakan tiket pesawat murah ke berbagai destinasi, tanpa biaya ekstra.

Tentukan tujuan favorit dan lakukan perubahan jadwal jika perlu. Airy adalah solusi tepat untuk menjelajahi Indonesia serta menyaksikan ritual khas masing-masing daerah.

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?