• News

  • Wisata

Ini 3 Upacara Adat Unik di Lombok yang Menjadi Magnet Wisatawan

Upacara Bau Nyale di Lombok.
Ngopibareng
Upacara Bau Nyale di Lombok.

LOMBOK, NETRALNEWS - Selama ini Pulau Lombok lebih dikenal dengan keindahan wisata baharinya yang mendunia. Padahal, selain wisata laut, pulau ini juga memiliki sejumlah wisata budaya dalam bentuk upacara adat yang menarik untuk disaksikan.

Penduduk Lombok yang berasal dari campuran berbagai suku di Indonesia menghasilkan beragam upacara adat yang unik. Upacara-upacara adat tersebut sarat akan makna dan nilai-nilai luhur sehingga sangat menarik di mata para pelancong.

Upacara adat yang diselenggarakan di Pulau Lombok sangat banyak. Namun, dari semua upacara adat yang ada, ada 3 tiga upacara adat yang paling populer di kalangan para wisatawan, yaitu:

1. Upacara Bau Nyale
Bau Nyale adalah sebuah upacara adat suku Sasak yang sudah berlangsung selama ratusan tahun. Upacara ini diadakan setiap tanggal 20 di bulan 10 penanggalan Sasak yang biasanya jatuh pada sekitar Februari dan Maret pada kalender Masehi.

Dalam ritual ini, ribuan masyarakat Lombok akan turun ke laut untuk menangkap cacing laut (nyale). Hewan tersebut kemudian akan dimasak untuk dimakan bersama keluarga dan kerabat. Kemeriahan acara ini terbukti mampu menyedot banyak wisatawan untuk berpartisipasi setiap tahunnya.

Asal mula adat ini sendiri berasal dari kisah legenda Putri Mandalika yang konon menceburkan diri ke laut dan berubah menjadi cacing untuk menghindari pertempuran memperebutkan dirinya.

2. Nyalamaq di Lauq
Acara adat ini adalah sebuah prosesi selamatan yang diadakan oleh masyarakat Lombok keturunan suku Bajo, Mandar, Makassar, dan Bugis, yang datang dan menetap di pulau tersebut. Adat ini sangat unik karena merupakan campuran dari budaya suku pelaut yang datang ke Lombok dengan budaya masyarakat asli di sana.

Nyalamaq di Lauq rutin diadakan minimal satu kali dalam kurun waktu tiga tahun. Adapun waktu pelaksanaan acara ini ditentukan oleh para tokoh adat berdasarkan kemunculan “bintang sembilan” atau “bintang rowot”.

Saat upacara adat berlangsung, masyarakat akan mengarak seekor kerbau dan menyembelihnya. Daging kerbau kemudian akan dibagikan kepada anak-anak yatim, sementara kepalanya dihanyutkan ke laut.

Acara ini memiliki nuansa mistis yang sangat kental. Oleh sebab itu, banyak wisatawan yang tertarik dengan keseluruhan prosesinya. Akan tetapi, karena waktu pelaksanaannya yang tidak tetap, dapat dikatakan bahwa perlu sedikit keberuntungan untuk dapat menyaksikan upacara adat ini.

3. Perang Topat
Perang Topat adalah sebuah acara adat umat Islam di Lombok yang diselenggarakan 6 hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Acara ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Lombok yang konon sudah eksis sejak masa kolonialisme.

Saat Perang Topat berlangsung, umat Islam dan Hindu di Lombok akan “berperang” dengan cara saling melempar ketupat satu sama lain. Uniknya, meskipun menjadi perayaan hari besar Islam, acara ini dilaksanakan di pura yang notabene adalah tempat ibadah umat Hindu. Hal ini menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di pulau tersebut.

Demikianlah 3 upacara adat unik di Lombok yang menjadi magnet bagi banyak wisatawan. Meski tidak semuanya disebutkan, pada dasarnya tiap acara adat yang ada di Pulau Lombok memiliki pesona dan daya tariknya masing-masing.

Sebagai saran, apabila Anda hendak memesan hotel di Lombok, cobalah untuk mencari hotel yang dekat dengan destinasi wisata budaya agar Anda dapat menyaksikan acara adat dengan leluasa.

Terakhir, jika Anda datang dengan budget pas-pasan, pastikan Anda telah menggunakan situs dan aplikasi Airy untuk mencari penginapan murah di Bali dan Lombok yang sesuai dengan budget Anda. 

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?