Netral English Netral Mandarin
18:53wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
10 Manfaat Garam Bagi Kesehatan yang Tidak Anda Duga Sebelumnya!

Jumat, 09-Juli-2021 05:30

Garam baik untuk menghilangkan rasa lelah.
Foto : Keep Healthy
Garam baik untuk menghilangkan rasa lelah.
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Garam dikenal sebagai salah satu penyedap makanan yang memberikan rasa asin. Bumbu penyedap ini juga mudah ditemukan dan harganya terbilang amat terjangkau untuk memberikan cita rasa pada masakan. 

Ternyata tidak hanya sebagai bumbu saja, garam juga ternyaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Dengan catatan harian yang cukup dan tidak berlebihan. 

Berikut ini manfaat garam bagi kesehatan, seperti dikutip dari laman organic fact, berdasarkab berbagai studi:

1. Mencegah Defisiensi Yodium 

Garam beryodium adalah salah satu sumber yodium yang paling umum. Yodium sangat penting untuk pembuatan hormon tiroid. 

Ini adalah bagian yang sangat penting dari diet kita, karena tubuh tidak memproduksi yodium secara alami. Tanpa jumlah yodium yang cukup, tiroid membesar dalam upaya untuk memenuhi permintaan tubuh akan hormon tiroid. Ini dapat menyebabkan kondisi serius seperti perkembangan gondok atau hipotiroidisme.

Tubuh juga membutuhkan hormon tiroid untuk perkembangan otak dan struktur tulang yang tepat selama kehamilan dan tahun-tahun awal perkembangan anak-anak. Jika ibu hamil atau ibu menyusui kekurangan yodium, anak-anak dapat menderita cacat intelektual, yang sebelumnya dikenal sebagai keterbelakangan mental. 

Baca Juga :

Asupan garam beryodium yang cukup dapat mencegah kekurangan tersebut dan hasil yang fatal. 

2. Rehidrasi Oral 

Garam sangat penting untuk mempertahankan tingkat hidrasi tubuh. Sangat penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit untuk kelancaran fungsi organ. 

Elektrolit ini terutama memerlukan magnesium, kalium, kalsium, dan natrium. Bagi orang yang bekerja di luar dan terutama mereka yang rutin berolahraga, sangat penting untuk memulihkan kekurangan garam dan air yang terjadi melalui keringat. 

3. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular 

Telah terbukti bahwa garam diet menentukan tekanan darah tubuh dan berdampak pada kesehatan kardiovaskular, yang terutama terkait dengan stroke dan serangan jantung. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyebab utama dari kejadian tersebut. 

Asupan kalsium, magnesium, dan natrium yang tidak memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan. Mengontrol intensitas asupan garam Anda sering mempengaruhi tekanan darah. 

Tekanan darah rendah dapat dikelola dengan mengonsumsi lebih banyak garam dan cairan yang menghidrasi. Ini akan membantu meningkatkan volume darah di arteri, menghasilkan peningkatan tekanan darah. 

4. Mengelola Diabetes 

Tingkat insulin yang sehat diperlukan untuk mempertahankan tubuh yang bugar. Diet dengan kadar garam rendah dapat melemahkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. 

Ini mengurangi kemampuan tubuh untuk memetabolisme glukosa, memberikan tingkat energi yang buruk ke hati, otot, dan sistem saraf, yang mungkin menyebabkan diabetes tipe 2.  

5. Mencegah Hiponatremia

Hiponatremia adalah suatu kondisi di mana tubuh menderita kekurangan natrium (garam) dalam cairan yang ada di luar sel. Ini dapat disebabkan oleh hidrasi berlebihan dengan air, keringat, atau diare, dan juga dikenal sebagai keracunan air.

6. Memerangi Heat Stroke atau Sun Stroke 

Heat Stoke atau Sun Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sistem pengaturan panas tubuh gagal. Hal ini dapat terjadi baik karena berada di bawah terik matahari dalam waktu lama maupun kepanasan di lingkungan sekitar, seperti area kerja. 

Tubuh gagal melepaskan panas dengan benar untuk mencapai suhu normal. Akibatnya, suhu tubuh menjadi terlalu tinggi, yang mengancam organ utama. Dalam upaya untuk mendinginkan diri, tubuh memproduksi lebih banyak keringat melalui kelenjar keringat, sehingga kehilangan garam esensial (natrium) dan air. 

Pencegahan panas atau sengatan matahari selalu disarankan dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengonsumsi garam dalam jumlah yang cukup untuk menjaga keseimbangan elektrolit.  

7. Dapat Membantu Mengobati Fibrosis Kistik 

Fibrosis Kistik disebabkan oleh protein cacat yang mencegah pergerakan optimal garam dan air masuk dan keluar dari sel-sel tubuh, menghasilkan keringat yang sangat lengket dan asin. Ini dapat diuji dengan mendiagnosis kandungan garam pada keringat. 

Pada cystic fibrosis, tubuh kehilangan lebih banyak garam dari biasanya. Bayi yang menderita cystic fibrosis membutuhkan garam ekstra karena susu bayi dan ASI rendah sodium. Kandungan garam harus ditingkatkan dengan hati-hati setelah berdiskusi dengan dokter. 

8. Menjaga Kebersihan Gigi 

Infeksi bakteri pada gusi dapat mereda, caranya dengan membilas dengan air asin. Bilas dapat dilakukan dengan mencampur 1/2 sendok teh garam dicampur dengan 1 cangkir air hangat. Ini membantu mengurangi pembengkakan dan menenangkan gusi yang sakit. 

Sebagai tindakan pencegahan kebersihan mulut, bersihkan gigi dengan campuran 1/4 sendok teh garam dan 1/4 sendok teh baking soda dan air hangat. Itu dapat membantu membersihkan plak, memutihkan gigi, dan menjaga kesehatan gusi. 

9. Mengobati Sakit Tenggorokan

Faringitis, yang biasa dikenal dengan sakit tenggorokan, dapat diredakan dengan berkumur berulang kali dengan secangkir air hangat yang dicampur dengan sendok teh garam. 

10. Meredakan Kram Otot 

Kram otot dapat terjadi karena berbagai alasan seperti alkoholisme, olahraga, atau obat-obatan. Asupan cairan dan minuman yang mengandung garam dapat membantu dalam memberikan kelegaan. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani